Ada Berapa Banyak Volume Sampah di Indonesia Tahun 2016?

Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Permasalahan sampah di Indoensia masih menjadi “PR” besar yang belum terselesaikan hingga saat ini, baik sampah yang berasal dari daratan maupun lautan. Seperti kita tahu bersama, fenomena bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia diikuti pula dengan semakin bertambahnya volume timbulan sampah yang dihasilkan.

Pada tahun 2016 misalkan, ada sekitar 65 juta ton sampah per tahunnya yang di produksi oleh masyarakat Indonesia. Dari data tersebut, tercatat 60% jenis sampah organik dan sisanya adalah sampah non organik, seperti sampah plastik tercatat 15%, Sampah kertas 10%, dan sisanya 15% adalah sampah berjenis logam, kaca, kain, dan lain-lain.

Saat ini, kapasitas penanganan sampah yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah dirasa belum optimal. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Jika dilihat dari volume sampah, berikut ini jumlah sampah per hari di10 kota besar di Indonesia pada tahun 2016 yang diperoleh dari TPS di masing-masing kota tersebut:

      1. Jakarta 7.000 ton;

      2. Bogor 1.082 ton;

      3. Depok 1.200 ton;

      4. Tanggerang 1.200 ton;

      5. Bekasi 1.750 ton;

      6. Bandung 1.500 ton;

      7. Cimahi 144 ton;

      8. Semarang 750 ton;

      9. Yogyakarta 240 ton;

     10. Malang 600 ton.

Dan jika diakumulasikan dari data 10 Kota tersebut, ada sekitar 15.466 Ton sampah yang dihasilkan per harinya.

Masalah sampah berkaitan erat dengan pola hidup serta budaya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu penanggulangan sampah bukan hanya urusan pemerintah semata akan tetapi penangannya membutuhkan partisipasi masyarakat secara luas. Jumlah sampah  setiap tahun terus meningkat sejalan dan seiring tahun terus meningkatnya jumlah penduduk dan kualitas kehidupan masyarakat atau manusianya. Hal ini juga didorong adanya kemajuan ilmu pengetahuan teknologi yang menghasilkan pula pergeseran pola hidup masyarakat yang cenderung konsumtif.

 

Beberapa alternatif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa melalui penyuluhan, pendekatan dan pemberdayaan masyarakat dalam membiasakan hidup bersih dan sehat, serta membiasakan sedini mungkin pada anak-anak agar memilah dan meletakkan sampah pada tempatnya, melibatkan  tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam merubah perilaku membuang sampah sembarangan, penegakkan hukum, dan berbagai cara lainnya agar masyarakat termotivasi untuk hidup bersih dan ramah lingkungan.

 

Sumber:

http://bit.ly/DataVolumeSampah2016

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Support Organization

Support Specific Program

Berlangganan

* Diperlukan