3 Maret diperingati sebagai Hari Alam Liar Sedunia. Tahun 1973 di tanggal yang sama, dilakukan penandatanganan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Majelis umum PBB lalu menetapkan tanggal ini sebagai World Wildlife Day – Hari Alam Liar Sedunia. 

Pemandu memberi makan orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser. (Sumber: Aria Danapramita/Mongabay)

Tahun 2021, Hari Alam Liar Sedunia diperingati dalam tema Forest and Livelihoods: Sustaining People and Planet – Hutan dan Mata Pencaharian: Keberlanjutan untuk Manusia dan Planet. Tema ini menyorot hubungan ekosistem hutan dengan penduduk dan komunitas lokal. Tema ini sejalan dengan Sustainable Development Goals untuk Goal nomor 1, 12, 13 dan 15 serta tujuan dan komitmen tiap negara untuk mengentaskan kemiskinan, menjalankan produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, mengatasi krisis iklim dan melestarikan hidup di bumi.

Biasanya hari ini dirayakan di Markas Besar PBB di New York, namun tahun ini Hari Alam Liar Sedunia akan diperingati secara virtual akibat pandemi Covid-19. Pandemi yang sudah berjalan satu tahun ini diduga termasuk dalam klasifikasi virus zoonosis yang berasal dari kelelawar, dari pasar hewan liar di Wuhan. Selama ratusan tahun, telah ditemukan sekitar 200 jenis penyakit zoonosis yang berasal dari hewan liar dan ditularkan ke manusia, seperti dinyatakan WHO.