Category Archives: Green Info

Foto 1. Penumpang Bus Trans Jakarta Menunggu Bus (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ganti Transportasimu, Harga BBM Naik!

Ganti Transportasimu, Harga BBM Naik!

Foto 1. Penumpang Bus Trans Jakarta Menunggu Bus (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Foto 1. Penumpang Bus Trans Jakarta Menunggu Bus (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Harga BBM naik lagi, masyarakat bisa mengakalinya dengan mengganti moda transportasi. Coba ganti kendaraan bermotor pribadi jadi transportasi umum dan transportasi ramah lingkungan.

 

Generasi Hijau ikut pusing dengan naiknya harga BBM? Sebagai konsumen, kita tidak punya pilihan lain selain mengikuti kebijakan yang berlaku. Tapi, kita tetap bisa menghemat pengeluaran untuk transportasi dengan mengganti moda transportasi. Ini opsi transportasi yang bisa Generasi Hijau gunakan untuk mobilitas sehari-hari.

1. Kereta Api

Foto 2. Situasi di dalam KRL Jogja-Solo (Binti Sholikah / Republika)
Foto 2. Situasi di dalam KRL Jogja-Solo (Binti Sholikah / Republika)

Kereta api bisa jadi pilihan Generasi Hijau yang terdapat layanan kereta api jarak dekat atau dalam kota. Buat kamu yang tinggal di Jakarta ada MRT dan KRL yang jadi salah satu transportasi umum favorit warga yang bebas macet dan terjangkau. Kereta api jarak dekat di Jakarta menawarkan pilihan rute yang banyak untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan warganya. Di Bandung, Yogyakarta, dan Solo juga ada kereta api lokal yang bisa jadi pilihan. Meskipun rutenya belum sebanyak di Jakarta, banyak masyarakat yang bergantung pada kereta api untuk berangkat bekerja maupun sekolah setiap harinya.

 

Antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api membawa dampak baik seperti mengurangi kemacetan, mengurangi jumlah kendaraan bermotor, dan membatasi emisi karbon yang dihasilkan. Meskipun berdampak baik, sayangnya layanan kereta api jarak dekat belum merata terdapat di seluruh Indonesia. Saat ini hanya sebagian kota besar di Pulau Jawa saja yang baru bisa menikmati layanan ini.

2. Bus Trans Kota

Foto 3. Transportasi Umum Trans Metro Pekanbaru (John Veerkamp)
Foto 3. Transportasi Umum Trans Metro Pekanbaru (John Veerkamp)

Bus Trans Kota bisa jadi transportasi umum pilihan Generasi Hijau di lebih banyak wilayah di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, Layanan ini juga sudah tersedia di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua, Maluku, NTT, dan NTB. Sama seperti kereta api, bus ini harganya sangat terjangkau. Bus ini banyak digunakan oleh siswa, karyawan, dan masyarakat umum lainnya. Masyarakat memilih transportasi ini karena mudah dijangkau, nyaman dan keamanannya cukup baik, dan dapat diakses oleh warga yang jarak dari tempat tinggal ke kota cukup jauh. Beberapa bus trans seperti di Jakarta memiliki jalur khusus sehingga bisa menghindari kemacetan. Namun, di wilayah lainnya di Indonesia, tidak semuanya memiliki jalur khusus. Sehingga, jika jalanan macet, juga akan berdampak pada perjalanan bus.

3. Transportasi Umum Tradisional

Foto 4. Penumpang Becak Kawasan Malioboro (Rahman / Gudeg.net)
Foto 4. Penumpang Becak Kawasan Malioboro (Rahman / Gudeg.net)

Ada yang unik di Indonesia yaitu, kita masih memiliki moda transportasi umum tradisional. Becak, angkot, dan delman jadi transportasi umum yang masih eksis hingga sekarang. Menariknya, transportasi umum tradisional tak hanya jadi kebutuhan transportasi sehari-hari, banyak yang menggunakannya sebagai atraksi wisata. Tentunya ini memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan merasakan naik transportasi tradisional yang belum tentu ada di wilayah tempat tinggalnya. 

 

Transportasi tradisional punya banyak fungsi. Selain jadi atraksi wisata, transportasi tradisional juga bisa dimanfaatkan sebagai alat angkut barang. Oleh karena itu, moda ini juga sangat mudah ditemukan di area pasar yang banyak membutuhkan angkutan barang.

4. Sepeda

Foto 5. Bersepeda di Kisaran Kota (Arif Saputra / detik.com)
Foto 5. Bersepeda di Kisaran Kota (Arif Saputra / detik.com)

Sepeda bisa jadi opsi kendaraan pribadi yang Generasi Hijau gunakan untuk menggantikan kendaraan bermotor. Kamu bisa menggunakan sepeda untuk mobilisasi ke kantor, sekolah, pasar, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan. Bepergian menggunakan sepeda membuatmu tidak harus merogoh kocek untuk membeli bensin. Selain itu, sepeda juga jadi kendaraan yang sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas karbon. 

 

Membangun kebiasaan bersepeda juga bisa membantu Generasi Hijau untuk tetap sehat dengan olahraga. Bahkan, sejak pandemi Covid-19, bersepeda sempat jadi trend olahraga yang digemari sejuta umat. Banyak orang-orang yang membagikan momen bersepeda membuat tren makin tersebar luas. Tentunya, tren ini jadi momentum baik untuk membiasakan masyarakat menggunakan sepeda lagi. Jika tidak digunakan untuk transportasi jarak jauh, setidaknya sepeda bisa jadi andalan untuk mobilitas dekat. 

5. Jalan Kaki

Foto 6. Karyawan di Jakarta Berjalan Kaki Menuju Kantor (Ramdani / Media Indonesia)
Foto 6. Karyawan di Jakarta Berjalan Kaki Menuju Kantor (Ramdani / Media Indonesia)

Untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, Generasi Hijau bisa mengandalkan kaki sendiri untuk mobilisasi. Jalan kaki jadi solusi paling mudah dan instan. Meskipun jalan kaki bukan jadi solusi paling nyaman untuk mengakses tempat tujuan yang tidak dekat dari tempat tinggal, Jalan kaki bisa memberikan banyak manfaat. Dengan berjalan kaki, kamu bisa menghemat pengeluaran bensin, berolahraga biar tetap sehat, dan berkontribusi mengurangi polusi serta kemacetan. Meskipun belum jadi budaya masyarakat Indonesia, kamu bisa lho memulai langkah lebih awal untuk kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Biar jalan kaki kamu tetap menyenangkan, kamu bisa jalan kaki sambil mengobrol dengan teman, mendengar musik, dan mengamati hal yang ada disekitar jalan yang kamu lewati. 

 

Nah itu dia jawaban dari masalah kenaikan harga BBM yang memberatkan banyak pihak. Meskipun kita semua masih belum benar-benar bisa lepas dari ketergantungan energi fosil, setidaknya kita bisa mulai membiasakan diri dengan menggunakan transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki untuk melancarkan mobilitas tanpa membebani lingkungan. Pemerintah juga perlu memaksimalkan pembangunan fasilitas transportasi umum yang saat ini masih kurang memadai. 

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Antrian BBM Menjelang Kenaikan Harga BBM (pelitakarawang.com)

Ketahanan Energi Indonesia

Foto 1. Antrian BBM Menjelang Kenaikan Harga BBM (pelitakarawang.com)
Foto 1. Antrian BBM Menjelang Kenaikan Harga BBM (pelitakarawang.com)

Ketahanan energi Indonesia turut terancam akibat naiknya harga BBM. Peralihan ke energi terbarukan jadi solusi urgent yang lebih berkelanjutan.

 

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Saat ini harga pertalite mencapai Rp10.000 per liter, solar Rp. 6.800 per liter, dan pertamax Rp14.500 per liter. Hal ini memicu protes dari masyarakat yang semakin terhimpit inflasi. Akibatnya, masyarakat melakukan unjuk rasa di sejumlah daerah, salah satunya di gedung DPR RI. Masyarakat menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Lalu, adakah hubungannya antara kenaikan harga BBM dan ketahanan energi?

Potensi Energi Indonesia untuk Ketahanan Energi

Foto 2. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Media Indonesia)
Foto 2. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Media Indonesia)

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber energi. Baik energi kotor maupun energi bersih, sama-sama punya potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Indonesia memiliki 60 ladang minyak bumi yang sudah beroperasi sejak sekian lama. Selain itu, kita juga memiliki sumber energi batu bara yang mencapai 186 miliar ton jumlahnya.


Sementara itu, potensi energi bersih atau terbarukan tidak kalah mumpuni. Kabar baiknya, pilihannya jauh lebih beragam. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia memiliki potensi energi surya sebanyak 4,80 kWh/m2/hari, angin 3-6 m/det, air 450 MW, dan biomassa sebanyak 50 GW. Bahkan, ada juga energi nuklir yang bisa menghasilkan energi sebesar 3 GW. Energi-energi tersebut menghasilkan satu produk yang sama yaitu listrik.

Ketahanan Energi Saat Ini

Foto 3. Kilang Minyak Pertamina (Humas Pertamina)
Foto 3. Kilang Minyak Pertamina (Humas Pertamina)

Indonesia yang kaya akan sumber energi, ketahanan energinya masih masuk kategori tahan karena memperoleh skor 6.7 dari 10. Meski banyak memiliki sumber energi, lucunya kita masih belum bisa masuk ke kategori sangat tahan. Bagaimana ini bisa terjadi?

 

Perlu Generasi Hijau ketahui, tingkat ketahan energi suatu negara ditentukan oleh 4 faktor yaitu, akses energi (accessibility), ramah lingkungan (acceptability), suplai energi (availability), dan harga yang terjangkau (affordability). Dari keempat faktor tersebut, akses energi dan energi ramah lingkungan masih harus digenjot untuk bisa masuk ke kategori sangat tahan. Saat ini, akses energi masih terbatas dan menghadapi tantangan geopolitik dan geografis. Pengembangan sumber energi yang ramah lingkungan pun masih belum jadi prioritas pemerintah.

 

Kerentanan energi di Indonesia juga dipengaruhi pola konsumsi masyarakat dan bisnis energi yang berorientasi ke energi fosil. Masyarakat saat ini masih sangat tergantung dengan energi fosil. Ketergantungan ini timbul salah satunya karena subsidi BBM membuat harga energi lebih terjangkau. Jika yang disubsidi adalah energi terbarukan, bisa saja masyarakat ikut beralih ke energi terbarukan. Sementara itu, bisnis minyak dan gas masih sangat menguntungkan dan sangat menarik untuk investor. Akibatnya, kebijakan pemerintah masih condong untuk mengembangkan potensi energi fosil.

 

Kenaikan harga BBM di bulan ini tentunya sangat berpengaruh pada ketahanan energi nasional. Masyarakat akan semakin kesulitan untuk mendapat energi yang jadi salah satu faktor penentu indeks ketahanan energi. Semakin rendah daya beli masyarakat, akan menurunkan tingkat ketahanan energi. Di sisi lain, pemerintah tidak punya pilihan selain menaikkan harga karena harga pasar BBM dunia meningkat hingga Rp. 14.450 untuk pertalite. Ketergantungan pada impor energi fosil akan semakin menjerumuskan Indonesia ke masalah BBM seperti ini.

Solusi Ketahanan Energi

Foto 4. Ilustrasi Penggunaan Listrik, Petualangan Banyu (Greeneration Foundation)
Foto 4. Ilustrasi Penggunaan Listrik, Petualangan Banyu (Greeneration Foundation)

Untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia jadi sangat tahan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, kita perlu meningkatkan pasokan energi karena kebutuhan energi akan terus meningkat setiap tahunnya. Untuk meningkatkan pasokan, kita tidak bisa hanya bergantung pada sumber energi minyak bumi dan batu bara yang jumlahnya terbatas. Indonesia butuh solusi yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, transisi menuju energi terbarukan harus segera dilakukan. Untuk mendukung transisi ini, pemerintah, masyarakat, dan industri energi harus bekerja sama untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia, teknologi, modal, dan pasar. Saat ini, pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan sebanyak 23% di tahun 2025. Solusi ini jadi kabar baik keberlanjutan lingkungan yang sudah sekian lama terancam aktivitas produksi energi.

 

Kedua, pemerintah harus melakukan pemerataan akses sumber energi bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, masih banyak wilayah di Indonesia yang masih kesulitan untuk mendapatkan energi terutama di kawasan 3T. Beberapa daerah yang berada di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) adalah Nias, (Sumatera Utara), Pegunungan Arfak (Papua Barat), Alor (NTT), dan masih banyak lagi. Keterbatasan ini jadi momentum bagus untuk menyediakan suplai energi terbarukan yang lebih mudah dijangkau penduduk di kawasan 3T daripada energi fosil. 

 

Ketiga, adalah efisiensi energi. Solusi ini ditujukan untuk kita sebagai konsumen energi. Kita perlu bijak dalam menggunakan energi. Pasokan energi fosil sudah terbatas dan transisi energi membutuhkan waktu tidak sebentar. Efisiensi penggunaan energi jadi solusi penengah agar ketahanan energi tetap terjaga. Efisiensi bisa dilakukan dengan penghematan energi dan menggunakan energi secara tepat guna. Cara kita mengkonsumsi dan memproduksi energi secara berkelanjutan sangat menentukan masa depan ketahanan energi nasional.

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Ilustrasi ESG (Techno Business)

ESG: Strategi Investasi Masa Depan Berkelanjutan

ESG: Strategi Investasi Masa Depan Berkelanjutan

Foto 1. Ilustrasi ESG (Techno Business)
Foto 1. Ilustrasi ESG (Techno Business)

Krisis iklim yang kian memburuk memicu dunia untuk merubah sistem pembangunan yang semula tidak berpihak pada keberlanjutan masa depan bumi menuju sistem pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah Indonesia perlahan turut merubah arah pembangunan ke ranah berkelanjutan setelah Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dengan Menteri Lingkungan dan Iklim Swedia Per Bolund dan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth menandatangani komitmen untuk mengembangkan konsep ekonomi biru di Indonesia. Konsep ini menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Indonesia (RPJPN) 2005-2025. Salah satu pembangunan yang digencarkan adalah sektor bisnis yang memenuhi standar ESG untuk investasi yang berkelanjutan.

Apa Itu ESG?

Foto 2. Poster ESG (Sustainability Academy)
Foto 2. Poster ESG (Sustainability Academy)

Untuk Mewujudkan pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, sektor bisnis memiliki peran penting dalam menerapkan investasi hijau. Investasi hijau diterapkan dengan memenuhi standar Environmental, Social and Governance (ESG). ESG adalah standarisasi yang harus dipenuhi perusahaan untuk menerapkan praktik investasi hijau yang memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas investasi dan operasional perusahaan.

 

Pertumbuhan investasi ESG di Indonesia juga cukup baik karena jumlah produknya bertambah pada tahun 2021 menjadi 15 produk. Ini jauh lebih baik daripada tahun 2016 yang hanya ada satu produk ESG. Pemerintahpun turut menerbitkan obligasi yang terstandarisasi ESG sebanyak 35,2 triliun rupiah untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. 

Kenapa ESG Penting Diterapkan

Foto 3. Ilustrasi Tanaman Bertumbuh (West Papua Diary)
Foto 3. Ilustrasi Tanaman Bertumbuh (West Papua Diary)

Secara garis besar, ESG memberikan keuntungan dari aspek keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan karyawan, dan investasi. Dari aspek lingkungan, perusahaan yang tersertifikasi ESG telah memiliki sistem operasional, rantai pasokan, dan investasi yang memerhatikan dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu mereka turut berkontribusi untuk melakukan pencegahan perubahan iklim, dan pengurangan emisi. 

 

Aspek yang juga mendukung tercapainya ESG adalah kesejahteraan karyawan. Perusahaan yang ingin memperoleh sertifikasi ini harus memastikan kesejahteraan dan perkembangan karyawannya. Oleh karena itu penting untuk memerhatikan hak karyawan, kebijakan kerja, dan fasilitas pengembangan kapasitas.

 

Selain kedua aspek tersebut, tentunya keuntungan investasi jadi target utama bagi perusahaan dan investor. Perusahaan yang telah tersertifikasi ESG dinilai punya stabilitas yang baik dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Ini terjadi karena upaya penanggulangan masalah lingkungan yang dilakukan adalah bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim di masa depan yang berimbas pada bisnis dan investasi. Perusahaan yang tergolong ESG juga memiliki kredibilitas, akuntabilitas, dan inklusivitas yang terpercaya sehingga membuka peluang investasi yang lebih besar. 

Strategi Penerapan ESG

Foto 4. Poster Strategi ESG (Dorothy Neufeld / Visual Capitalist)
Foto 4. Poster Strategi ESG (Dorothy Neufeld / Visual Capitalist)

Untuk menerapkan ESG, perusahaan harus memastikan investasinya bertujuan untuk mengurangi serta memberi manfaat pada dampak lingkungan dan sosial. Tujuan itu direalisasikan dalam 7 strategi investasi ESG yaitu: 

 

  1.   1. Exclusionary: Seleksi bisnis yang berdampak negatif
  2.   2. Best in Class: Seleksi perusahaan ESG dengan berdasarkan rating
  3.   3. ESG Integration: Analisa dan penyesuaian aspek ESG
  4.   4. Sustainability Theme Investment: Investasi pada perusahaan yang membawa isu lingkungan tertentu
  5.   5. Green Bond: Investasi dalam bentuk utang pada proyek hijau
  6.   6. Impact Investment: Investasi yang menargetkan dampak positif secara rigid
  7.   7. Stewardship & Engagement: Pengawasan pengelolaan aspek lingkungan dan sosial antara investor dan perusahaan

 

Dari seluruh praktik tersebut, exclusionary dan ESG integration paling sering diterapkan oleh perusahaan dan investor. Exclusionary banyak digunakan untuk memastikan tujuan investasi tepat sasaran kepada industri yang benar-benar mendukung keberlanjutan lingkungan. Sedangkan ESG integration banyak digunakan karena memberikan keleluasaan kepada manajer investasi untuk melakukan analisis dan penyesuaian strategi investasi yang menguntungkan kedua belah pihak. 

Perusahaan Indonesia Yang Menerapkan ESG

Foto 5. Kantor Kalbe (Kalbe)
Foto 5. Kantor Kalbe (Kalbe)

Turut menerapkan standar ESG, beberapa perusahaan swasta dan pemerintah telah memperoleh index ESG yang baik dari MSCI pada laporan Indonesia ESG Leaders Index. MSCI adalah perusahaan keuangan asal Amerika yang juga bergerak di bidang layanan indeks ESG. Mereka meranking perusahaan yang terindeks ESG dengan strategi Best In Class. PT Bank Central Asia (Perbankan), PT Kalbe Farma (Kesehatan), PT Unilever Indonesia (Produk konsumen) adalah beberapa contoh perusahaan yang telah menerapkan standar ESG. 

 

Penerapan ESG yang memprioritaskan keberlanjutan lingkungan adalah strategi yang bisa diterapkan pelaku industri untuk berinvestasi pada masa depan bumi dan perusahaan. Ini adalah bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang saat ini sedang ditumbuhkan di Indonesia.

 

Investasi untuk masa depan bumi tak hanya bisa dilakukan oleh pelaku industri. Kamu juga bisa terlibat untuk memastikan bumi tetap sehat di masa depan untuk kesejahteraan kamu dan seluruh umat manusia. Klik disini untuk lakukan perubahan!

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Poster Kampanye Zero-waste week (Rebecca / Pinterest)

Kampanye Zero-waste Week untuk Bumi

Kampanye Zero-waste Week untuk Bumi

Foto 1. Poster Kampanye Zero-waste week (Rebecca / Pinterest)
Foto 1. Poster Kampanye Zero-waste week (Rebecca / Pinterest)

Generasi Hijau, saat ini kita sedang ada di minggu peringatan zero-waste week international. Di minggu ini, banyak pegiat lingkungan dan aktivis zero-waste mengkampanyekan penerapan zero-waste lifestyle. Semangat ini digerakkan untuk melindungi bumi dari polusi sampah yang kian memburuk. Ingin tahu lebih jauh tentang zero-waste week? Simak selengkapnya di sini!

Zero-waste Week

Foto 2. Rachel Strauss (House of Strauss)
Foto 2. Rachel Strauss (House of Strauss)

Kampanye zero-waste week dimulai dari kegelisahan Rachelle Strauss yang menjadi korban bencana banjir di Boscastle pada tahun 2004. Ia menyadari kalau banjir yang terjadi di daerahnya juga akibat dari perubahan iklim yang dipicu perilaku manusia yang merusak alam. Sejak saat itu, ia dan keluarganya berusaha mengubah gaya hidupnya jadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia kemudian membuat sebuah website  MyZeroWaste.com. Melalui website tersebut, Rachel membagikan berbagai tips dan informasi menarik tentang zero-waste lifestyle. Lalu, ia mencetuskan kampanye zero-waste week pertama kalinya pada 9-10 September 2008.  


Kampanye ini awalnya fokus untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dalam skala rumah tangga, industri, sekolah dan komunitas dengan cara daur ulang. Kampanye ini diawali dari gerakan akar rumput. Dampak yang diberikan zero-waste week adalah hadirnya berbagai inovasi pengurangan sampah seperti kompos, plastik biodegradable, dan kemasan biodegradable. Berkat kontribusinya lewat zero-waste week, Rachelle memenangkan penghargaan Hot 100 List 2014. Tentunya, mendapat penghargaan bukan tujuan utama Rachelle, ia selalu semangat memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim dengan mengurangi sampah.

Misi Zero-waste Week untuk Bumi

Foto 3. Belanja Tanpa Kantong Plastik (Unimmafm)
Foto 3. Belanja Tanpa Kantong Plastik (Unimmafm)

Berawal dari gerakan sebuah keluarga, kampanye ini meluas hingga ke mancanegara. Berawal dari Inggris, saat ini sudah ada 76 negara yang mengikuti kampanye ini tiap tahunnya. Kampanye ini memiliki misi untuk menyadarkan manusia akan bahaya sampah bagi keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, gagasan zero-waste hadir untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan sehari-hari dengan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. 

 

Kampanye zero-waste ini digalakkan untuk berbagai lini masyarakat. Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku industri. Setiap elemen tersebut memiliki peran penting untuk membangun gaya hidup minim sampah yang bersinergi. 



Ayo Ikuti Kampanye Zero-waste Week!

Foto 4. Toko Nol Sampah (Raisan Al Farisi / ANTARA Foto)

Generasi Hijau juga bisa mengikuti kampanye ini dengan menerapkan beberapa tips sederhana ini untuk kurangi sampah. Untuk mengurangi sampah, pertama kamu bisa menggunakan kemasan guna ulang. Cara ini efektif untuk mengurangi sampah plastik dari bungkus makanan maupun botol minuman. Kamu bisa membawa tumbler dan kotak bekal kemanapun kamu pergi. Kedua, kamu bisa memperpanjang masa penggunaan barang-barang dengan alih fungsi maupun mendonasikan barang yang tidak terpakai. Contohnya, baju bekas yang sudah tak terpakai bisa kamu gunakan untuk kain lap dan yang masih layak pakai bisa kamu donasikan. Ketiga, kamu dapat mendaur ulang sampah organik maupun anorganik yang kamu hasilkan. Sampah anorganik dapat kamu daur ulang dengan membuat ecobrick sedangkan sampah organik bisa didaur ulang jadi kompos maupun eco-enzyme.

 

Banyak sekali cara yang bisa kamu lakukan untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. Bahkan, saat ini kamu juga bisa berkontribusi untuk mengelola sampah yang ada di sungai hingga laut. Caranya mudah saja, kamu bisa mengikuti kampanye #KemanaSampahmu dengan mengisi quiz yang akan menguji pengetahuanmu tentang isu lingkungan. Ikut kuis bisa berkontribusi? Dengan mengikuti quiz, kamu sudah berdonasi sebesar RP 20.000. Donasimu akan digunakan untuk kegiatan River Cleanup. Jadi, tunggu apa lagi? Gabung kuisnya di www.kemanasampahmu.com.

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Wisata Sungai Citarum (tempatwisatabandung.info)

3 Wisata Sungai Citarum Recommended

3 Wisata Sungai Citarum Recommended

Foto 1. Wisata Sungai Citarum (tempatwisatabandung.info)
Foto 1. Wisata Sungai Citarum (tempatwisatabandung.info)

Sungai Citarum adalah aliran air yang mengairi kehidupan masyarakat Jawa Barat. Sungai yang membentang sejauh 270 Km ini adalah sumber penghidupan penting yang menyediakan air untuk konsumsi, pengairan sawah, serta habitat hidup flora dan fauna. Dahulu, Sungai Citarum jadi kesayangan warga Jawa Barat karena airnya yang jernih. Sayangnya, sungai ini sempat mendapat predikat sungai terkotor kedua di dunia. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan adalah pencemaran sampah dan limbah. Saat ini, kondisi Sungai Citarum sudah mulai membaik. Bahkan beberapa destinasi wisata dibuka di sepanjang aliran sungai ini. Pesona wisata alam sungai ini wajib banget Generasi Hijau kunjungi. Ini dia 3 wisata Sungai Citarum yang paling recommended buat kamu! 

Situ Cisanti

Foto 2. Tugu 0 Kilometer Citarum (Harga Tiket)
Foto 2. Tugu 0 Kilometer Citarum (Harga Tiket)

Situ Cisanti  hadir untuk mengawali perjalanan wisata kamu menyusuri Sungai Citarum. Danau ini adalah hulu Sungai Citarum yang akrab disebut Kilometer 0 Citarum. Luas dari danau ini mencapai 5 hektare. Situ Cisanti terletak di Tarumajaya, Kertasari, Kota Bandung. Untuk menuju ke destinasi wisata ini, kamu perlu menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari pusat Kabupaten Bandung. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, danau jadi semakin cantik dan jadi objek wisata.

 

Situ Cisanti menawarkan keindahan pesona alam pegunungan dan hutan eukaliptus yang mengelilinya. Destinasi ini cocok kamu kunjungi untuk sekedar melepas penat dengan nuansa alam yang sejuk. Selain itu kamu bisa mengelilingi danau dengan perahu motor bersama teman dan keluarga. Untuk menikmati destinasi wisata ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 15.000 per orang.

Waduk Saguling

Foto 3. Waduk Saguling Wisata Sungai Citarum (Antara)
Foto 3. Waduk Saguling Wisata Sungai Citarum (Antara)

Tak kalah dari Situ Cisanti, Waduk Saguling juga menawarkan keindahan alam yang memesona. Sama dengan Situ Cisanti, area waduk dikelilingi pegunungan dan hutan yang asri. Keindahan panorama ini jadi buruan pengunjung untuk berfoto. Pengunjung juga bisa berkemah di bantaran waduk untuk menikmati suasana malam dengan langit penuh bintang. Uniknya, di waduk ini terdapat Bunker Batujajar sebagai peninggalan sejarah era kolonial. Bunker ini juga jadi spot foto favorit pengunjung. Jangan lupa, waduk ini memiliki pulau kecil bernama Sirtowo yang juga bisa kamu kunjungi. Untuk Generasi Hijau yang ingin berwisata kuliner, kamu bisa menikmati berbagai hidangan lezat di rumah makan terapung. 

 

Selain jadi area wisata, Waduk Saguling dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan budidaya ikan. PLTA ini mampu menghasilkan 1400 megawatt listrik. PLTA ini menyediakan listrik yang dikonsumsi seluruh warga Jawa Barat. Sementara itu, pengunjung juga bisa belajar tentang budidaya ikan di kolam tambak yang berjejer di tepian waduk. 

Sanghyang Heuleut

Foto 4. Sanghyang Heuleut (Doni Laksono/Instagram)
Foto 4. Sanghyang Heuleut (Doni Laksono/Instagram)

Sanghyang Heuleut adalah danau purba yang terletak di sekitar Waduk Saguling. Selepas mengunjungi Waduk Saguling, pas banget Generasi Hijau mengunjungi danau ini untuk mendapat pengalaman yang berbeda. Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Aliran air yang mengaliri danau ini berasal dari aliran Sungai Citarum Purba. Aliran Sungai Citarum mengalir ke danau dan membentuk air terjun yang menambah keindahan. Pengelola wisata menarik tarif Rp 15.000 saja untuk menikmati wisata di sini. Kawasan wisata ini berlokasi di Kampung Cipanas, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

 

Untuk menikmati keindahan danau, kamu harus sedikit berjuang karena harus trekking selama kurang lebih satu jam. Namun, jerih payah kamu akan terbayar dengan kejernihan dan kesegaran air yang menggoda untuk berenang. Oleh karena itu, pengelola menyediakan persewaan pelampung buat kamu yang ingin mencicipi kesegaran air danau. Kamu yang tidak mau berenang bisa berfoto di sekitaran danau yang dikelilingi panorama tebing dan pegunungan. Satu lagi aktivitas seru yang bisa kamu lakukan disini, eksplor goa tersembunyi! Ya, di sini terdapat dua goa tersembunyi yaitu Goa Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek. 

 

Itulah pesona 3 wisata Sungai Citarum yang sayang untuk dilewatkan. Untuk menjaga keindahannya, kita harus menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem Sungai Citarum. Jangan sampai Sungai ini mendapat julukan terkotor untuk kedua kalinya. Menerapkan perilaku konsumsi dan produksi yang berkelanjutan adalah salah satu solusi yang bisa kita lakukan bersama. Upaya ini juga didukung oleh program Citarum Repair yang berusaha menuntaskan masalah sampah plastik di Sungai Citarum.

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Taman Maju Bersama untuk Jakarta yang Lebih Hijau

Taman Maju Bersama untuk Jakarta yang Lebih Hijau

Foto 1. Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 1. Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Generasi Hijau pasti tahu kalau kota-kota besar di Indonesia saat ini kekurangan ruang terbuka hijau. Ini terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan jadi wilayah industri dan hunian. Kurangnya ruang terbuka hijau berdampak pada kondisi sosial masyarakat serta lingkungan. Akibatnya masyarakat kekurangan tempat untuk berekspresi dan bersosialisasi. Sementara itu, lingkungan kekurangan wilayah resapan air dan polusi. 

 

Fenomena ini juga terjadi di Ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta. Jakarta hanya memiliki 9.2% ruang terbuka hijau dari luasan wilayahnya. Bersama Teman Taman, kami berusaha mencari tahu apa solusi yang ditawarkan pemerintah untuk menyediakan lahan terbuka hijau. Saat ini, pemerintah setempat sedang gencar-gencarnya membangun Taman Maju Bersama (TMB) untuk warga. Inilah cerita kami menyusuri salah satu Taman Maju bersama di Jakarta.

Taman Maju Bersama

Foto 2. Lapangan Futsal Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 2. Lapangan Futsal Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Perkenalan kami dengan TMB dimulai dari menyusuri Taman Delonix. Sebelum kami melanjutkan cerita menarik yang kami temukan di Taman Delonix, Generasi Hijau harus tahu dulu apa itu TMB. Taman Maju Bersama adalah ruang publik tematik yang disediakan pemerintah DKI Jakarta berdasarkan kebutuhan warga. Taman ini dirancang dan dikelola bersama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau. Berbeda dengan taman lainnya, TMB sangat mewadahi aspirasi masyarakat dalam proses pembangunannya, dengan diadakannya focus group discussion dengan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan dari taman. Pemerintah menerapkan strategi ini agar taman yang telah dibangun bisa dimanfaatkan secara aktif dan berguna bagi masyarakat. Strategi ini dinilai lebih efektif untuk menjaga keberlanjutan taman agar tidak terbengkalai. 

 

Saat berkunjung ke Taman Delonix, kami bertemu dengan  Herlina Melinda, atau yang akrab dipanggil Della, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Jalur Hijau Penyempurna Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Beliau menceritakan seluk beluk Taman Maju Bersama sebagai salah satu program  yang digalakkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Pemerintah memiliki target untuk membangun 261 TMB pada tahun 2018-2022. Saat ini, TMB bisa ditemukan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Dalam pembangunannya, selain masyarakat, Dinas Pertamanan juga melibatkan lembaga lain. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Kelurahan, dan kontraktor swasta bersinergi bersama untuk membangun taman, ujar Della. 

 

Sembari berbincang dengan  Della, kami berkeliling taman menikmati suasana yang asri. Taman Delonix menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung aktivitas warga. Contohnya, pos jaga, mushola, toilet, taman bermain anak, outdoor fitness, dan jogging track. Bu Della menceritakan bahwa fasilitas yang kami lihat itu adalah fasilitas standar TMB. Menariknya, warga yang punya kegiatan komunitas tertentu bisa menambahkan fasilitas sesuai kegiatan komunitasnya. 

Taman Mengharmoniskan Manusia dan Alam

Foto 3. Pengunjung Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 3. Pengunjung Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Della bertutur bahwa TMB tidak hanya memfasilitasi warga dengan berbagai fasilitas. TMB juga punya misi untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Desain taman dibuat untuk menjadi wilayah resapan air dan polusi udara. Desain yang mementingkan aspek ekologis ini bertujuan untuk mencegah banjir dan mengurangi polusi udara. Oleh karena itu, taman ini memiliki banyak area hijau yang menyejukkan dan asri. Konsep ekologis ini dituangkan dalam desain jejaring hijau biru. Jejaring hijau biru adalah konsep pemanfaatan lahan sebagai ruang terbuka hijau dan wilayah resapan air.

Perawatan Taman Maju Bersama

Foto 4. Sasana Asri Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Untuk menjaga taman tetap terawat dan nyaman dikunjungi, pemerintah mempekerjakan petugas taman. Petugas memiliki tanggung jawab untuk membersihkan taman, memangkas rumput, serta menyiram dan memupuk tanaman. Banyaknya petugas disesuaikan dengan luas taman. Khusus di taman Delonix, terdapat 7-9 orang petugas taman. 

 

Selain petugas taman yang menjaga taman, pengunjung juga memiliki tanggung jawab yang sama. Pengunjung diwajibkan untuk membuang sampah pada tempat sampah. Beberapa pengunjung sudah memiliki awareness yang bagus untuk membuang sampah pada tempatnya. Akan tetapi, masih saja ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Selama ini, masyarakat yang membuang sampah sembarangan mendapat teguran dari petugas.

 

Masih berkaitan dengan sampah, sampah yang terkumpul di Taman Delonix dan TMB lainnya masih dikelola dengan cara konvensional. Sampah dikumpulkan dan diangkut oleh truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup. Selanjutnya, sampah dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Alangkah baiknya jika kedepannya TMB juga didukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sosok Setia Pengelola Taman

Foto 5. Suryadi Petugas Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 5. Suryadi Petugas Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Selain ngobrol dengan  Della, kami pun berbincang dengan Suryadi. Beliau adalah salah satu petugas Taman  Delonix. Sehari-hari, Suryadi bertugas untuk merawat taman dengan membersihkan taman dan memangkas rumput yang sudah panjang. Beliau telah bertugas di Taman Delonix sejak 2021. Selama menjadi petugas taman, Suryadi menghadapi berbagai tantangan seperti banjir hingga ketidak tertiban masyarakat. Meskipun begitu, beliau tetap menjalankan pekerjaannya dengan senang hati dan tulus. 

 

Suryadi juga sangat senang karena sejak pandemi Covid-19 mulai melandai, banyak masyarakat yang antusias berkegiatan di taman. Pengunjung paling ramai biasanya pada saat libur. Alhamdulillah sekarang sudah banyak masyarakat yang datang. Mereka jenuh harus isolasi mandiri di rumah terus. Bahkan waktu hari libur pengunjung nya bisa lebih dari 50 orang,” ujar Suryadi. Biasanya pengunjung Taman Delonix menghabiskan waktu di taman untuk olahraga, piknik, bermain, dan membuat konten media sosial.

 

Setelah kami menyusuri Taman Delonix dan berbagi cerita bersama Della dan Suryadi, kami jadi tahu bahwa kebutuhan masyarakat kota akan ruang terbuka hijau cukup krusial. Taman ternyata punya peran penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, menyediakan ruang bersosialisasi, sarana hiburan, dan fungsi ekologis. Satu hal yang unik dari Taman Maju Bersama, peran setiap orang sangat berharga untuk menghidupkan taman. Mulai dari masyarakat, petugas taman seperti Suryadi, dan Pemerintah seperti  Della. 

 

Artikel ini adalah bagian dari kolaborasi Greeneration Foundation dan Teman Taman

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Masalah Sampah Jakarta (Net)

Masalah Sampah di Jakarta Akan Tuntas

Masalah Sampah di Jakarta Akan Tuntas

Foto 1. Masalah Sampah Jakarta (Net)
Foto 1. Masalah Sampah Jakarta (Net)

Masih dalam nuansa #MerdekaHijau, cerita kali ini ingin menyoroti masalah sampah di Ibukota Indonesia, DKI Jakarta. Masalah sampah di Jakarta jadi salah satu yang terburuk di Indonesia. Bagaimana bisa terjadi? Semuanya pasti berkaitan dengan padatnya penduduk, perilaku masyarakat, dan ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah. Seperti apa kondisi masalah sampah di Jakarta saat ini? 

Masalah Sampah di Jakarta

Foto 2. Tumpukan Sampah di Monas (Dasril Roszandi / Tempo)
Foto 2. Tumpukan Sampah di Monas (Dasril Roszandi / Tempo)

DKI Jakarta tengah diserang berbagai permasalahan lingkungan. Mulai dari banyaknya sampah yang dihasilkan hingga polusi udara yang belakangan hangat dibicarakan. Khusus berbicara tentang permasalahan sampah, Jakarta telah menghadapi masalah ini sejak namanya masih disebut Batavia. Ratusan tahun masalah ini ada dan tak kunjung tertangani. 

 

Pada tahun 2020, jumlah sampah yang dihasilkan warga jakarta mencapai 8.3 ton per hari. Sampah yang terbanyak adalah sampah organik dengan persentase 49.7%. Untuk menangani jumlah sampah tersebut, Jakarta masih menggunakan open dumping dan pembakaran sampah sebagai metode utama. Untuk proses daur ulang sudah mulai dilakukan walaupun persentasenya masih rendah.  

 

Masalah sampah di jakarta juga sudah menjadi polemik sejak jaman kolonial. Saat itu, pemerintah Batavia kewalahan menangani masalah sampah yang mencemari sungai. Ini terjadi karena masyarakat masih membuang sampah ke sungai. Selain ke sungai, masyarakat juga membakar sampahnya. Itu dilakukan karena tidak ada fasilitas yang memadai untuk mengumpulkan dan mengelola sampah. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Maatsuyker hadir solusi menyediakan bak sampah di bantaran sungai. Sampah yang terkumpul lalu diangkut oleh perahu.

Solusi Saat Ini

Foto 3. Larangan Penggunaan Kantong Plastik (Puspa Perwitasari / Antarafoto)
Foto 3. Larangan Penggunaan Kantong Plastik (Puspa Perwitasari / Antarafoto)

Untuk mengatasi masalah sampah di DKI Jakarta, pemerintah provinsi telah mengeluarkan kebijakan pengelolaan sampah. Salah satu kebijakan diatur dalam Peraturan Gubernur No. 108 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Untuk menjangkau ranah industri, juga terdapat regulasi yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan. 

 

Contoh penerapan dari kebijakan-kebijakan tersebut adalah dengan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di minimarket dan supermarket. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan untuk daur ulang sampah organik dengan maggot. Untuk pembenahan sistem sendiri masih belum signifikan. Sistem masih menerapkan alur pembuangan, pengangkutan, dan pemrosesan sampah di TPA.

DRS Hadirkan Solusi Lewat Edukasi Masyarakat

Foto 4. Penyuluhan Masyarakat DRS (Greeneration Foundation)
Foto 4. Penyuluhan Masyarakat DRS (Greeneration Foundation)

Merespon permasalahan sistem pengelolaan sampah pemerintah DKI Jakarta, Driving Refill Solution (DRS), P4G, dan Siklus berkolaborasi untuk memicu kebiasaan mengelola sampah dari rumah. Langkah ini diambil mengingat pentingnya untuk menekan laju produksi sampah dari sumber masalahnya. Kolaborasi ini memfasilitasi masyarakat DKI Jakarta untuk mengurangi konsumsi produk kemasan sekali pakai.

 

Agar masyarakat bisa mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, DRS melakukan serangkaian kegiatan edukasi seperti penyuluhan kelompok maupun individu. Salah satu program Greeneration Foundation ini berbagi wawasan tentang pengelolaan sampah bertanggung jawab. Sejak 2020, sudah ada sekitar 1700 orang di 13 kelurahan Jabodetabek yang kini lebih tahu cara mengurang dan mengelola sampah secara mandiri.

 

Untuk mendukung kebiasaan isi ulang warga, Siklus membantu menyediakan layanan isi ulang kebutuhan rumah tangga. Layanan ini memberikan fasilitas pada warga untuk isi ulang sabun, minyak, sampo, dan kebutuhan lainnya. Solusi ini jauh lebih praktis dan ramah lingkungan karena pengguna cukup memesan kebutuhannya lewat aplikasi.

 

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus menerapkan wawasannya dan mewujudkannya jadi kebiasaan baik. Kolaborasi ini jadi wujud nyata penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan. Solusi ini memberikan titik cerah bagi masa depan penanganan sampah DKI Jakarta yang lebih baik. Kamu juga bisa mendukung upaya untuk kurang sampah plastik di sini.

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Perayaan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Pinterest)

17 Agustus 2022: Merdeka Hijau

17 Agustus 2022: Merdeka Hijau

Foto 1. Perayaan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Pinterest)
Foto 1. Perayaan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Pinterest)

Generasi Hijau, hanya dalam beberapa hari lagi kita akan memperingati HUT RI Ke-77! Tahun ini tema yang diangkat adalah “pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”. Di peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945, kita kembali menilik kondisi lingkungan bumi pertiwi. Seperti yang kita bahas sebelumnya di artikel ini, nyatanya permasalahan lingkungan kian memburuk. Ini jadi momen untuk menyuarakan lagi dan lagi pentingnya menjaga bumi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Gaya hidup ini bisa diterapkan dalam menjalankan tradisi peringatan kemerdekaan. Ini dia tips 17 Agustus ramah lingkungan!

1. Menggunakan Bendera Berbahan Kain

Foto 2. Bendera Merah Putih Berbahan Kain (Garry Lotulung / Kompas.com)
Foto 2. Bendera Merah Putih Berbahan Kain (Garry Lotulung / Kompas.com)

Setiap menjelang hari kemerdekaan, warga indonesia selalu memasang bendera merah putih di depan rumah. Hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih. Tak hanya dipasang di tiang rumah, bendera merah putih juga jadi dekorasi utama lingkungan sekitar. Sayangnya, bendera yang menjadi dekorasi seringkali berbahan plastik. Tentunya ini jadi masalah karena hanya sekali pakai dan tidak tahan lama. 

 

Buat Generasi Hijau yang ingin membuat dekorasi kemerdekaan ramah lingkungan, pakailah bendera kain. Meskipun harganya lebih mahal, setidaknya kamu dan warga sekitarmu bisa menggunakannya berulang kali tiap tahun. Bendera kain jauh lebih kuat dan tahan lama. 

2. Menyajikan Hidangan Tanpa Kemasan Plastik Sekali Pakai

Foto 3. Tirakatan Menyambut HUT RI (Ferli Achirulli Kamaruddin / Dreamstime)
Foto 3. Tirakatan Menyambut HUT RI (Ferli Achirulli Kamaruddin / Dreamstime)

Merayakan hari ulang tahun tak lengkap rasanya kalau tidak ada acara makan bersama. Acara ini juga jadi agenda wajib peringatan 17 Agustus. Biasanya, acara makan bersama diselenggarakan satu hari sebelumnya yang disebut tirakatan. Acara ini juga dilakukan saat hari H. Saat makan bersama, berbagai makanan khas Indonesia yang lezat tersaji untuk dinikmati bersama. Ini juga merupakan wujud syukur atas berkah kemerdekaan.

 

Jika lingkungan sekitar Generasi Hijau mengadakan acara makan bersama, kamu bisa menyarankan untuk menggunakan alat makan minim sampah seperti piring dan gelas kaca, sendok aluminium, tampah, serbet dan menyediakan air minum isi ulang. Cara ini sangat berguna untuk mencegah timbulan sampah plastik dan kertas. Pastikan juga porsi makanan yang tersedia cukup dan tidak berlebih. Jika berlebih, bisa dibagikan ke warga yang membutuhkan. 

3. Mengadakan Lomba Kebersihan

Foto 4. Gotong Royong (rri.co.id)
Foto 4. Gotong Royong (rri.co.id)

Mengadakan lomba kebersihan atau gotong royong bisa jadi pilihan aktivitas seru di hari kemerdekaan. Budaya gotong royong masih melekat di Indonesia. Umumnya kegiatan ini dilakukan menjelang kemerdekaan. Biar lebih seru dan semangat, gotong royong bisa jadi salah satu lomba 17 agustusan. Selain menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, kegiatan ini juga bagus untuk mempererat persaudaraan.

4. Membungkus Hadiah dengan Kertas Bekas

Foto 5. Kado Berbungkus Koran Bekas (Bisikan.com)
Foto 5. Kado Berbungkus Koran Bekas (Bisikan.com)

Selain gotong royong, peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 juga akrab dengan perlombaan tradisional. Mulai dari makan kerupuk, sendok kelereng, masukkan paku dalam botol, tarik tambang, hingga panjat pinang. Kita semua pasti pernah mengikutinya. Biasanya, pemenang lomba akan mendapatkan hadiah atas kemenangannya. 

 

Agar perayaan 17 Agustusan minim sampah, hadiah bisa dibungkus menggunakan kertas atau koran bekas. Dengan memanfaatkan barang bekas, panitia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membungkus hadiah. Selain itu, memanfaatkan barang bekas juga baik untuk mengurangi sampah.

5. Memberi Hadiah Sustainable Kit

Foto 6. Sustainable Kit (Renaud Vejus / Dreamstime)
Foto 6. Sustainable Kit (Renaud Vejus / Dreamstime)

Selain membungkus hadiah dengan kertas bekas, panitia perayaan 17 Agustusan  juga dapat memberikan hadiah berupa sustainable kit. Hadiah yang diberikan seperti sedotan bambu atau stainless steal, tas belanja ramah lingkungan, kotak bekal, botol minum, loaf, dan sabun organik. Lewat pemberian hadiah tersebut, kamu juga bisa mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan

 

Alhasil, wawasan warga sekitarmu tentang pentingnya menjaga lingkungan akan bertambah. Hadiah ini bisa jadi modal mereka untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

6. Mengabadikan Momen Kemerdekaan Ramah Lingkungan

Foto 7. Video Dokumentasi Peringatan HUT RI Benda Baru Pamulang (Youtube)
Foto 7. Video Dokumentasi Peringatan HUT RI Benda Baru Pamulang (Youtube)

Saat memperingati kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2022 nanti, pasti banyak generasi muda yang membagikan momen kemerdekaan di media sosial. Buat Generasi Hijau yang sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam perayaan kemerdekaan, jangan lupa abadikan momen #MerdekaHijau kamu! Sebarkan juga semangat #MerdekaHijau ke pengikut media sosial kamu. Kamu bisa membuat konten instagram story, feed, reels, video tiktok, bahkan konten YouTube. Media sosial adalah wahana yang paling ampuh untuk menyebarluaskan awareness. Sebagai generasi digital, manfaatkan media sosial untuk menebar kebaikan bagi masa depan bumi dan Indonesia!

7. Melakukan Kampanye Menjaga Bumi Pertiwi

Foto 8. Kampanye Bersih Pantai HUT RI EcoRanger (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)
Foto 8. Kampanye Bersih Pantai HUT RI EcoRanger (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)

Pada momen kemerdekaan ini, penting untuk kita menggencarkan lagi kampanye untuk selamatkan lingkungan. Kampanye bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi, bergotong royong, kampanye media sosial, hingga mengadakan kegiatan restorasi lingkungan tertentu. Kampanye ini sebaiknya dilakukan dan dikelola berkelompok agar dampaknya semakin besar. Melalui kampanye selamatkan lingkungan, Kamu dan kelompok warga sekitarmu bisa belajar dan beraksi bersama untuk memulihkan bumi.

 

Itu dia tips rayakan kemerdekaan ramah lingkungan yang bisa Generasi Hijau terapkan. Di usia Indonesia yang akan menginjak 77 tahun ini, ayo jadi bagian dari #MerdekaHijau dengan mendukung penerapan konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Kamu juga bisa berkolaborasi dengan kami di sini untuk mengupayakan Indonesia bebas sampah. 

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Foto 1. Batavia Digenangi Banjir (Tropenmuseum)

4 Masalah Lingkungan Dari Jaman Kolonial