Category Archives: Press Release

HUT – RI

HUT – RI

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73! Yuk Rayakan Hari Kemerdekaan Dengan Cara Ini

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat sesuatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun – (Soekarno)

Hari Kemerdekaan Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi awal baru. Para pejuang pada waktu itu dengan berani memperjuangkan merebut kemerdekaan Indonesia dan kita pada saat ini bertugas untuk melanjutkan kemerdekaan tersebut.

Bukan hanya melawan penjajah yang disebut sebagai pahlawan tetapi bagi mereka yang juga berjuang dengan berani untuk memajukan NKRI. Bagaimana caranya ? Mari kita mulai dengan cara yang mudah yaitu dengan menjaga lingkungan. Saat ini Indonesia sedang mengalami permasalahan lingkungan hidup yang sangat serius. Mulai dari permasalahan sampah yang menumpuk hingga kerusakan hutan. Kamu bisa memulai menjaga lingkungan sekitar kamu dengan cara yang mudah. Memilah dan membuang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan barang-barang plastik, menghemat pemakaian listrik, menggunakan transportasi umum, dan lainnya. Dengan tindakan kecil yang kamu lakukan tentu sangat membantu kelangsungan lingkungan hidup di Indonesia kita tercinta.

Ayo! Jangan malu untuk mulai bertindak. Jadilah pahlawan untuk lingkungan hidup yang lebih baik. Selamat Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia. Merdeka!

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Hari Pramuka

Hari Pramuka

Hai Generasi Hijau!

Apa yang kamu bayangkan jika Bulan Agustus tiba, selain Hari Kemerdekaan pastinya? Ya di bulan Agustus pun lekat dengan “Hari Pramuka Sedunia” nya. Ada yang tau tepatnya tanggal berapa?

Hari Pramuka merupakan hari yang diperingati setiap tahun oleh seluruh Pramuka Indonesia pada tanggal 14 Agustus. Tujuannya untuk mengingatkan kembali pada “tujuan dan fungsi” adanya gerakan pramuka ini.

Secara resminya gerakan pramuka dimulai pada tanggal 20 Mei 1961, yang ditandai dengan ditandatanganinya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, namun dipilhnya 14 Agustus kaeran pada tangga tersebut ditahun 1961 diselenggarakannya pawai secara besar-besaran dari gerakan pramuka untuk pertamakkalinya di Indonesia.

Menurut laman resmi Pramuka Indonesia, mengenal sejarah pendidikan kepramukaan tidak dapat lepas dari hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia yaitu Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Hal ini disebabkan pengalama beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. pembina remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.

Pada awal tahun 1908, Baden Powell memulai menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scounting For Boys”. Seiring dengan cepatnya tersebar buku tersebut di Inggris dan negara-negara lainnya kemudian berdirilah Organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

Kepramukaan ini sangat cepat menyebar termasuk ke negara Belanda, bisa dikatakan bahwa Belanda lah yang membawa masuk gerakan ini ke Indoensia. Pada saat penjajahan Belanda, di Indonesia mereka mendirikan organisasi kepramukaan dengan istilah NIPV yang dikhususkan bagi anak-anak Belanda. Lalu mulai lah tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia pun membentuk organisasi kepramukaan “pribumi”.

Seiring berjalannya waktu hingga mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah mulai melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.

Lalu tepatnya pada tanggal 20 Mei 1961, Kepres menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang.

Nah Generasi Hijau, kegiatan Kepramukaan ini bisa jadi salah satu organisasi positif yang bisa kita ikuti, selain menambah kemandiran, aktivitas kepramukaan ini mengajarkan kita selalu untuk dekat dan mencintai alam.

Nah Generasi Hijau, kegiatan Kepramukaan ini bisa jadi salah satu organisasi positif yang bisa kita ikuti, selain menambah kemandiran, aktivitas kepramukaan ini mengajarkan kita selalu untuk dekat dan mencintai alam.

Selamat mengikuti 😁

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Mikroplastik Mengancam Makhluk Hidup

Mikroplastik Mengancam Makhluk Hidup

Hai Generasi Hijau!

Sudah tau kan Apa Itu Mikroplastik? atau mungkin beberapa diantara kalian masih ada yang belum tau efek dan bahayanya bagi manusia ataupun hewan-hewan sekitar karena pemberitaan yang sedikit terkait Mikroplastik ini?

Berikut kami rangkum informasi dan pemberitaan terkait Mikroplastik yang mengancam Makhluk Hidup:

  1. Tahun 2012, Coelacanth yang merupakan salah satu jenis ikan langka yang berasa dari Sulawesi Utara ditemukan mati dan setelah di bedah ditemukan banyak sampah plastik di dalam tubuhnya.
  2. Tahun 2015, Cemaran mikroplasik pun ditemukan dalam penccernaan ikan dan kerang yang dijual ditempat pelelangan ikan terbesar di makassar, Sulawesi Selatan. Disebutkan sepertiga sampel atau 28 persennya mengandung mikroplastik, ada 76 ikan yang diteliti kandungan mikroplastiknya dari 11 jenis ikan berbeda.
  3. Tahun 2013, Menurut data yang di laporkan Ekspedisi Widya Nusantara LIPI hewan laut yang terbelit dan memakan sampah hingga saat ini setidaknya sudah mencapai 267 spesies di seluruh dunia.
  4. Tahun 2016, pada hasil penelitian di lakukan oleh Dian dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Kandungan Mikroplastik Pada Pasir dan Ikan demersal: kakap dan kerapu di pantai Ancol, Palabuhanratu dan labuan“, jenis mikroplastik yang paling banyak di temukan di dalam pencernaan ikan kakap dan kerapu adalah fiber, ikan tersebut diambil di perairan Ancol, Palabuhan Ratu dan Labuan.
  5. Tahun 2013, Dari 504 ikan demersal dan ikan pelagis, sekitar 36,5% diantaranya ditemukan mikroplastik dalam saluran pencernaannya.
  6. Tahun 2013, Dalam Laporan Ekspedisi Widya Nusantara LIPI, 44% seluruh spesies burung laut, ditemukan telah memakan sampah plastik, 43% seluruh spesies mamalia laut, sejumlah besar ikan dan spesies kurstasea mengkonsumsi sampah plastik.
  7. Tahun 2017, Menurut hasil data penelitian sampah plastik telah membunuh 1.000 penyu laut setiap tahunnya.

Selain pada hewan-hewan tersebut mikroplastik ini memungkinkan terkonsumsi oleh manusia, karena ukurannya yang mikroskopis. Mikroplastik ini menjadi ancaman bagi rantai makanan pada hewan bahkan manusia.

Gambar: Mikroplastik mengancam rantai makanan

Jika Mikroplastik ini sampai terkonsumsi oleh manusia secara sadar ataupun tidak, beberapa kerusakan pada jaringan tubuh kita mungkin terjadi. Dari 95% partikel pada air yang telah diuji berukuran antara 6,5-100 microns:

  • Kurang dari 20 microns, memungkinkan masuk ke dalam organ termasuk hati dan ginjal
  • Kurang dari 110 microns, memungkikan masuk melewati pembuluh vena yang membawa dari usus pankreas dan limpa ke hati
  • Kurang dari 150 microns, memungkinkan diserap ke dalam jaringan limfatik di usus
  • Lebih besar dari 150 microns, tidak dapat diserap
  • Hingga saat ini menurut BPOM belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) selaku lembaga pengkaji risiko untuk keamanan pangan di bawah FAO-WHO belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya. Oleh karena itu, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. Dan Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan.

    Namun belum adanya pernyataan resmi, bukan berarti bahaya mikroplastik tersebut tidak terbukti. Oleh karena itu terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah:

  • Dampak sampah plastik yang terkonsumsi manusia memang belum di teliti secara detail dan pasti, namun secara jelas keadaan ini mempengaruhi keamanan pangan.
  • Perlu adanya peningkatan keamanan pangan perikanan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, No. 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan.
  • Kebijakan penanganan keamanan pangan diarahkan agar dapat menjamin masyarakat terhindar dari mengkonsumsi pangan terutama pangan segar yang terkontaminasi oleh cemaran biologis, kimia maupun cemaran fisik
  • Mengingat masalah keamanan pangan belum menjadi prioritas dalam menetapkan preferensi memilih pangan untuk dikonsumsi, dan sebagian besar pertimbangan adalah pada pangan dengan harga murah.
  • Keamanan pangan tidak bisa dilakukan hanya dengan menanggulangi dampaknya karena itu pencegahan sangat pentinng melalui edukasi.
  • Lalu apa yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat?

    Ada beberapa hal yang dapat mengurangi pencemaran mikroplastik pada makhluk hidup:

    1. Buang lah sampah pada tempatnya
    2. Pilah lah sampah sesuai jenisnya
    3. Kurangi penggunaan yang berbahan dasar Plastik
    4. Gunakan Plastik secara bijak!
    5. Bawa lah Misting dan Tumblr untuk mengurangi penggunaan plastik
    6. Ingatkan teman sekitar untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik

    Selamat mencoba Gerenasi Hijau!

    #EnergyOfAugust
    #GreenerationFoundation
    Sumber:

    1. http://eprints.undip.ac.id/4373/1/3-Putut-new.pdf
    2. http://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/klarifikasi/81/PENJELASAN-BPOM-RI–TENTANG-ISU-KANDUNGAN-MIKROPLASTIK-PADA-AIR-MINUM-DALAM-KEMASAN.html
    3. https://orbmedia.org/stories/plus-plastic/multimedia

    4. http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/12/17/kandungan-mikroplastik-ditemukan-dalam-ikan-dan-kerang-416028

    5. http://www.mongabay.co.id/2018/02/15/riset-membuktikan-ini-jenis-sampah-laut-terbanyak-di-pesisir-bali/

    6. https://sains.kompas.com/read/2017/12/20/170000423/makin-mengerikan-tiap-tahun-1.000-penyu-mati-akibat-sampah-plastik
    7. 2017, Laporan Akhir Kegiatan Penelitian Tahun Anggaran 2017; Ekspedisi Widya Nusantara 2017: Simeuleu & North-Western Sumatra Water. LIPI, Bogor.
    8. Dian Nur Hapitasari, 2016. Analisis Kandungan Mikroplastik Pada Pasir dan Ikan demersal: kakap dan kerapu di pantai Ancol, Palabuhanratu dan labuan. IPB.

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Press Release Pasca Event | The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018

    Press Release Pasca Event | The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018

    Untuk Disiarkan Segera
    Surabaya, 4 Juli 2018

    Sebanyak 159 Partispan Dari Berbagai Stakeholder Mengikuti The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018

    he 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018 sebagai bagian dari perhelatan Indo Waste Expo & Forum yang kedua berhasil digelar di Grand City Convention & Exhibition Center, Surabaya, pada 28 s.d 30 Juli 2018, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sebagai narasumber dan 159 peserta yang datang sebagai representaif dari berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, entrepreneur, media dan komunitas.

    Gambar – Opening & Keynote Speech

    Gambar – Opening & Keynote Speech

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh Waste4Change dan Greeneration Foundation ini berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia dan PRAISE dengan mengusung tema besar “Redefining Waste Management: from Trash to Resources Management” dan mengangkat tiga topik utama yaitu:

    1. Visi Indonesia dalam pengelolaan persampahan yang mengarah pada circular economy melalui Jakstranas 2018 – 2025.
    2. Penanggulangan sampah plastik dan marine debris di Indonesia
    3. Aplikasi teknis yang sudah dilakukan Indonesia dalam mencapai circular economy.

    Pelaksanaan hari pertama kegiatan yaitu pada Kamis, 28 Juli 2018, dibuka dengan welcoming speech oleh Vanessa Letizia selaku Direktur Eksekutif Greeneration Foundation. Kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speach yang disampaikan oleh Ir. Tuti Hendrawati Mintarsih selaku Tenaga Ahli Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutann (KLHK), H.E Rasmus Abildgaard Kristensen selaku Duta Besar Denmark untuk Indonesia, dan Dr. Ir. Arifin Rudiyanto M.Sc selaku Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam.

    Di hari yang sama juga digelar Media Brief yang dihadiri 15 media baik lokal maupun nasional guna memperkenalkan lebih dekat tentang konsep Circular Economy dan kegiatan forum yang dilaksanakan selama tiga hari kepada rekan-rekan media.

    Gambar – Parallel Session 2A: Law Enforcement

    Sebagai kegiatan utama dalam The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018 hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Pleno dan Sesi Paralel yang menghadirkan berbagai narasumber dengan topik pembahasan yang beragam.

    Beberapa topik utama yang dibahas seperti diantaranya Indonesia’s Vision on Waste Management, Law Enforcement on Waste Management, Funding Opportunity, Redesigning Products and services serta Future Technologies for Circular Economy.

    Gambar – Parallel Session 2A: City Collaboration

    Sedangkan kegiatan hari kedua, yaitu Jumat 29 Juni 2018 dibuka oleh Nani Hendiarti selaku Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan IPTEK Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speach yang disampaikan oleh Letnan Jenderal TNI Doni Monardo selaku Sesjen Wantannas.

    Topik Tackling Plastic Marine Debris menjadi tema utama dalam Sesi Pleno yang digelar di hari kedua, sedangkan topik mengenai City Collaboration dan Community Empowerment dibasah pada sesi paralel di ruang terpisah. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan 1:1 (one on one) session dan Group Disscussion, di mana pada 1:1 session seluruh pesera diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung pada topik-topik atau ahli yang diminati.

    Hari ketiga The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018 yaitu pada Sabtu, 30 Juni 2018 dibuka dengan Keynote Speach yang disampaikan oleh Ir. Mochammad Natsir, M.Sc selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investas, kemudian dilanjutkan dengan sesi khusus yang membahas mengenai Infrastruktur Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat oleh Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env.E selaku Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

    Gambar – Plenary Session 2: Collection and Recycling

    Gambar – Plenary Session 2: Collection and Recycling

    Sesi Pleno di hari ketiga dilakukan dua kali dengan dua topik utama yang berbeda: sesi pertama membahas mengenai Food Waste dan pada sesi kedua membahas topik tentang Collection and Recycling.

    Sebagai rangkaian terakhir pada The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018 kegiatan diisi dengan Sesi Presentasi Karya oleh 10 besar peserta Circular Economy Initiative 2018. Dalam sesi ini 10 peserta dengan abstrak yang terpilih memberikan paparan secara langsung di hadapan dewan juri dan seluruh partisipan yang hadir dalam The 2nd Indonesia Circular Economy Forum 2018. Kompetisi ini dimenangkan oleh Xandega Tah Juansya dengan inisiatif Magalarva, yaitu sebuah inisiatif pengembangan Black Soldier Flies guna mengolah sampah organik.

    Gambar – Booth

    Gambar – Booth

    Unduh Dokumentasi CEF 2018 di sini bit.ly/DokumentasiCEF2018

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Langkah Mudah Mengurangi Sampah Plastik

    Langkah Mudah Mengurangi Sampah Plastik

    Depan-640x490-1-300x230

    Hampir setiap hari kita pasti bersinggungan dengan Plastik, mulai dari botol plastik, kantong plastik, sedotan, makanan/minuman kemasan ataupun barang-barang yang ada disekitar kita yang berbahan dasar Plastik.

    Plastik memang telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern manusia. Namun peningkatan penggunaan plastik cukup sulit kita batasi. Diperlukan upaya untuk menghindari tumpukan sampah plastik bekas kemasana yang semakin menggunung. Berikut beberapa tips langkah mudah dalam mengurangi penggunaan Sampah Plastik

    Biasakan membawa tas atau kantong belanja

    Gambar. Huffington Post
    Gambar. Huffington Post

    Ketika kita berbelanja biasakan untuk membawa tas belanja sendiri, selain lebih kuat tas belanja bisa di modifikasi desainnya sesuai keinginan kita. Namun jika dalam keadaan mendesak kita tetap harus menggunakan Kantong Plastik, jangan buru-buru untuk membuat Kantong Plastik tersebut, coba lah dibersihkan dan disimpan untuk digunakan pada belanjaan selanjutnya ataupun digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.

    Jangan lupa membawa botol minuman

    Gambar. Mikeshouts

    Saat makan siang di kantor ataupun saat jajan di kantin kampus biasanya botol air mineral ataupun minuman kemasan merupakan hal yang wajib kamu beli untuk melengkapi makan siang kita, namun bayangkan jika setiap kita makan dan selalu membeli botol minuman sudah berapa banyak botol yang kita buang? Nah mulai sekarang coba untuk membiasakan membawa botol minum sendiri, terlebih saat ini di setiap kantor ataupun kampus-kampus biasanya sudah mulai menyediakan air galon gratis, selain lebih hemat membawa botol minum memudahkan dalam berbagai aktivitas jadi tidak perlu repot untuk membeli botol minuman terlebih dahulu

    Hindari penggunaan kantong plastik ataupun wadah plastik

    Gambar. South China Morning Post

    Dengan selalu membawa Tas Belanja dan Botol minum sendiri, kita dengan mudah akan terhindar dari penggunaan Plastik, seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa untuk tidak menggunakan sesuatu berbahan dasar plastik jika tidak terdesak

    Hindari penggunaan Sedotan

    Gambar. Politics Home

    Biasanya saat kita memesan minuman baik di kantin, caffe ataupun restoran, sedotan tidak akan luput dari minuman kita. Nah biasakan untuk tidak menggunakan sedotan pada minuman kita, jika minuman kita terlalu panas coba lah untuk mengaduk secara perlahan agar minuman kita cepat mendingin, sedangkan jika minuman kita terlalu dingin, diamkan lah beberapa saat minuman kita agar esnya cepat mencair.

    Coba mulai mengikuti “Kelola Sampah Mu!”

    Gambar. CNN

    Kamu pernah mendengar aktivitas mengumpulkan seluruh sampah plastik yang digunakan dalam kurun waktu tertentu lalu dimasukan kedalam Jar ataupun botol kaca? nah itu adalah kegiatan kita untuk mengurangi penggunaan plastik ataupun kertas. Jadi kita akan mengelola dan mengumpulkan sampah plastik kita kedalam botol jar selama satu bulan, jadi coba kita batasi penggunaan plastik kita.

    Selamat mencoba !!!

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    4 Selebriti Jepang yang Mengkampanyekan Kegiatan Ramah Lingkungan

    4 Selebriti Jepang yang Mengkampanyekan Kegiatan Ramah Lingkungan

    Kalau ngomongin Jepang sepertinya gak akan ada habisnya. Dari mulai budaya disiplinnya dalam menjaga lingkungan, tempat wisata, hingga orang-orangnya yang terkenal memiliki segudang karya, tak heran banyak inspirasi bermunculan dari negeri Sakura tersebut.

    Ngomongin tentang karya, inspirasi, dan lingkungan. Beberapa idola masyarakat Jepang berikut ini aktif mengkampanyekan lingkungan lewat karya-karyanya :

    1. Perfume (Grup Musik)

    Perfume adalah grup penyanyi yang terdiri dari tiga orang wanita asal jepang. Trio yang memiliki aliran tekno pop ini berasal dari Prefektur Hiroshima yang dibentuk pada tahun 2001. Meskipun di Indonesia tidak setenar AKB48 yang bahkan ada JKT48 di Jakarta, namun Perfume memiliki perbedaan yang unik jika dibandingkan dengan grup-grup lainnya.

    Selain fokus pada musik beraliran tekno pop, penampilan panggung mereka pun selalu didukung dengan aksi-aksi yang artistik dan futuristik. Mulai dari kostum yang mereka kenakan, koreografi, setting panggung, tata lampu, hingga konsep penampilan yang tak jarang membuat takjub yang menyaksikannya.

    Keunikan lainnya ada pada salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Perfume yang berjudul “Polyrhythm” yang digunakan dalam kampanye daur ulang oleh perusahaan penyiaran di Jepang. Kampanye ini salah satunya menyampaikan tentang 3R yaitu Reuse, Reduce, Recycle.

    2. Kato Tokiko (Penyanyi/ Voice Actor)

    Penggemar animasi Jepang pasti tahu dong film Porco Rosso yang diproduksi oleh Studio GHIBLI di Jepang. Film keluaran tahun 1992 ini menceritakan petualangan seorang pilot perang dunia pertama yang berubah menjadi babi karena suatu kejadian misterius.

    Film yang masuk untuk semua usia ini juga pernah mendapatkan berbagai penghargaan internasional loh, salah satunya adalah Mainichi Film Awards untuk kategori Best Animation Film dan Best Film Score.

    Lalu apa hubungannya Kato Tokiko, Porco Rosso, dan Lingkungan?

    Ternyata, selain sebagai penyanyi Kato Tokiko rupanya berperan sebagai salah satu pengisi suara di Film Porco Rosso. Selain itu juga Kato Tokiko juga pernah menjabat sebagai Goodwill ambassador of United Nations Environment Programme (UNEP) dan pernah berkunjung ke Borneo Indonesia sebagai duta UNEP loh.

    Konsistensinya dalam konservasi lingkungan membuatnya menjadi Councilor of World Wide Fund for Nature (WWF) Japan. Wah wah keren ya!.

    3. Sakamoto Ryuichi (Musisi)

    Pria Jepang kelahiran 17 Januari 1952 ini sangat terkenal dengan segudang karyanya di dunia musik. Ia dikenal sebagai seorang musisi, komposer, produser rekaman, pianis, penulis, aktor, dancer, juga aktivis lingkungan.

    Salah satu penghargaan yang diraihnya yaitu sebagai komposer film dan memenangkan Academy Award, BAFTA, Grammy, dan dua Golden Globe Awards, dan telah menerima tiga nominasi BAFTA dan empat nominasi Golden Globe. Selain segudang karya dan penghargaan, Sakamoto juga aktif sebagai pegiat lingkungan, tidak tanggung-tanggung ia adalah Leader of forest preservation group ‘more trees’.

    Pada Juli 2007, Sakamoto bersama ke empat rekannya mendirikan More Trees dengan misi untuk mengadvokasi pertumbuhan dan pemeliharaan untuk penghijauan alami.

    4. Sakurai Kazutoshi (Musisi)

    Sakurai Kazutoshi yang merupakan salah satu personil grup musik Mr.Children asal Jepang adalah sosok musisi ke-4 yang tidak hanya berkiprah di dunia musik, tapi juga lingkungan. Dalam bidang musik sendiri, Sakurai adalah vokalis dan juga gitaris Grup Mr.Children, selain itu ia pun berperan sebagai produser dan penulis, hampir seluruh lagu Mr.Children adalah buah karya tulisannya.

    Pada Juni 2003, Sakurai membantu pendirian AP Bank yang merupakan Organisasi pemberi pinjaman atau pemodal bagi pembiayaan proyek konservasi lingkungan hidup dan pengembangan energi terbaharui di Jepang.

    Wah keren-keren kan? 😁

    Gak mau kalah dengan para idola masyarakat Jepang, Greeneration Foundation akan mengadakan kegiatan “Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture” yang memadukan antara musik, kebudayaan jepang, dan isu lingkungan di Kota Bandung pada 25 Februari 2017 DI Kitchen Street, Bandung.

    DAFTAR “Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture” DI SINI : bit.ly/PendaftaranEcoFundraisingNight

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Aplikasi TPS Rating

    6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Aplikasi TPS Rating

    Ada kabar gembira untuk kamu pengguna android di awal tahun ini. Sebuah aplikasi yang berbasis pada pengelolaan dan pemantauan sampah di TPS akan segera diluncurkan di akhir bulan Januari 2017 di Goodle Play Store. Aplikasi TPS Rating memungkinkan penggunanya melakukan 5 hal berikut ini. Pastikan kamu download jika aplikasinya sudah di launching ya 😁

    1. Melihat info TPS
    2. Sebagai sebuah aplikasi yang sedang dikembangkan, Aplikasi ini masih terbatas penggunaannya termasuk Info TPS yang baru hanya akan menampilkan info TPS di Kota Bandung.

      Fungsi Info TPS pada Aplikasi TPS Rating ini memungkinkan penggunanya dapat melihat informasi terkait TPS di Kota Bandung, lengkap dengan gambar dan keterangan TPS yang bersangkutan.


      Menarik ya, jadi kamu bisa tau lebih tentang TPS-TPS di sekitar.


    3. Meraring TPS
    4. Selain info terkait TPS yang dapat diakses pengguna, asesuai namanya tentu saja aplikasi ini menyediakan fungsi TPS Rating. Dimana pengguna aplikasi dapat memberikan penilaian atau rating pada TPS tertentu. Penilaiannya sendiri dilakukan dengan sistem memberi bintang dengan skala 1-5 bintang.


      Dengan fungsi ini masyarakat khususnya pengguna TPS Rating dapat memantau terkait kondisi TPS di sekitarnya. Dan tentu saja ini akan memberikan masukan bagi pihak terkait untuk dapat menyediakan TPS yang lebih baik dan layak.


    5. Memberi Komentar

      Dirasa memberikan penilaian saja tidak cukup, jangan khawatir. Kamu bisa menambahkan komentar khusus yang bisa ditulis pada fungsi kolom komentar yang disediakan.Contoh kamu memberikan penilaian pada salah satu TPS yang kamu pilih, lalu kamu mmberikan nilai dengan bintang tiga, kamu bisa sekaigus menulis komentar kenapa hanya 3 bintang yang diberikan, serta masukan lainnya jika ada


    6. Mengecek TPS
    7. Untuk menjadi TPS yang baik dan layak, tentu saja banyak perlengkapan yang harus tersedia di sebuah TPS. Pengguna Aplikasi TPS Rating juga bisa mengecek kelengkapan TPS sesuai dengan daftar checklist yang ditampilkan di aplikasi, apakah kelengkapan TPS tersebut tersedia atau tidak.


    8. Auto get location
    9. Tak kenal maka tak sayang. Fungsi Auto get location akan membantu pengguna Aplikasi ini untuk mengetahui TPS mana saja yang ada di sekitarnya. Jadi gak ada alasan lain untuk membuang sampah sembarangan, karena kamu bisa tahu dengan mudah TPS di sekitarmu.


    10. Terhubung ke website BSID
    11. Saat membuka Aplikasi TPS Rating kamu juga bisa mengakses website BebasSampahID untuk mengetahui lebih lengkap tentang cara kerjanya.

    BebasSampahID sendiri dikelola oleh Greeneration Foundation dan dua lembaga lainnya yaitu YPBB dan IATL ITB. Greeneration Foundation adalah sebuah lembaga yang memiliki visi menjadi wadah informasi, konsumsi, teknologi (ICT) dan kolaboraksi antar pemangku kepentingan yang terpercaya dalam mewujudkan prinsip produksi dan konsumsi berkelanjutan (SCP).

    Dari 2014 Greeneration Foundation dan kedua lembaga lainnya fokus mengembangkan portal BebasSampahID sebagai sebuah portal pemetaan solusi persampahan di Indonesia yang kini akan segera diluncurkan aplikasi TPS Rating sebagai salah satu inovasi yang akan dihadirkan.

    Pasti makin gak sabar kan pengen ngepoin Aplikasi ini? Kepoin aja di media media sosialnya BebasSampahID (kasih link instagram.com/bebassampahid) atau GreenerationID (kasih link instagram.com/greenerationID).

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    JS navigator Kirari bakal perform di acara Greeneration

    JS navigator Kirari bakal perform di acara Greeneration

    Greeneration Foundation berkolaboraksi dengan Japanese Station akan mengadakan “Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture” yang akan diselenggarakan di Kitchen Street, Bandung pada 25 Februari 2017 mendatang.

    Konsep kegiatan ini memadukan antara musik, kebudayaan jepang, dan isu lingkungan yang dikemas dalam satu acara yang pastinya seru abis. Salah satu yang bakal tampil saat acara nanti adalah JS Navigator Kirari. Yakin kamu gak mau dateng? 😁

    Kirari sendiri saat ini berjumlah 4 personil, yaitu Manda, Stev, Vita, dan Natin. Lahir sejak 2014 Kirari bertujuan menyebarkan pengetahuan tentang musik Jepang di Indonesia dan tergabung dalam #JSNavigator.

    Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture sendiri akan digelar atas dasar permasalahan sampah di Indonesia khususnya di Bandung masih menjadi persoalan yang besar. Melalui kegiatan ini, Greeneration mencoba mengenalkan isu serius ini agar masyarakat mau bersama-sama bertindak, mengambil peran masing-masing, dan menyatukannya dalam kekuatan kolaborkasi, sehingga permasalahan sampah bisa diperhatikan dan ditangani bersama secara lebih serius.

    Dalam pelaksanannya, selain penampilan musik dan kebudayaan Jepang, akan ada banyak aktivitas menarik lainnya. Seperti games interactive dan diskusi tentang persampahan secara santai.

    Kegiatan “Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture” juga akan dibuat dengan konsep Eco Event sehingga bebas sampah. Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk-produk eco friendly yang akan ditampilkan selama kegiatan berlangsung.

    Jadi jangan sampai kamu gak datang ya! Untuk informasi lebih lengkap tentang waktu dan tempatnya kepoin aja media sosial Greeneration di @GreenerationID untuk Instagram dan Twitter, dan Greeneration Indonesia untuk Facebook dan Youtube.

    DAFTAR “Eco-Fundraising Night With Japanese Music & Culture” DI SINI : bit.ly/PendaftaranEcoFundraisingNight

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Press Release – Sebanyak 761 Paket Bantuan APD & Sembako Berhasil Disalurkan

    Press Release – Sebanyak 761 Paket Bantuan APD & Sembako Berhasil Disalurkan

    Sebanyak 761 paket bantuan yang terdiri dari APD dan Sembako serta 655 paket makanan jadi berhasil disalurkan kepada Petugas Persampahan dan Pemulung di 15 titik wilayah penyaluran, di Indonesia, dalam rentan waktu 1 s.d 20 Mei 2020.

    Penyaluran paket bantuan ini merupakan hasil dari galang dana yang dilakukan pada fase-1 dengan tajuk “Bantu Pemulung & Petugas Persampahan Agar Tetap Aman di Tengah Pandemi Corona” yang berhasil mengumpulkan dana total sebesar Rp 152.432.500.​

    Galang dana untuk membantu para petugas persampahan dan pemulung ini dilakukan secara gotong royong melalui platform kitabisa.com/agarmerekamaancorona dan di benihbaik: bit.ly/BantuPemulungAmanCorona oleh Greeneration Foundation, Waste4Change, Kitabisa.com, BenihBaik.com bersama 67 Organisasi/Komunitas Lingkungan serta 4 mitra media yang kemudian disebut Kolaborator. Dari 67 kolabolator, pada fase 1 ini terdapat 15 organisasi/komunitas yang juga menjadi rekan Penyalur dan membantu dalam proses publikasi, pelaksanaan penyaluran, hingga pelaporan. Seperti salah satunya penyaluran di wilayah Banten, proses penyaluran dibantu oleh rekan-rekan penyalur TBM Hahalaen dan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Banten. Rekan-rekan TBM Hahalaen melakukan penyaluran kepada 9 orang penerima manfaat pada tanggal 25 April dan 15 Mei 2020, sedangkan untuk APSI Banten melakukan penyaluran kepada 25 penerima manfaat pada tanggal 5 Mei 2020. Masih di Provinsi Banten, Rekan rekan Waste Solution Hub melakukan penyaluran di Kota Tangerang Selatan dengan 126 Penerima manfaat pada 9 Mei 2020.

    Penyaluran di Provinsi Jawa Barat dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Purwakarta, Kota Bogor, dan Kota Depok. Rekan Rekan dari Bogor Osoji Club melakukan penyaluran di Kota Bogor kepada 12 penerima manfaat dan dilakukan pada 4 Mei 2020. Di Kota Depok penyaluran dibantu oleh FLAC Indonesia kepada 5 penerima manfaat dan penyaluran pada 7 Mei 2020, Sedangkan di Kabupaten Purwakarta dilakukan penyaluran di dua titik dengan bantuan APSI Purwakarta dan Bank Sampah Desa Karyamekar masing masing 22 penerima manfaat dan 10 penerima manfaat.

    Selain di Kota Depok, FLAC Indonesia juga melakukan penyaluran di Provinsi DKI Jakarta tepatnya di wilayah Pasar Rebo, Penyaluran ini dilakukan pada 3 Mei 2020 dengan 10 penerima manfaat. Di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Penyaluran dibantu oleh rekan rekan Ijo Lumut dengan 154 penerima manfaat, penyaluran dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 1 – 2 Mei 2020. Selanjutnya di Kabupaten Jombang, dilakukan penyaluran kepada 15 penerima manfaat pada 2 & 4 Mei 2020, Penyaluran ini dibantu oleh rekan rekan Sanggar Hijau Indonesia.

    Penyaluran juga dilakukan di beberapa wilayah di luar Pulau Jawa, Seperti yang dilakukan oleh rekan rekan APSI Lampung dan Jambi Greeneration, Rekan rekan APSI Lampung melakukan penyaluran di Kabupaten Lampung Utara dengan 5 penerima manfaat pada tanggal 1 Mei 2020 sedangkan di Kota Jambi penyaluran dibantu oleh rekan rekan Jambi Greeneration pada 2 & 5 Mei 2020 dengan 142 penerima manfaat. Beralih ke Pulau Kalimantan, rekan rekan APSI Kapuas melakukan penyaluran di Kabupaten Kapuas pada 5 Mei 2020 dengan 5 Penerima Manfaat, sedangkan di Kota Bontang penyaluran dibantu oleh Yayasan Bikal Karya Lestari kepada 95 penerima manfaat pada tanggal 4 Mei 2020. Di Ibu Kota Provinsi Maluku , Ambon, penyaluran dibantu oleh rekan rekan APSI Ambon Pada 20 Mei 2020 kepada 126 penerima manfaat.

    Bantuan yang terkumpul pada fase pertama tersebut merupakan akumulasi dari bantuan yang didapatkan dari halaman galang dana kitabisa.com/agarmerekaamancorona sebesar Rp 80.400.000 dan benihbaik.com bit.ly/BantuPemulungAmanCorona sebesar Rp 1.500.000, donasi langsung Kumparan sebesar Rp 50.007.500, dan donasi makanan jadi dari program kitabisa.com/bisamakan sebesar Rp 20.525.000 sehingga didapatkan total donasi Rp 152.432.500.

    Pelaksanaan Fase 1 ini didukung oleh beberapa influencer tanah air seperti Arifin Putra, Dalam kesempatan diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Greeneration Foundation pada Jumat, 8 April 2020, Arifin Putra menyampaikan bahwa petugas persampahan dan pemulung juga harus mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

    “Aku siap membantu teman-teman pemulung dan pekerja persampahan yang tanpa mengenal kata lelah melakukan pekerjaan penting di tengah pandemi ini, namun masih dipandang sebelah mata,” ujar Arifin Putra.

    Tidak hanya Arifin Putra, beberapa influencer tanah air yang mendukung galang donasi ini seperti Lukman Sardi, Dee Lestari, Reisa Broto Asmoro, Chintya Fabiola, Felice Hwang, Elfin Pertiwi Rappa, Vania Herlambang, Jessnchika, Maurilla Sophianti Imron, Kevin Liliana, Nadine Chandrawinata, Putu Ayu Saraswati, Veronika Krasnasari, Zukhriatul Hafizah dan Andy Flores Noya juga turut mendukung keberlangsungan galang donasi Fase 1 ini.

    Bijaksana Junerosano selaku Founder Greeneration Foundation menyampaikan bahwa ada 300.000 Petugas Persampahan dan 2,4 juta keluarga pemulung saat ini di Indonesia. Sebuah angka yang cukup besar. Melalui galang dana bersama-sama ini harapannya dapat membantu sebagian petugas persampahan dan pemulung di beberapa wilayah yang masih terus harus bekerja dan mengais rezeki di tengah pandemi.

    Galang Dana Fase 2 Dilanjutkan

    Semangat untuk membantu petugas persampahan di wilayah lainnya terus dilanjutkan di Fase 2 melalui platform yang sama yaitu di:

    Dalam fase ini menargetkan 2.000 penerima manfaat di 26 titik lokasi penyaluran, namun penyaluran paket bantuan akan disesuaikan dengan jumlah donasi yang terkumpul dan jumlah pendataan di lapangan oleh rekan-rekan penyalur. Saat ini galang dana dan pendataan penerima manfaat masih dilakukan, per 29 Mei 2020, sedikitnya sudah ada 450 data penerima manfaat di 7 titik lokasi penyaluran.

    Bantuan yang terkumpul diharapkan dapat digunakan untuk membantu mereka tetap terjaga kesehatannya dan berjuang menafkahi keluarga selama pandemi ini berlangsung. Teknis penyaluran donasi ini akan disesuaikan dengan donasi yang terkumpul. Kami juga mengajak teman-teman semua untuk membantu meringankan tugas mereka dengan tetap memilah sampah kita dari rumah.

    DOKUMEN LAPORAN:

    Data Organisasi/ Komunitas Kolabolator Galang Dana:

  • Sustainable Indonesia
  • Youth for Climate Change (YFCC) Indonesia
  • Yayasan BIKAL KARYA LESTARI
  • World Cleanup Day Indonesia
  • Komunitas Saung Buku
  • TBM HAHALAEN
  • FLAC Indonesia
  • Sekitar Kita Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI)
  • Clean And Green UNISBA
  • BGBJ
  • Galeri Ijo Lumut Salatiga
  • Bring Your Tumbler
  • DKM Masjid Al Fairuz
  • Oceanara
  • Bangun Kota
  • Wise Waste
  • Komunitas Kotata’
  • Bogor Osoji Club
  • Bekasi Berkebun
  • Ciamis Cleanaction
  • Berbagi nasi ciamis
  • Greenmillennials.id
  • Komunitas Peduli Ciliwung
  • Buangdisini.id
  • DLH Banda Lampung
    • Bank Daun Kapas
    • Repala Adinira
    • Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI)
    • Most Valued Business Indonesia
    • Mareraean Bumi Lestari
    • Jambi Greeneration
    • Komunitas Masagi
    • Try to Zero Waste Medan
    • Ikatan Pemuda Masjid Nurul Falaah
    • RAGAPALA LAMPUNG
    • Ijo Project
    • Inowastech
    • Explorekeun
    • Bank Sampah Desa Karyamekar
    • Energi Karya Indonesia
    • Sanggar Hijau Indonesia
    • Tampah Indonesia
    • Komunitas Sahabat Lingkungan
    • BACK-IND
    • Kresek Indonesia
    • Sobi Aceh
    • Kudus Mengajar
    • Perempuan Peduli Sanitasi
    • Indonesian Plastics Recylers
    • Sustaination
    • Bekas Keren
    • GNFI
    • SINDO News
    • sayapilihbumi
    • cleanomic
    • lyfewithless
    • Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI)
    • Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia
    • Ecodeen
    • Zero Waste Indonesia
    • Belajar Zero Waste
    • Waste Solution Hub
    • kapasisbon
    • ADUPI
    • Sea Soldier Medan
    • Peduli Anak dan Lingkungan
    • Environmental Consulting Club
    • Karasa & Bantu1Ajak2.id
    • Bantu1Ajak2.id
    • Green Moluccas
    • Zona Bening
    • Bekasi Keren
    • EcoRanger
    • BeritaUtama.Net
    • Manna Mengabdi
    • Bandung Creative Media

    Informasi Lebih Lanjut:

    Email: media@greeneration.org

    HP: 081320664064

    Artikel Terkait

    Sebarkan Artikel

    Bagikan ke Media Sosial​

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Greeneration Foundation Mendapatkan Dana Hibah Sebesar 1 Juta US Dollar dari Benioff Ocean Initiative dan The Coca-Cola Foundation untuk Mencegah Sampah Plastik yang Masuk ke Laut dari Sungai

    Greeneration Foundation Mendapatkan Dana Hibah Sebesar 1 Juta US Dollar dari Benioff Ocean Initiative dan The Coca-Cola Foundation untuk Mencegah Sampah Plastik yang Masuk ke Laut dari Sungai

    diproses oleh Aditya Mirzapahlevi dan Tsamara Luthfia

    Greeneration Foundation bersama Waste4Change dan RiverRecycle telah mendapatkan dana hibah sebesar USD1.000.000,- (Satu Juta US Dollar) untuk mengembangkan sebuah proyek percontohan di Sungai Citarum, Indonesia. Pemberi donor proyek ini adalah Benioff Ocean Initiative di UC Santa Barbara  dan The Coca-Cola Foundation. Kontrak telah ditandatangani Greeneration Foundation pada tanggal 16 Maret 2020. Proyek ini akan berjalan selama tiga tahun, dimulai dari bulan Maret 2020 hingga bulan Januari 2023 mendatang.

    indonesia merupakan negara yang memiliki ekosistem laut yang kaya, namun pencemaran laut masih menjadi salah satu masalah yang masih belum bisa terselesaikan. Indonesia bersama beberapa negara lain di  Asia Tenggara seperti China, Vietnam, Filipina dan Thailand berkontribusi menyumbang sampah plastik sebanyak 50% dari jumlah plastik yang ada di lautan [1]. Pada tahun 2010, negara kita telah menghasilkan sampah sebanyak 3,22 Juta Ton per tahun karena sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, dengan perkiraan sampah yang masuk ke lautan sebanyak 0,48 hingga 1,29 juta Metric Ton [2]. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat jika tidak ada intervensi dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.Sekitar 80% dari sampah lautan berasal dari daratan yang masuk melalui sungai [3]. Sungai Citarum dipilih karena merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia dan memiliki fungsi yang penting seperti regulasi banjir dan sumber air baku. Selain itu, aliran yang panjang memiliki potensi untuk mengakumulasi sampah plastik yang akan terbawa ke laut. Sampah menjadi salah satu indikator yang dapat dilihat menjadi masalah di Sungai Citarum karena banjir masih terjadi di pemukiman sekitar sungai. Saat ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat untuk membersihkan sungai Citarum dalam program Citarum Harum. Proyek percontohan ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam upaya perbaikan lingkungan sungai Citarum.

    Tujuan utama dari proyek percontohan ini adalah untuk mengurangi polusi sampah laut secara signifikan melalui pembersihan sampah di Sungai Citarum sebagai layanan gratis bagi komunitas yang terdampak. Kami melakukan pendekatan teknikal dan sosial agar hasil dari proyek ini semakin maksimal. Sistem fisik yang akan dipasang di Sungai Citarum akan memerangkap sampah yang melewati sistem. Selanjutnya sampah tersebut akan disortir dan dipisahkan untuk diketahui komposisi dan beratnya, khususnya sampah plastik. Selain itu, masyarakat sekitar akan menjadi target audiens utama dari kampanye manajemen sampah yang lebih  bertanggung jawab.

    Selain itu, Benioff Ocean Initiative juga memiliki harapan tersendiri terhadap proyek ini. “Benioff Ocean Initiative telah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan beberapa Pemecah Masalah yang sangat hebat dalam mengatasi permasalahan kesehatan lingkungan, seperti penyebaran sampah plastik yang luas di perairan dunia”, ungkap Molly Morse, pemimpin dari Benioff Ocean Initiative program plastik. “Kami sangat senang bekerja dengan Greeneration Foundation dan mitra kerjanya untuk mendukung usaha yang  penting ini di Sungai Citarum untuk membersihkan sampah plastik, membuat perubahan sosial dan membangun sebuah pemodelan yang berkelanjutan dan dapat ditiru untuk pengelolaan sampah di Indonesia.”

    Dalam pelaksanaannya, Greeneration Foundation sebagai organisasi yang bergerak dibidang lingkungan akan menjadi pemimpin proyek dan juga spesialis dalam bidang komunikasi. Waste4Change akan menjadi ahli manajemen sampah dan RiverRecycle akan mengembangkan sistem fisik yang akan digunakan dalam proyek ini. Selain itu kami juga bekerjasama dengan Deltares untuk melakukan studi dalam penentuan lokasi proyek percontohan di Sungai Citarum.

    “Isu sampah Citarum sudah bertahun-tahun menjadi fokus dunia. Ide untuk solusi untuk isu ini pun sangat banyak dan ada beberapa yang sudah diimplementasikan. Sebagai perusahaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, kami percaya kunci dari kesuksesan sebuah program adalah dari keberlanjutannya. Bersama Clean Currents Coalition, Waste4Change bertekad untuk memberikan solusi yang holistik serta membangun ekosistem agar pelayanan pengelolaan sampah menjadi lebih baik agar tidak ada lagi sampah masuk ke sungai. Semoga dengan program ini, kami dapat berkontribusi secara positif terhadap isu marine debris” – Mohamad Bijaksana Junerosano (Pendiri dan Direktur Utama Waste4Change).

    Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi:

    Wisya Aulia Prayudi (Program Officer River Plastic Recovery)

    Email: wisya@greeneration.org

    Handphone: +6282217405150

    Daftar Pustaka

    [1] Jambeck et. al. 2015. Plastic Waste Inputs from Land Into The Ocean. Science. 13 Februari 2015. Vol 347: 6223.

    [2] The 2015 Jambeck Science study examined the volume of land-based 192 coastal countries (93% of the global population) and estimated that 2.5 billion metric tons of municipal solid waste was generated in 2010 by 6.4 billion people living in these countries (World Bank. 2018. Indonesia Marine Debris Hotspot Synthesis Report.Diakses dari
    http://documents.worldbank.org/curated/en/983771527663689822/pdf/126686-29-5-2018-14-18-6-SynthesisReportFullReportAPRILFINAL.pdf
     pada 15 Mei 2020.

    [3] Sekretaris Kabinet Republik Indonesia. 2017. Aksi Untuk Mengatasi Sampah Laut, Persoalan Serius Nan Mengkhawatirkan. Diakses dari https://setkab.go.id/aksi-untuk-mengatasi-sampah-laut-persoalan-serius-nan-mengkhawatirkan/ pada 15 Mei 2020.

    Greeneration Foundation (GF) merupakan organisasi yang fokus dalam media kreatif adaptif dalam mengubah perilaku manusia untuk mengimplementasikan Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan di Indonesia. Berbagai kegiatan GF berkaitan dengan pemerintah, berbagai organisasi dan komunitas yang fokus pada bidang lingkungan. Kami juga menghubungkan mereka kepada komunitas yang lebih luas, mulai dari individu, anak-anak, profesional hingga ibu rumah tangga. Info lebih lanjut mengenai organisasi kami dapat diakses pada situs web 
    https://greeneration.org/en/
    , Instagram @greenerationid dan Twitter @greenerationid.

    RiverRecycle (RR) adalah perusahaan yang berbasis di Helsinki, Finlandia. Mereka telah mengembangkan sebuah sistem yang efektif untuk mengumpulkan dan membersihkan sampah plastik yang mengapung sepanjang sungai. Sistem ini akan berperan sebagai garis pertahanan terakhir untuk mencegah aliran dari sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik ke dalam lautan. RR salah satu perusahaan terkemuka yang bekerja untuk membersihkan tumpahan minyak di laut, untuk memproduksi sistem yang akan digunakan dalam proyek percontohan ini. Info lebih lanjut mengenai RiverRecycle dapat diakses pada situs web 
    https://www.riverrecycle.com/
    , Instagram @river_recycle dan Twitter @river_recycle.

    Waste4Change (W4C) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sosial yang menyediakan layanan pengelolaan sampah dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Unit bisnis layanan strategis yang mereka miliki menyediakan jasa konsultansi, pelatihan, pendidikan dan kampanye program mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Indonesia. Sedangkan, bagian unit bisnis layanan operasional W4C memfasilitasi pengumpulan sampah dengan sistem pemisahan dan memastikan bahwa sampah tersebut diproses dengan bertanggung jawab. Info lebih lanjut mengenai Waste4Change dapat diakses pada situs web https://waste4change.com/official/, Instagram @waste4change, dan Twitter @waste4change.

    Catatan untuk editor:

    Deltares merupakan institusi pengetahuan yang berbasis di Belanda dan bergerak dalam bidang air dan sumberdaya lapisan tanah. Keahlian dari institusi ini adalah hidrodinamika, hidrologi, penelitian dalam bidang lingkungan, pengembangan software, perencanaan delta dan pengembangan komunitas. Info lebih lanjut mengenai Deltares dapat diakses pada situs web https://www.deltares.nl/en/, Instagram @delates dan Twitter @deltares.

    Berikut ini merupakan pemberi dana hibah proyek percontohan ini:

    Benioff Ocean Initiative (BOI)  yang merupakan bagian dari University of California Santa Barbara bekerja untuk memastikan generasi di masa depan mewarisi sebuah lautan yang sehat. Mereka mengkombinasikan ilmu pengetahuan, kreativitas global dan kolaborasi untuk mendapatkan tujuan tersebut. Dalam proyek percontohan ini, mereka akan memberikan dana hibah sebesar 0,5 Juta US Dollar. Informasi mengenai BOI dapat dilihat pada situs web https://boi.ucsb.edu/, instagram @benioffoceaninitiative_ucsb dan Twitter @UCSBenioffOcean.

    The Coca-Cola Foundation merupakan bagian dari The Coca-Cola Company yang dibentuk di Amerika Serikat sebagai organisasi sosial. Dalam proyek percontohan ini, mereka juga akan memberikan dana hibah sebesar 0,5 Juta US Dollar. Informasi mengenai BOI dapat dilihat pada situs web https://www.coca-colacompany.com/, instagram @cocacola dan Twitter @cocacola.

    Artikel Terkait