Author Archives: Syakur Muh

Greeneration Foundation Menyalurkan Paket Bantuan di Tengah Keterbatasan

Greeneration Foundation Menyalurkan Paket Bantuan di Tengah Keterbatasan

Setelah sepuluh hari yang panjang, Greeneration Foundation beserta sepuluh mitra lokal lainnya berhasil mengirim paket bantuan bagi 1.000 pemulung dan petugas persampahan. Diiringi ucapan terima kasih dan senyum dari para petugas persampahan, agenda yang didukung World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) ini akhirnya usai. Meski begitu, penyaluran ini bukannya tanpa hambatan.

Menurut Maudy Dwi Lestari selaku penanggung jawab kegiatan dari Greeneration Foundation, terdapat beberapa kendala di periode penyaluran bantuan. Di beberapa lokasi titik penyaluran yang bukan merupakan kota besar, barang donasi datang terlambat dari hari yang ditentukan. Hal ini dikarenakan jasa pengiriman barang sulit menjangkau lokasi, sehingga memakan waktu yang lebih lama dari yang lainnya. Barang yang datang setelah kegiatan penyaluran, disiasati oleh mitra lokal dengan melaksanakan penyaluran susulan untuk menyebarkan paket donasi yang datang belakangan.

Selain terlambatnya kedatangan paket donasi, kendala juga dihadapi saat penyusunan paket. “Saat mendekati jadwal penyaluran, beberapa mitra mengkonfirmasi untuk memundurkan jadwal penyaluran karena keterbatasan panitia sehingga belum rampung menyusun paket bantuan. Namun kendala ini pun dapat ditoleransi karena jadwal terbarunya tidak melebihi jadwal yang sudah ditentukan,” tutur Maudy.

Karena keterbatasan jarak, Greeneration Foundation tidak selalu dapat menghadiri proses penyaluran. Dari 10 titik wilayah, hanya penyaluran di Kab. Bandung Barat bersama komunitas Bersama Bermanfaat yang dapat diiringi kehadiran tim Greeneration Foundation. Sembilan titik penyaluran lainnya dihubungkan dengan Instagram live agar dapat disaksikan bersama. Namun beberapa live penyaluran tidak dapat terlaksana karena sinyal di lokasi penyaluran yang kurang baik. Terhambatnya kegiatan live penyaluran ini masih bisa digantikan dengan dokumentasi video yang dikirimkan oleh mitra lokal.

Kab. Bandung Barat menjadi satu dari sepuluh titik wilayah yang disambangi Greeneration Foundation dengan mitra lokal untuk penyaluran bantuan. Sembilan titik wilayah lainnya adalah Kabupaten Malang dengan mitra lokal TPST 3R Mulyoagung, Kota Malang dengan Garda Pangan, Kota Surabaya dengan Garda Pangan, Banyuwangi dengan Eco Ranger, Kabupaten Gianyar di Bali dengan Griya Luhu, Banjarmasin dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin, Balikpapan dengan PPMI Balikpapan, Kota Kendari dengan Pepelingasih Indonesia, dan Pekanbaru dengan Pepelingasih Riau.

Adapun paket bantuan yang diberikan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), sembako, dan alat kebersihan (hygiene kit). Selain itu, kami juga memberikan modul edukasi COVID-19 sebagai media sosialisasi mengenai upaya pencegahan COVID-19 yang bisa dilakukan oleh pemulung dan petugas persampahan. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan penyaluran dan sosialisasi ini dibantu oleh mitra lokal melalui metode door to door dan physical distancing. Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Balikpapan. (Sumber: dok. PPMI Balikpapan)

Di Pasar Pandan Sari, Balikpapan, penyaluran bantuan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan PPMI Kota Balikpapan mendapat sambutan baik oleh penerima manfaat. Menurut Ernawati dan Saminah selaku petugas persampahan di Pasar Pandan Sari, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menyokong tugas sehari-hari. “Adanya penyaluran donasi ini sangat membantu, kita ‘kan butuh untuk kegiatan sehari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada Greeneration Foundation dan WEF atas bantuan seperti ini,” ujar Ernawati.

Di Pasar Pandan Sari, Balikpapan, penyaluran bantuan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan PPMI Kota Balikpapan mendapat sambutan baik oleh penerima manfaat. Menurut Ernawati dan Saminah selaku petugas persampahan di Pasar Pandan Sari, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menyokong tugas sehari-hari. “Adanya penyaluran donasi ini sangat membantu, kita ‘kan butuh untuk kegiatan sehari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada Greeneration Foundation dan WEF atas bantuan seperti ini,” ujar Ernawati.

Nyatanya, pandemi bukan jadi halangan untuk kita tetap menyebarkan kebaikan. Penyaluran paket bantuan tetap terlaksana kendati mengalami beragam kendala. Dari rangkaian kegiatan penyaluran donasi, kendala yang dihadapi menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus menyempurnakan kekurangan yang ada.

Kami selalu percaya bahwa dengan kekuatan kolaborasi, kita bisa melalui kesulitan di tengah pandemi ini bersama-sama. Semoga paket bantuan dan sosialisasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat. Generasi Hijau juga bisa membantu meringankan pekerjaan pemulung dan petugas persampahan dengan menggunakan masker guna ulang dan memilah sampah di rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Di Tengah Pandemi, Greeneration Foundation Kembali Berhasil Menyalurkan Paket Bantuan ke 1000 Pemulung dan Petugas Persampahan

Di Tengah Pandemi, Greeneration Foundation Kembali Berhasil Menyalurkan Paket Bantuan ke 1000 Pemulung dan Petugas Persampahan

Penyerahan paket bantuan di Banjarmasin, 28 Maret 2021. (Sumber: dok. FKH & PHD Banjarmasin)

Kelokan jalan berkerikil semakin mendaki, bersamaan dengan temperatur yang semakin menurun. Waktu baru menunjukkan pukul tujuh, namun rombongan tim Greeneration Foundation dan komunitas Bersama Bermanfaat telah bertolak meninggalkan Kota Bandung menuju Lembang yang menggigil. Mendekati destinasi, jalan yang dilalui menyempit melewati pemukiman dan perkebunan, hingga terlihatlah, dari kejauhan, sebuah kubah kekuningan.

Destinasi mereka Sabtu (27/3) itu adalah Imah Noong, sebuah kampung edukasi wisata astronomi yang terletak di Kampung Areng, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Namun, kunjungan mereka kali ini bertujuan bukan untuk mengobservasi benda langit, melainkan untuk menyalurkan paket bantuan COVID-19.

Ya, 2020 telah berlalu, tapi pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum berakhir. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian, pandemi ini juga telah memberikan dampak yang nyata terhadap sektor persampahan. Meningkatnya sampah infeksius yang bercampur dengan sampah rumah tangga di TPA membuat nasib pemulung dan petugas persampahan menjadi semakin rentan terpapar virus.

Dalam menanggapi permasalahan tersebut, Greeneration Foundation berusaha untuk memberikan paket bantuan kepada pemulung dan petugas persampahan di berbagai titik wilayah di Indonesia melalui upaya penggalangan dana dan sponsor. Tahun ini, Greeneration Foundation mendapatkan dukungan dari World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP).

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), sembako, dan alat kebersihan (hygiene kit). Selain itu, kami juga memberikan modul edukasi COVID-19 sebagai media sosialisasi mengenai upaya pencegahan COVID-19 yang bisa dilakukan oleh pemulung dan petugas persampahan. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan penyaluran dan sosialisasi ini dibantu oleh mitra lokal melalui metode door to door dan physical distancing. Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan sosialisasi pencegahan COVID-19 di Bandung Barat, 27 Maret 2021. (Sumber: dok. Greeneration Foundation)

Di Bandung, program penyaluran bantuan dan sosialisasi ini disambut baik oleh para penerima manfaat. Para pemulung dan petugas persampahan datang ke Imah Noong tepat waktu. Mereka mencuci tangan di pintu masuk, menerima paket bantuan, lalu duduk di kursi yang telah disusun dengan jarak 2 meter. Acara pun dimulai dengan adanya sambutan serta edukasi tentang risiko COVID-19 dan cara menanganinya.

“Acara dan bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk saya, semoga ilmu yang didapatkan tentang COVID-19 bisa saya terapkan. Terima kasih Greeneration Foundation dan WEF,” tutur Ibu Yeti, salah satu penerima manfaat dalam kegiatan penyaluran paket bantuan.

Sumardi selaku buruh tani dan petugas kebersihan juga menyambut baik kegiatan penyaluran paket bantuan ini. “Bantuan yang diterima sangat bermanfaat untuk saya, alhamdulillah. Terima kasih kepada Greeneration Foundation dan juga WEF untuk bantuannya. Semoga kegiatannya lancar selalu,” tuturnya.

Jawa Barat menjadi satu dari sepuluh titik wilayah yang disambangi Greeneration Foundation dengan mitra lokal untuk penyaluran bantuan. Sembilan titik wilayah lainnya adalah Kabupaten Malang dengan mitra lokal TPST 3R Mulyoagung, Kota Malang dengan Garda Pangan, Kota Surabaya dengan Garda Pangan, Banyuwangi dengan Eco Ranger, Kabupaten Gianyar di Bali dengan Griya Luhu, Banjarmasin dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin, Balikpapan dengan PPMI Balikpapan, Kota Kendari dengan Pepelingasih Indonesia, dan Pekanbaru dengan Pepelingasih Riau.

Kami selalu percaya bahwa dengan kekuatan kolaborasi, kita bisa melalui kesulitan di tengah pandemi ini bersama-sama. Semoga paket bantuan dan sosialisasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat. Generasi Hijau juga bisa membantu meringankan pekerjaan pemulung dan petugas persampahan dengan menggunakan masker guna ulang dan memilah sampah di rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Greeneration Foundation Kembali Menyalurkan Paket Bantuan Bagi 1000 Pemulung

Greeneration Foundation Kembali Menyalurkan Paket Bantuan Bagi 1000 Pemulung

Penyaluran paket bantuan ke penerima manfaat di Kendari, Sulawesi Utara

Setelah sukses menyalurkan bantuan pada 7.127 pemulung dan petugas persampahan di 27 provinsi di Indonesia tahun lalu, Greeneration Foundation kembali mengadakan program “Bantu Pemulung dan Petugas Persampahan Aman dari COVID-19” tahun ini. Kini, Greeneration Foundation mendapat dukungan dari World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) untuk menyalurkan paket bantuan ke 10 titik wilayah di Indonesia, dalam periode Maret-April 2021. Kegiatan ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memastikan keamanan tiap peserta.

Persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini akan didukung oleh mitra lokal Greeneration Foundation, dengan target penyaluran hingga 1.000 pemulung. Adapun 10 titik wilayah penyaluran yang menjadi target dalam program ini beserta mitra lokal kami ialah:

  1. Kab. Bandung Barat – Bermanfaat Bersama
  2. Kab. Malang – TPST 3R Mulyoagung
  3. Kota Malang – Garda Pangan
  4. Kota Surabaya – Garda Pangan
  5. Banyuwangi – Eco Ranger
  6. Kab. Gianyar, Bali – Griya Luhu
  7. Banjarmasin – Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin
  8. Balikpapan – PPMI Balikpapan
  9. Kota Kendari – Pepelingasih Indonesia
  10. Pekanbaru – Pepelingasih Riau

Sementara Paket bantuan yang disalurkan dalam program ini diantaranya berupa:

  • Paket Sembako, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh, biskuit dan mie instan.
  • Alat Pelindung Diri (APD), yang terdiri dari masker guna ulang, sarung tangan, topi, dan sepatu boot.
  • Hygiene Kit, yang terdiri dari sabun cuci tangan dan hand sanitizer
  • Modul Edukasi Pencegahan Covid-19 yang disunting oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Paket bantuan tersebut akan dibantu disalurkan oleh mitra lokal. Pada penyaluran ini mitra lokal membantu kami mulai dari proses persiapan, pendataan menerima manfaat, pembelian beberapa paket bantuan, pengemasan paket bantuan, penyaluran dan edukasi, hingga proses pelaporan.

Dalam proses penyaluran kami menggunakan 2 metode, yaitu; metode penyaluran berjarak dan metode penyaluran door-to-door. Metode penyaluran berjarak berupa pengumpulan penerima manfaat di satu tempat dengan physical distancing, sementara door-to-door berupa mitra lokal kami berkunjung langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Metode yang digunakan akan menyesuaikan dengan keadaan lokasi dan waktu di masing-masing wilayah.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat bagi penerima manfaat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kami juga mengajak teman-teman yang lain untuk turut membantu meringankan tugas mereka dengan mulai memilah sampah dari rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Giveaway Spesial HPSN 2021

Giveaway Spesial HPSN 2021

Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Greeneration Foundation ingin mengajak Generasi Hijau untuk bermain teka-teka silang terkait isu persampahan, laut, dan sungai.

Untuk tiga Generasi Hijau yang beruntung akan mendapatkan paket lunchbox dan tumbler dari Citarum Repair!

Bagaimana Cara Mengikutinya?

  • Ikuti akun Instagram @Greenerationid
  • Tulis jawaban teka-teki di Feed Instagram kamu dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Repost unggahan akun Instagram @Greenerationid tentang Giveaway HPSN di Instagram-mu dan jangan lupa untuk tag @Greenerationid
  • Awali caption kamu dengan hashtag #MauJawabTTSCitarum
  • Ajak 5 orang teman kamu di caption

Sudah tidak sabar ingin mengikuti Giveaway ini? Yuk, simak teka-teki berikut!

Mendatar

 

  1. 1. Tanggal untuk Hari Peduli Sampah Nasional
  2.  

2. Jenis plastik yang dapat masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia

 

3. Salah satu prinsip pengelolaan sampah

 

4. Jenis Sampah

 

5. Sistem dalam hewan yang dapat terganggu karena pencemaran laut

 

Menurun

 

  1. 1. Lokasi TPA peristiwa bencana longsornya sampah.
  2.  

2. Gas yang ditimbulkan dari pembakaran sampah

 

3. Teknologi dan Ide untuk membersihkan sampah dan sungai

 

4. Yang ditimbulkan sampah menumpuk dan mengganggu indra penciuman

 

5. Cairan yang dihasilkan oleh sampah dan dapat mencemari air tanah dan lingkungan

Yuk, Generasi Hijau ikuti teka-tekinya dan menangkan hadiahnya!

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Citarum Repair Writing Competition 2021

Citarum Repair Writing Competition 2021

Apa generasi hijau merasa khawatir dengan banyaknya sampah plastik yang mencemari lautan sehingga membahayakan ekosistem di dalamnya? Yuk, saatnya eskpresikan kepedulianmu terhadap lingkungan dengan mengikuti Citarum Repair Writing Competition 2021.

Kategori Kompetisi

  • Kategori 1: Kompetisi Menulis Cerita Bahasa Indonesia
  • Kategori 2: Kompetisi Menulis Cerita Bahasa Inggris (14-21 Tahun)

Tema Kompetisi

  • Sungai dan laut tercemar sampah plastik
  • Aktivitas manusia mencemari sungai dan laut

Ketentuan Tulisan

  • Pilih salah satu kategori menulis bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Tulisan original hasil dari penulis yang terdafar. Jika ditemukan plagiarisme peserta akan secara langsung gugur dalam proses penilaian
  • Penulis dapat memilih salah satu dari dua topik yang sudah panita tentukan. Satu peserta hanya mengirimkan satu tulisan yang sudah final dan tidak dapat direvisi
  • Panjang konten tulisan berkisar antara 800 hingga 1000 kata termasuk judul
  • Hak cipta milik penulis dan Greeneration Foundation dapat mempublikasikan hasil tulisan pemenang juara 1 sampai 3 dengan mencantumkan nama penulis. Tulisan yang tidak juara juga memiliki kesempatan untuk dipublikasikan di masa depan degan insentif yang bisa didiskusikan kemudian
  • Hasil dari penilaian adalah keputusan panitia yang mempertimbangkan
  • Penilaian reviewer tidak bisa diganggu gugat

Hadiah dan Apresiasi

Juara 1:

  • Uang sebesar Rp 1.500.000
  • Souvenir Citarum Repair

Juara 2:

  • Uang sebesar Rp 1.000.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Juara 3:

  • Uang sebesar Rp 500.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Teknis Pengumpulan

    • Kirimkan hasil tulisan disertai kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar) ke email info@greeneration.org
    • Subjek email: CR_Kompetisi Menulis_Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris_(Nama Peserta)

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Creative Idea Competition

    Creative Idea Competition

    CREATIVE IDEA COMPETITION

    “Menjawab Tantangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Peningkatan Ekonomi Lokal dan Pengelolaan Sampah Bertanggung jawab“

    Sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia pada tahun 2021, Greeneration Foundation melalui program EcoRanger berkolaborasi bersama Mizuho Bank menggelar kompetisi gagasan program sosial atau wirausaha dengan tema “Menjawab Tantangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab”.

    Total apresiasi 7,5 juta rupiah menanti para pemikir kreatif. Ayo tunjukan karyamu dan jadilah pemenang!

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Live Sharing Session EcoRanger X MallSampah

    Live Sharing Session EcoRanger X MallSampah

    If that doesn’t work (or you can’t find SiteOrigin Page Builder), I suspect you’re not using our Page Builder. Can you please send me a screenshot of the page builder? Please note that we’re currently unable to process attachments at this time so you’ll need to upload the screenshot to a third party image hosting site like Imgur or vgy.me.

    Menurut data Economic Intelligence Unit tahun 2018 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia sebagai penghasil sampah makanan. Setidaknya setiap orang di Indonesia menghasilkan sampah makanan sebesar 300 kilogram setiap tahunnya. Ditambah lagi, kegiatan konsumsi produksi dan konsumsi manusia tidak bisa berhenti. Badan Pangan Dunia atau FAO sendiri menyatakan bahwa sampah makanan tidak bisa menjadi 0, melainkan dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu, isu food waste menjadi salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama.

    Permasalahan food waste ini menjadi penting dibahas tidak hanya dari satu sudut pandang keilmuan saja. Salah satu disiplin ilmu yang melihat isu food waste adalah psikologi. Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Keberadaan psikologi dalam isu lingkungan lebih cenderung melihat faktor apa saja dari diri manusia yang berkontribusi dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya itu, psikologi juga berkontribusi memberikan alternatif solusi kepada manusia dalam menjaga keseimbangan alam melalui eksperimen lab dan sosial.

    Pada diskusi 60 menit melalui instagram live yang dipandu oleh Firda (Communication Officer Mall Sampah) juga membahas solusi pencegahan dan penanganan sampah makanan. Dimas menuturkan bahwa ilmu psikologi juga mampu memberikan alternatif pencegahan sampah makanan. Misalnya, pemberian poster yang mengaktifkan norma sosial, manipulasi ukuran piring dalam kegiatan prasmanan, dan sebagainya. Sedangkan dalam upaya penanganan, praktik baik seperti mengompos dapat terus digaungkan sebagai sebuah kebiasaan. Semangat pencegahan dan penanganan food waste yang humanis ini juga menjadi salah satu agenda utama dalam program ecoranger di beberapa kota di Indonesia. Dari diskusi ini diharapkan program-program ecoranger dapat melibatkan disiplin ilmu psikologi dalam menanggulangi masalah-masalah lingkungan yang dihasilkan oleh manusia.

    Referensi Artikel :

    Economic Intelligence Unit. (2018). Food sustainability index. diakses dari https://foodsustainability.eiu.com/food-loss-and-waste/

    Prasetyo, D. T. (2019). Faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang berperilaku food waste di pesta pernikahan?. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 6(02), 87-92.

    Stöckli, S., Dorn, M., & Liechti, S. (2018). Normative prompts reduce consumer food waste in restaurants. Waste management, 77, 532-536

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Peringati #PESAN2020, Greeneration Foundation Luncurkan BEBASSAMPAH.ID (Portal Informasi dan Wadah Kolaborasi Persampahan Nasional)

    Peringati #PESAN2020, Greeneration Foundation Luncurkan BEBASSAMPAH.ID (Portal Informasi dan Wadah Kolaborasi Persampahan Nasional)

    KOTA CIMAHI, GREENERATION FOUNDATION – Peserta kegiatan Community & Media Gathering PESAN 2020 di Eks TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (21/02/20)

    Tanggal 21 Januari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh tragedi meledaknya TPA Leuwigajah di Cimahi, Jawa Barat pada tanggal yang sama di tahun 2005. Tragedi ini telah menewaskan 143 warga, mengubur 71 rumah serta 2 kampung yaitu Kampung Cilimus dan Gunung Aki. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati kejadian tersebut, Greeneration Foundation berkolaborasi dengan NEMnov Foundation, Get Plastic ID dan masyarakat adat Kampung Cirendeu Leuwigajah untuk menginisiasi kegiatan Community & Media Gathering, yang merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PESAN (Peduli Sampah Nasional) 2020.

    Kegiatan ini dibuka oleh Vannesa Letizia sebagai Direktur Eksekutif Greeneration Foundation, lalu dilanjutkan oleh sesi diskusi mengenai gerakan dan advokasi tata kelola sampah bersama Ibu Tini Martini Tapran sebagai dewan relawan nasional Bergerak Indonesia Bebas Sampah (BIBS) dan Ibu Ria Ismaria sebagai koordinator Forum Bandung Juara Bebas Sampah. Dalam kegiatan ini, Greeneration Foundation juga berkesempatan untuk meluncurkan Bebas Sampah ID (BSID).

    Andre Prasetyo, selaku program manager BSID, menjelaskan bahwa BSID merupakan suatu platform nasional yang bertujuan untuk menghubungkan dan menggerakan para pemangku kepentingan untuk berperan serta dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah. Hal ini dilakukan melalui pemetaan aset persampahan sebagai solusi pengelolaan persampahan dan pemetaan aktor-aktor peduli persampahan yang telah bergerak ke dalam Bergerak Indonesia Bebas Sampah (BIBS). Platform ini juga diharapkan dapat menjadi pusat informasi mengenai tata kelola sampah dan dapat mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di setiap daerah. Saat ini, platform BSID sudah bisa diakses melalui BebasSampah.ID dan dapat digunakan oleh masyarakat umum yang ingin turut berkontribusi dalam isu persampahan.

    Setelah kegiatan peluncuran BSID, terdapat sesi diskusi tanya jawab bersama peserta. Kang Yana, selaku aktivis persampahan dan warga sekitar, berpendapat bahwa seharusnya terdapat monumen yang dibangun di Eks TPA Leuwigajah. Hal ini bertujuan untuk memperingati sejarah dan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan korban jiwa.

    Kegiatan ini dihadiri oleh 43 orang, 21 instansi, dan 5 orang perwakilan media. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jawa Barat sebagai Tuan Rumah Jambore IBBS 2020. Selain kegiatan Community & Media Gathering, PESAN 2020 juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan lokakarya pemanfaatan limbah minyak jelantah dari komunitas Perempuan Penyala.

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019

    Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019

    Sebanyak 268 Pegiat Persampahan dari 28 Provinsi di Indonesia hadir dalam Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 yang digelar pada 10-12 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali.

    Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 atau di media sosial dikenal dengan tagar #JamboreIBBS2019 merupakan perhelatan tahun ke-4. Kegiatan ini sekaligus jadi momentum strategis berkumpulnya seluruh pegiat yang peduli terhadap persoalan persampahan di Indonesia demi terwujudnya kekuatan bersama untuk menciptakan berbagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    Sebelumnya, kegiatan berskala Nasional ini berhasil dilaksanakan di Solo, jawa Tengah, pada 2016 dan berhasil mendatangkan 234 peserta dari 22 Provinsi. Hasil dari pelaksanaan Jambore pertama tersebut ialah “13 Isu Persampahan” yang terdiri dari; pendidikan, sampah bercecer, strategi pengurangan sampah, organik, scale and sustainability, teknologi, gerakan dan kampanye, regulasi, kepemimpinan dan kelembagaan, wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, an-organik, pembiayaan, dan penanganan hilir.

    Kemudian pada 2017 berhasil digelar di Aceh dengan jumlah 290 peserta dari 21 Provinsi. Perhelatan kedua ini menghasilkan rencana aksi dan rekomendasi untuk pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 di tiap provinsi. Dan pada 2018 berhasil digelar di Malang, Jawa Timur, serta berhasil menghadirkan 367 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menghasilkan identifikasi tantangan pendanaan/pembiayaan terkait 13 isu persampahan serta rekomendasi aksinya.

    #JamboreIBBS2019 mengangkat tema utama “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Stakeholder untuk Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan di Indonesia”. Isu ini diangkat dan dijadikan tema khusus mengacu pada Pemerintah Indonesia yang telah menetapkan Gerakan 100-0-100 bidang Cipta Karya dengan target penyediaan 100% akses aman air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak pada tahun 2019 melalui RPJMN 2015-2019.

    Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder juga menjadi hal yang penting menuju tercapainya target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 serta target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018.

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019

    Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019

    Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019 merupakan sebuah rangkaian acara kepemudaan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Student Board S1 Universitas Prasetiya Mulya yang bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme generasi muda serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal Indonesia. Pada tahun ini, ICN kembali dengan mengusung tema NOESANTARA “Noesa Satu di antara Kita”. ICN memiliki 3 rangkaian acara besar, yaitu ICN Conference, Food Exhibition, dan ICN Festival.

    Di tahun ini, ICN Food Exhibition & Festival akan diadakan di Mall Living World, Alam Sutera pada tanggal 11 – 14 April 2019. Selain mengundang tenant-tenant berkualitas yang akan menjajakan makanan dan minuman khas Indonesia, acara ini juga akan dimeriahkan oleh mukbang dari sejumlah food blogger, talk show, live music, live mural, orchestra, dan masih banyak lagi. ICN 2019 juga akan mengundang Eclat, Freecoustic, Elisa Jonathan, Chef Andre Oda, Sherly Xu, Oki Rengga, Andanu Prasetyo – CEO Kopi Tuku, dan public figure lainnya.

    Jadi, tunggu apa lagi? Ajak keluarga dan teman-temanmu, dan mari bersama-sama kita ramaikan festival bangsa ini! Kami tunggu kehadiran kalian di Living World, tanggal 11 – 14 April 2019!

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest