Hari Anti Narkoba Sedunia

Hai Generasi Hijau!

Yup, tepat di tanggal 26 Juni di peringati sebagai Hari Anti Narkoba Sedunia atau yang disingkat (HANI). Dimulai pada tahun 1987 yang di dirikan oleh Majelis Umum PBB, Hari Anti Narkoba ini resmi di peringati di seluruh dunia, ini sebagai bentuk untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan obat ilegal yang sangat jelas berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi dan juga kedamaian dunia.

Menindaklanjuti atas laporan serta kesimpulan dari Konferensi Internasional ditahun 1897 tentang penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap, Majels Umum PBB memutuskan untuk menetapkan 26 Juni sebagai “Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan Obat dan Perdagangan Gelap” sebagai upaya memperkuat aksi dan kerjasama untuk mencapai tujuan masyarakat internasional bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Masih sama seperti tahun lalu, tema dalam peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia di tahun 2018 ini yaitu “LISTEN FIRST: Listening to childer and youth is the first step to help grow healty and safe | Mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkotika”. Seperti yang kita tahu bersama bahwa anak-anak dan remaja merupakan generasi yang rentan dengan penyalahgunaan narkotika. Banyak faktor yang menyebabkan generasi muda terlibat dengan penggunaan narkoba, seperti sebagai pelarian dari masalah, sekedar ingin tahu ataupun salah pergaulan.

Gambar – BNN

Dikutip dari departemen kesehatan, penyalahgunaan narkotika menyebabkan sekitar 190.000 orang di dunia mati sia-sia setiap tahunya. Narkotika juga secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan dan pembunuhan. Sementara itu, perdagangan dan peredaran gelap narkotika diduga menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung operasi tindakan terorisme. Berdasarkan hasil penelitian BNN dan Puslitkes UI tahun 2016, sekitar 40-50 orang perhari meninggal akibat dampak penyalahgunaan narkotika. Selain itu Jakarta,Yogyakarta, Kaltara, Kaltim, Sulut, Jabar, Sumsel, Sumber, Jatim dan Sulsel secara berurutan merupakan 10 provinsi dengan angka prevalensi terbesar.

Gambar – Liputan6

Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, diperlukan dukungan dan perhatian sepenuhnya dari semua lembaga pemerintah, baik kementerian aupun non kementerian dan juga seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu sangat diperlukan kesadaran penuh dari semua lapisan agar bersih dari penyalahgunaan dan peredagangan gelap narkotika di dunia.


Sebenarnya banyak cara untuk terhindar dari narkoba, salah satunya memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan terhindar dari narkoba. Selain itu mencari aktivitas atau kesibukan lain yang lebih positif seperti beraktivitas ke alam, mengikuti aktivitas lingkungan ataupun masuk kedalam organisasi yang membangun dan mengembangkan kemampuan diri, dan juga selalu taat beribadah, menjauh kan kita dari hal-hal negatif narkoba.


Ayo Generasi Hijau mari bersama #StopNarkoba, laporkan jika melihat ataupun mendengar perdagangan narkoba, dan ingatkan kawan sekitar untuk menghindari narkoba.

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Support Organization

Support Specific Program

Berlangganan

* Diperlukan