Category Archives: Program Activities

Degradasi Tanah, Bahaya yang mengintai dari Industri Tambang

Degradasi Tanah, Bahaya yang mengintai dari Industri Tambang

Atas nama pembangunan, manusia telah mengeksploitasi sumber daya bumi untuk membangun infrastruktur dan mengekspansi industri selama beberapa abad terakhir. Bukan tujuan yang salah, namun seringkali eksekusinya tidak dibarengi dengan kearifan lingkungan. Kearifan lingkungan bukan berarti manusia dilarang memanfaatkan sumber daya yang ada, melainkan kita menganggap lingkungan sebagai salah satu bagian dari kehidupan manusia, sehingga pengelolaan sumber daya merupakan suatu siklus timbal balik bagi manusia dan alam. Dengan begitu, manusia tidak egois dan menerapkan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Sementara selama beberapa tahun terakhir, manusia telah merasakan dampak negatifnya dari pertambangan. Tentu saja, warga kecil di sekitar galian tambang yang paling merasakan dampaknya. Lantas, bagaimana industri pertambangan mempengaruhi tanah dan manusia? Masalah polusi air dan tanah, erosi, perubahan muka bentuk bumi, hingga bekas galian tambang yang kerap memakan korban.

Meninggalkan lubang besar

Galian tambang yang sudah tidak produktif akan meninggalkan lubang menganga sedalam 30-40 meter. Di banyak bekas lokasi tambang, lubang ini dibiarkan begitu saja. Lama kelamaan, lubang ini akan menampung air dan seringkali dijadikan objek wisata oleh warga sekitar. Warna airnya yang hijau dan kebiru-biruan indah dipandang mata. Padahal, warna tersebut tidak alami. Ia berwarna terang karena mengandung banyak logam berbahaya bagi manusia.

Warga sekitar yang mengelilingi danau bekas galian tambang setelah ada kabar korban tenggelam. (Sumber: dokumen Jatam Kaltim)

Menurut hasil uji dari Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) di bekas lubang tambang di Jambi, sampel air yang diambil mengandung pH 3,4. Sementara, standar pH air laik dikonsumsi adalah 6.5 – 8,5. Angka pH yang rendah dapat dikatakan bahwa tingkat keasaman air tinggi yang mengindikasikan tingginya logam berat yang terlarut di dalamnya. Secara kasat mata airnya terlihat jernih, namun tidak terdapat mikroorganisme maupun ikan yang dapat hidup di sana. Ironisnya, dengan kondisi air yang jernih tersebut, banyak masyarakat yang memanfaatkan air dalam bekas galian tambang tersebut untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Selain isu air yang tidak laik, lubang bekas galian tambang ini juga kerap memakan korban. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, lubang bekas tambang telah memakan korban hingga 33 jiwa. Kebanyakan masih berusia belia, usia 10-14 tahun.

Seperti dilansir dari Tirto.id, sejak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.7/2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, menjadikan lubang bekas tambang sebagai tempat wisata adalah perbuatan legal. Padahal, reklamasi seharusnya adalah upaya yang dilakukan untuk mengembalikan lahan bekas tambang mendekati kondisi awal. Bila sebelumnya kawasan tambang itu adalah hutan, maka harus dikembalikan seperti hutan.

Mengubah Permukaan Tanah

Manusia modern bergantung pada mineral dan logam. Sebagian besar elemen ini jarang ditemukan di permukaan Bumi, sehingga membutuhkan upaya memindahkan tanah dan batu dalam skala besar untuk menambangnya. Karena itu juga, jadilah lubang galian tambang.

Menurut Matthew Ross pada artikelnya di The Conversation, untuk mencapai cadangan bawah tanah tersebut, para penambang akan menggali terowongan, lubang terbuka atau mengikis permukaan Bumi. Pemilihan teknik tergantung pada bermacam faktor, termasuk cara menggabungkan bijih hingga mengatur geologis dan kedalaman bijih tersebut di bawah tanah.

Selama ribuan tahun permukaan planet Bumi terbentuk oleh proses geologis angin dan hujan yang lambat. Sebaliknya, penambangan mengubah struktur geologi, topografi, hidrologi, dan ekologi situs hanya dalam beberapa tahun atau dekade. Evolusi bentang alam bergerak dalam siklus yang sangat lambat, sehingga dampak topografi dan geologis ini dapat bertahan jauh lebih lama daripada efek penambangan terhadap kualitas air. Untuk menunggu mineral tambang tersebut dapat diekstraksi kembali, butuh waktu proses geologis hingga ratusan tahun. Sementara kewajiban ekonomi membuat perusahaan terus mendorong untuk menggali tambang baru dengan pengawasan lingkungan yang lebih lemah. Proyek-proyek baru tersebut akan memindahkan lebih banyak batu, mengkonsumsi lebih banyak energi dan memiliki dampak yang lebih lama daripada yang sebelumnya. Manusia tidak memberi waktu bagi alam untuk memulihkan diri dan mereproduksi. Karena proses geologis yang lambat, para ilmuwan sulit memprediksi pergerakan bentang alam ini dalam evolusi masa depan mereka. Benua kuno di dunia dapat dilihat pergerakannya di tiap zaman geologis, namun manusia memiliki dampak yang lebih besar bagi Bumi daripada proses murni alami.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Heterogenitas dan Pengelolaan Lingkungan

Heterogenitas dan Pengelolaan Lingkungan

Artikel ini merupakan hasil studi literatur yang dilakukan oleh tim Citarum Repair mengenai pemahaman tentang Common Pool Resources untuk tata kelola sumber daya (lingkungan khususnya) yang digunakan secara bersama oleh masyarakat dengan berbagai macam latar belakang.


Masyarakat tumbuh menjadi beragam secara etnis, budaya, dan ras. Meningkatnya populasi migran memiliki berbagai implikasi ekonomi di dunia, terutama di Afrika Utara dan Asia Barat (International Migration Report 2019) dan Afrika Sub-Sahara Tahun ini adalah 2019. Variabilitas yang berkembang ini mungkin menyulitkan bisnis untuk bersaing dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dalam Common Pool Resources (CPR) dalam dua cara: (1) secara langsung dengan mendiversifikasi kepentingan, dan (2) secara tidak langsung dengan mendiversifikasi kepentingan. Kemudian, (1) secara langsung dengan mengurangi kepercayaan di antara pengguna, dan (2) secara tidak langsung dengan mengurangi kepercayaan di antara pelaku Kerjasama dalam CPR berkurang dalam kedua kasus. Sumber daya alam atau buatan manusia, seperti padang rumput, adalah contoh CPR. Misalnya, hutan bersama, kolam pemancingan, atau sistem irigasi. Mengecualikan pengguna potensial itu mahal (Ostrom 1990).


Sumber daya bersama, tidak seperti barang publik, mungkin habis, mengeksposnya ke ‘tragedi milik bersama,’ seperti yang digariskan oleh Hardin (1968), situasi dimana strategi dominan jangka pendek pengguna adalah untuk mengeksploitasi sumber daya terbatas.


Ini akan hancur jika digunakan tanpa batas. Dampak peningkatan heterogenitas pada keberhasilan CPR, serta fungsi kepercayaan dalam proses ini (Baland dan Platteau 1999; Bardhan dan Dayton-Johnson 2002; Ruttan 2006, 2008; Varughese dan Ostrom 2001), masih diperdebatkan. Heterogenitas ekonomi mengacu pada perbedaan kekayaan, pendapatan, dan akses sumber daya, sedangkan heterogenitas sosial budaya mengacu pada perbedaan bahasa, etnis, agama, dan ekspresi budaya lainnya (Baland dan Platteau 1996; Bardhan 2000).


Ruttan 2006; dan Dayton-Johnson 2002). Sebagian besar penelitian mengklaim bahwa heterogenitas ekonomi dan sosial budaya dapat berkontribusi pada biaya negosiasi dan tawar-menawar yang lebih tinggi karena kurangnya konsep umum, kepercayaan, dan insentif di antara orang atau kelompok individu (Aksoy 2019; Bardhan dan DaytonJohnson 2002), pembagian pengambilan keputusan yang tidak setara hak, dan berbagai alasan untuk bekerja sama (Aksoy 2019; Bardhan dan DaytonJohnson 2002). (Anderson dan Paskeviciute 2006; Fung dan Au 2014; Komakech et al. 2012), serta kemungkinan bahwa hal itu akan mengurangi kohesi sosial (Flache dan Mäs 2008; Jehn et al. 1999). Namun, penelitian lain berpendapat bahwa heterogenitas ekonomi memiliki dampak positif pada penyediaan barang komunitas, yang mengklaim bahwa (Anderson dan Paskeviciute 2006; Fung dan Au 2014; Komakech et al. 2012), serta kemungkinan akan mengurangi kohesi sosial. (Flache dan Mäs 2008; Jehn et al. 1999). Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa heterogenitas ekonomi memiliki efek positif pada penyediaan barang kolektif, yang menyatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan ketidaksetaraan insentif, yang mengakibatkan beberapa apropriator cukup termotivasi untuk berinvestasi dalam aksi kolektif sendiri, sehingga menanggung biaya kerjasama.


Kami memasukkan kepercayaan sebagai mediator untuk menyelidiki hubungan tidak langsung antara heterogenitas dan keberhasilan CPR: terdapat bukti bahwa heterogenitas mempengaruhi kepercayaan (Alesina dan La Ferrara 2002; Delhey dan Newton 2005; Fukuyama 1995; Putnam 2000; Uslaner 2002; Zak dan Knack 2001) dan memiliki dampak yang signifikan pada hasil sosial (Fukuyama 1995; Putnam 2000; Uslaner 2002; Zak dan Knack 2001). Hubungan antara kepercayaan dan keberhasilan CPR, serta fungsi kepercayaan dalam hubungan tidak langsung antara heterogenitas dan keberhasilan CPR, akan diselidiki.


Tidak ada bukti hubungan negatif antara heterogenitas dan keberhasilan CPR, menurut temuan tersebut. Heterogenitas ekonomi, di sisi lain, ditemukan berhubungan negatif dengan kepercayaan, sedangkan kepercayaan ditemukan berhubungan positif dengan keberhasilan CPR. Ada bukti pengaruh tidak langsung dari heterogenitas ekonomi pada keberhasilan CPR melalui kepercayaan.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Kembangkan Start Up-mu di Circular Jumpstart

Kembangkan Start Up-mu di Circular Jumpstart

Miliki kesempatan untuk menampilkan inovasi bisnis startup-mu pada banyak calon investor!

Circular Jumpstart merupakan salah satu rangkaian acara menjelang Main Event Indonesia Circular Economy Forum (ICEF). Program inkubasi bisnis ini akan berlangsung selama dua bulan, bertujuan untuk membantu usaha startup yang berkelanjutan dan berprinsip ekonomi sirkular di Indonesia untuk menumbuhkan pasar dan daya saing bisnismu. 

 

Dengan mendaftar di Circular Jumpstart, kamu berkesempatan mendapat program mentoring bisnis, peluang networking dengan investor dan mitra bisnis, hingga hadiah utama berupa dukungan finansial untuk bisnis startup-mu. 

Berikut ialah area inovasi tantangan yang dihadapi dari hulu ke hilir dalam mewujudkan praktik ekonomi melingkar. Bisnismu dapat berdampak pada ketiganya atau salah satunya.

1. Kreasi Produk Berkelanjutan

Menghalau limbah dan polusi melalui rancangan produk, material, atau kemasan dari bahan ramah lingkungan atau bahan limbah.

2. Konsumsi dan Penggunaan (Pemberdayaan UMKM)

Mewujudkan konsumsi sumber daya berkelanjutan dengan memperoleh, menyediakan, dan berbagi akses pada produk dan jasa.

3. Re-invent Pengelolaan Sampah

Inovasi pengumpulan, pemisahan, daur ulang dan pengelolaan sampah demi mencegah polusi air, udara, dan tanah.

Siapa saja yang dapat mendaftar?

Kami mencari prototype bisnis hingga solusi inovatif yang siap dipasarkan, dengan potensi untuk memperkuat pembangunan kota yang berkelanjutan, sirkular dan berkembang.

 

Solusi bisnismu dapat berfokus pada bidang spesifik maupun lintas-sektor, seperti ada di isu plastik, pangan, konstruksi, tekstil, atau lainnya. Dari meningkatkan usia pakai material, pengurangan langsung bahan jadi, atau pada perilaku bisnis dan konsumen, yang terpenting ialah bisnismu dapat menjawab satu atau lebih tantangan.

Kriteria seleksi

Inovasi bisnismu akan dievaluasi berdasarkan potensinya untuk menghasilkan dampak signifikan sehubungan dengan area tantangannya. Kriteria berikut akan digunakan untuk memandu ulasan inovasimu:

  •  – Berpotensi transformatif
  • Secara keseluruhan, solusinya berpotensi membuat dampak signifikan pada fokus areanya.
  •  
  • – Dampak lingkungan dan sirkular
  • Solusinya berpotensi untuk meningkatkan alur sumber daya berkelanjutan dan mengurangi dampak iklim.
  •  
  • – Dampak sosial dan komunitas
  • Solusinya berpotensi membuat kota berkembang dan menghadirkan kesempatan bagi komunitas yang beragam.
  •  
  • – Kemungkinan
  • Apakah solusinya mungkin dan layak terwujud?
  • – Kelayakan dan kemampuan tim
  • Mengapa kamu jadi orang yang tepat untuk memecahkan tantangan ini dan bagaimana eksekusi dari tim kamu?
  •  
  • – Kemampuan finansial
  • Kemampuan perusahaan dan inisiatif untuk mendapat profit dan bisnis berkelanjutan.
  •  
  • – Skala dan kemampuan direproduksi
  • Solusinya berpotensi direplikasi dan mengikuti konteks urban di berbagai kota.

Apa saja yang akan didapat?

1. Kesempatan mendapat jaringan

Berinteraksi dengan instansi pemerintahan, perusahaan, dan calon investor untuk membuka kesempatan kemitraan. Bangun jaringanmu di program inkubasi dan Konferensi ICEF.

2. Dana hibah untuk bisnismu

Jika kamu salah satu dari tiga pemenang, kamu berkesempatan mendapat dana hingga total Rp 75.000.000 dari donatur kami untuk pengembangan bisnismu.

3. Bimbingan dari yang ahli

Kamu akan ikut program inkubasi yang berisi sembilan workshop dengan mentor dan investor berpengalaman, termasuk pemangku kepentingan dari instansi pemerintahan.

4. Eksposur dari ICEF

Bisnismu akan dimuat di publikasi lanjutan dari program ICEF ke-4 dan laporan pasca-program.

Jika kamu inovator dari usaha startup dengan prinsip berkelanjutan dan model bisnis sirkular, segera daftarkan bisnismu sebagai peserta Circular Jumpstart. Kami mengundang ecopreneur pemula untuk turut mewujudkan kota berkelanjutan dan dapatkan kesempatan untuk membuka potensi pengembangan bisnis melalui Model Bisnis Sirkular!

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Greeneration Foundation Menyalurkan Paket Bantuan di Tengah Keterbatasan

Greeneration Foundation Menyalurkan Paket Bantuan di Tengah Keterbatasan

Setelah sepuluh hari yang panjang, Greeneration Foundation beserta sepuluh mitra lokal lainnya berhasil mengirim paket bantuan bagi 1.000 pemulung dan petugas persampahan. Diiringi ucapan terima kasih dan senyum dari para petugas persampahan, agenda yang didukung World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) ini akhirnya usai. Meski begitu, penyaluran ini bukannya tanpa hambatan.

Menurut Maudy Dwi Lestari selaku penanggung jawab kegiatan dari Greeneration Foundation, terdapat beberapa kendala di periode penyaluran bantuan. Di beberapa lokasi titik penyaluran yang bukan merupakan kota besar, barang donasi datang terlambat dari hari yang ditentukan. Hal ini dikarenakan jasa pengiriman barang sulit menjangkau lokasi, sehingga memakan waktu yang lebih lama dari yang lainnya. Barang yang datang setelah kegiatan penyaluran, disiasati oleh mitra lokal dengan melaksanakan penyaluran susulan untuk menyebarkan paket donasi yang datang belakangan.

Selain terlambatnya kedatangan paket donasi, kendala juga dihadapi saat penyusunan paket. “Saat mendekati jadwal penyaluran, beberapa mitra mengkonfirmasi untuk memundurkan jadwal penyaluran karena keterbatasan panitia sehingga belum rampung menyusun paket bantuan. Namun kendala ini pun dapat ditoleransi karena jadwal terbarunya tidak melebihi jadwal yang sudah ditentukan,” tutur Maudy.

Karena keterbatasan jarak, Greeneration Foundation tidak selalu dapat menghadiri proses penyaluran. Dari 10 titik wilayah, hanya penyaluran di Kab. Bandung Barat bersama komunitas Bersama Bermanfaat yang dapat diiringi kehadiran tim Greeneration Foundation. Sembilan titik penyaluran lainnya dihubungkan dengan Instagram live agar dapat disaksikan bersama. Namun beberapa live penyaluran tidak dapat terlaksana karena sinyal di lokasi penyaluran yang kurang baik. Terhambatnya kegiatan live penyaluran ini masih bisa digantikan dengan dokumentasi video yang dikirimkan oleh mitra lokal.

Kab. Bandung Barat menjadi satu dari sepuluh titik wilayah yang disambangi Greeneration Foundation dengan mitra lokal untuk penyaluran bantuan. Sembilan titik wilayah lainnya adalah Kabupaten Malang dengan mitra lokal TPST 3R Mulyoagung, Kota Malang dengan Garda Pangan, Kota Surabaya dengan Garda Pangan, Banyuwangi dengan Eco Ranger, Kabupaten Gianyar di Bali dengan Griya Luhu, Banjarmasin dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin, Balikpapan dengan PPMI Balikpapan, Kota Kendari dengan Pepelingasih Indonesia, dan Pekanbaru dengan Pepelingasih Riau.

Adapun paket bantuan yang diberikan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), sembako, dan alat kebersihan (hygiene kit). Selain itu, kami juga memberikan modul edukasi COVID-19 sebagai media sosialisasi mengenai upaya pencegahan COVID-19 yang bisa dilakukan oleh pemulung dan petugas persampahan. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan penyaluran dan sosialisasi ini dibantu oleh mitra lokal melalui metode door to door dan physical distancing. Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Balikpapan. (Sumber: dok. PPMI Balikpapan)

Di Pasar Pandan Sari, Balikpapan, penyaluran bantuan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan PPMI Kota Balikpapan mendapat sambutan baik oleh penerima manfaat. Menurut Ernawati dan Saminah selaku petugas persampahan di Pasar Pandan Sari, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menyokong tugas sehari-hari. “Adanya penyaluran donasi ini sangat membantu, kita ‘kan butuh untuk kegiatan sehari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada Greeneration Foundation dan WEF atas bantuan seperti ini,” ujar Ernawati.

Di Pasar Pandan Sari, Balikpapan, penyaluran bantuan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan PPMI Kota Balikpapan mendapat sambutan baik oleh penerima manfaat. Menurut Ernawati dan Saminah selaku petugas persampahan di Pasar Pandan Sari, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menyokong tugas sehari-hari. “Adanya penyaluran donasi ini sangat membantu, kita ‘kan butuh untuk kegiatan sehari-hari. Kami sangat berterima kasih kepada Greeneration Foundation dan WEF atas bantuan seperti ini,” ujar Ernawati.

Nyatanya, pandemi bukan jadi halangan untuk kita tetap menyebarkan kebaikan. Penyaluran paket bantuan tetap terlaksana kendati mengalami beragam kendala. Dari rangkaian kegiatan penyaluran donasi, kendala yang dihadapi menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus menyempurnakan kekurangan yang ada.

Kami selalu percaya bahwa dengan kekuatan kolaborasi, kita bisa melalui kesulitan di tengah pandemi ini bersama-sama. Semoga paket bantuan dan sosialisasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat. Generasi Hijau juga bisa membantu meringankan pekerjaan pemulung dan petugas persampahan dengan menggunakan masker guna ulang dan memilah sampah di rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Di Tengah Pandemi, Greeneration Foundation Kembali Berhasil Menyalurkan Paket Bantuan ke 1000 Pemulung dan Petugas Persampahan

Di Tengah Pandemi, Greeneration Foundation Kembali Berhasil Menyalurkan Paket Bantuan ke 1000 Pemulung dan Petugas Persampahan

Penyerahan paket bantuan di Banjarmasin, 28 Maret 2021. (Sumber: dok. FKH & PHD Banjarmasin)

Kelokan jalan berkerikil semakin mendaki, bersamaan dengan temperatur yang semakin menurun. Waktu baru menunjukkan pukul tujuh, namun rombongan tim Greeneration Foundation dan komunitas Bersama Bermanfaat telah bertolak meninggalkan Kota Bandung menuju Lembang yang menggigil. Mendekati destinasi, jalan yang dilalui menyempit melewati pemukiman dan perkebunan, hingga terlihatlah, dari kejauhan, sebuah kubah kekuningan.

Destinasi mereka Sabtu (27/3) itu adalah Imah Noong, sebuah kampung edukasi wisata astronomi yang terletak di Kampung Areng, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Namun, kunjungan mereka kali ini bertujuan bukan untuk mengobservasi benda langit, melainkan untuk menyalurkan paket bantuan COVID-19.

Ya, 2020 telah berlalu, tapi pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum berakhir. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian, pandemi ini juga telah memberikan dampak yang nyata terhadap sektor persampahan. Meningkatnya sampah infeksius yang bercampur dengan sampah rumah tangga di TPA membuat nasib pemulung dan petugas persampahan menjadi semakin rentan terpapar virus.

Dalam menanggapi permasalahan tersebut, Greeneration Foundation berusaha untuk memberikan paket bantuan kepada pemulung dan petugas persampahan di berbagai titik wilayah di Indonesia melalui upaya penggalangan dana dan sponsor. Tahun ini, Greeneration Foundation mendapatkan dukungan dari World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP).

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), sembako, dan alat kebersihan (hygiene kit). Selain itu, kami juga memberikan modul edukasi COVID-19 sebagai media sosialisasi mengenai upaya pencegahan COVID-19 yang bisa dilakukan oleh pemulung dan petugas persampahan. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan penyaluran dan sosialisasi ini dibantu oleh mitra lokal melalui metode door to door dan physical distancing. Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan sosialisasi pencegahan COVID-19 di Bandung Barat, 27 Maret 2021. (Sumber: dok. Greeneration Foundation)

Di Bandung, program penyaluran bantuan dan sosialisasi ini disambut baik oleh para penerima manfaat. Para pemulung dan petugas persampahan datang ke Imah Noong tepat waktu. Mereka mencuci tangan di pintu masuk, menerima paket bantuan, lalu duduk di kursi yang telah disusun dengan jarak 2 meter. Acara pun dimulai dengan adanya sambutan serta edukasi tentang risiko COVID-19 dan cara menanganinya.

“Acara dan bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk saya, semoga ilmu yang didapatkan tentang COVID-19 bisa saya terapkan. Terima kasih Greeneration Foundation dan WEF,” tutur Ibu Yeti, salah satu penerima manfaat dalam kegiatan penyaluran paket bantuan.

Sumardi selaku buruh tani dan petugas kebersihan juga menyambut baik kegiatan penyaluran paket bantuan ini. “Bantuan yang diterima sangat bermanfaat untuk saya, alhamdulillah. Terima kasih kepada Greeneration Foundation dan juga WEF untuk bantuannya. Semoga kegiatannya lancar selalu,” tuturnya.

Jawa Barat menjadi satu dari sepuluh titik wilayah yang disambangi Greeneration Foundation dengan mitra lokal untuk penyaluran bantuan. Sembilan titik wilayah lainnya adalah Kabupaten Malang dengan mitra lokal TPST 3R Mulyoagung, Kota Malang dengan Garda Pangan, Kota Surabaya dengan Garda Pangan, Banyuwangi dengan Eco Ranger, Kabupaten Gianyar di Bali dengan Griya Luhu, Banjarmasin dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin, Balikpapan dengan PPMI Balikpapan, Kota Kendari dengan Pepelingasih Indonesia, dan Pekanbaru dengan Pepelingasih Riau.

Kami selalu percaya bahwa dengan kekuatan kolaborasi, kita bisa melalui kesulitan di tengah pandemi ini bersama-sama. Semoga paket bantuan dan sosialisasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima manfaat. Generasi Hijau juga bisa membantu meringankan pekerjaan pemulung dan petugas persampahan dengan menggunakan masker guna ulang dan memilah sampah di rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Greeneration Foundation Kembali Menyalurkan Paket Bantuan Bagi 1000 Pemulung

Greeneration Foundation Kembali Menyalurkan Paket Bantuan Bagi 1000 Pemulung

Penyaluran paket bantuan ke penerima manfaat di Kendari, Sulawesi Utara

Setelah sukses menyalurkan bantuan pada 7.127 pemulung dan petugas persampahan di 27 provinsi di Indonesia tahun lalu, Greeneration Foundation kembali mengadakan program “Bantu Pemulung dan Petugas Persampahan Aman dari COVID-19” tahun ini. Kini, Greeneration Foundation mendapat dukungan dari World Economic Forum (WEF) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) untuk menyalurkan paket bantuan ke 10 titik wilayah di Indonesia, dalam periode Maret-April 2021. Kegiatan ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memastikan keamanan tiap peserta.

Persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini akan didukung oleh mitra lokal Greeneration Foundation, dengan target penyaluran hingga 1.000 pemulung. Adapun 10 titik wilayah penyaluran yang menjadi target dalam program ini beserta mitra lokal kami ialah:

  1. Kab. Bandung Barat – Bermanfaat Bersama
  2. Kab. Malang – TPST 3R Mulyoagung
  3. Kota Malang – Garda Pangan
  4. Kota Surabaya – Garda Pangan
  5. Banyuwangi – Eco Ranger
  6. Kab. Gianyar, Bali – Griya Luhu
  7. Banjarmasin – Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Perkumpulan Hijau Daun (PHD) Kota Banjarmasin
  8. Balikpapan – PPMI Balikpapan
  9. Kota Kendari – Pepelingasih Indonesia
  10. Pekanbaru – Pepelingasih Riau

Sementara Paket bantuan yang disalurkan dalam program ini diantaranya berupa:

  • Paket Sembako, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh, biskuit dan mie instan.
  • Alat Pelindung Diri (APD), yang terdiri dari masker guna ulang, sarung tangan, topi, dan sepatu boot.
  • Hygiene Kit, yang terdiri dari sabun cuci tangan dan hand sanitizer
  • Modul Edukasi Pencegahan Covid-19 yang disunting oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Paket bantuan tersebut akan dibantu disalurkan oleh mitra lokal. Pada penyaluran ini mitra lokal membantu kami mulai dari proses persiapan, pendataan menerima manfaat, pembelian beberapa paket bantuan, pengemasan paket bantuan, penyaluran dan edukasi, hingga proses pelaporan.

Dalam proses penyaluran kami menggunakan 2 metode, yaitu; metode penyaluran berjarak dan metode penyaluran door-to-door. Metode penyaluran berjarak berupa pengumpulan penerima manfaat di satu tempat dengan physical distancing, sementara door-to-door berupa mitra lokal kami berkunjung langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Metode yang digunakan akan menyesuaikan dengan keadaan lokasi dan waktu di masing-masing wilayah.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat bagi penerima manfaat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kami juga mengajak teman-teman yang lain untuk turut membantu meringankan tugas mereka dengan mulai memilah sampah dari rumah.

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Kompetisi Menulis Citarum Repair 2021 Hasilkan 6 Nama Pemenang

Kompetisi Menulis Citarum Repair 2021 Hasilkan 6 Nama Pemenang

Program Citarum Repair dari Greeneration Foundation membuka lomba penulisan artikel populer dalam dua bahasa. Kompetisi ini dibuka sejak awal Januari 2021 dan pengiriman karya ditutup pada 14 Februari 2021. Partisipan dapat memilih tema tulisan: sungai dan laut tercemar sampah plastik atau aktivitas manusia mencemari sungai dan laut

Jurnalis lingkungan senior Harry Surjadi dan dosen Teknologi Pengelolaan Lingkungan ITB Indah Rachmatiah Siti Salami akan menilai karya yang masuk. Dari 140 pengirim, para juri telah menentukan 6 pemenang dari dua kategori:

Pemenang Kompetisi Menulis Kategori Bahasa Indonesia

Kategori Bahasa Indonesia

Juara 1: Farid Lisniawan Muzzaki

Juara 2: Hasna Afifah

Juara 3: Vella Maharani Febina

Pemenang Kompetisi Menulis Kategori Bahasa Inggris

Kategori Bahasa Inggris

Juara 1: Christa Anggelia Sulistio

Juara 2: Calista Trina Winata

Juara 3: Tiar Salsabila Fitriazaki

Tiap pemenang akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:

Juara 1:

  • Uang sebesar Rp 1.500.000
  • Tulisan bahasa Indonesia dipublikasi di website Greeneration Foundation
  • Tulisan bahasa Inggris dipublikasi di website cleancurrentcoalition.org
  • Souvenir Citarum Repair

Juara 2:

  • Uang sebesar Rp 1.000.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Juara 3:

  • Uang sebesar Rp 500.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Greeneration Foundation ucapkan selamat bagi para pemenang! Bagi Generasi Hijau yang belum beruntung, nantikan kompetisi menarik lainnya dari Greeneration Foundation!

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Giveaway Spesial HPSN 2021

    Giveaway Spesial HPSN 2021

    Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Greeneration Foundation ingin mengajak Generasi Hijau untuk bermain teka-teka silang terkait isu persampahan, laut, dan sungai.

    Untuk tiga Generasi Hijau yang beruntung akan mendapatkan paket lunchbox dan tumbler dari Citarum Repair!

    Bagaimana Cara Mengikutinya?

    • Ikuti akun Instagram @Greenerationid
    • Tulis jawaban teka-teki di Feed Instagram kamu dengan ketentuan sebagai berikut:

    • Repost unggahan akun Instagram @Greenerationid tentang Giveaway HPSN di Instagram-mu dan jangan lupa untuk tag @Greenerationid
    • Awali caption kamu dengan hashtag #MauJawabTTSCitarum
    • Ajak 5 orang teman kamu di caption

    Sudah tidak sabar ingin mengikuti Giveaway ini? Yuk, simak teka-teki berikut!

    Mendatar

     

    1. 1. Tanggal untuk Hari Peduli Sampah Nasional
    2.  

    2. Jenis plastik yang dapat masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia

     

    3. Salah satu prinsip pengelolaan sampah

     

    4. Jenis Sampah

     

    5. Sistem dalam hewan yang dapat terganggu karena pencemaran laut

     

    Menurun

     

    1. 1. Lokasi TPA peristiwa bencana longsornya sampah.
    2.  

    2. Gas yang ditimbulkan dari pembakaran sampah

     

    3. Teknologi dan Ide untuk membersihkan sampah dan sungai

     

    4. Yang ditimbulkan sampah menumpuk dan mengganggu indra penciuman

     

    5. Cairan yang dihasilkan oleh sampah dan dapat mencemari air tanah dan lingkungan

    Yuk, Generasi Hijau ikuti teka-tekinya dan menangkan hadiahnya!

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Kompetisi Menulis Cerita Pendek Fiksi Anak Kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar

    Kompetisi Menulis Cerita Pendek Fiksi Anak Kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar

    Sumber: theasianparent.com

    Total Hadiah 5 Juta Rupiah!

    Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Greeneration Foundation dan Unilever Indonesia Foundation bekerjasama untuk mengadakan kompetisi menulis bagi siswa sekolah dasar. Ayo adik-adik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar yang suka menulis dan peduli terhadap lingkungan, ikuti Kompetisi Menulis Cerita Pendek Fiksi Anak ini!

    KATEGORI KOMPETISI

    Kompetisi Menulis Cerita Pendek Fiksi untuk siswa Sekolah Dasar kelas 4, 5, dan 6

    TEMA KOMPETISI

    “Semangat Melawan Sampah di Sekitar Kita”

    KETENTUAN PENULISAN

    • Tulisan berupa Cerita Fiksi bahasa Indonesia yang ditulis oleh peserta yang mendaftar
    • Judul dituliskan di dalam karya peserta
    • Maksimal jumlah kata dalam tulisan sebanyak 800 kata, sudah termasuk judul
    • Tulisan ditulis dalam format Ms. Words, tanpa spasi (single spaced), dengan font Times New Roman, dan ukuran huruf sebesar 12 pt
    • Hak cipta milik penulis dan Greeneration Foundation berhak mempublikasikan hasil tulisan pemenang juara 1 sampai 3 dengan mencantumkan nama penulis di masa depan
    • Penilaian juri tidak dapat diganggu gugat

    TIMELINE

    • Pendaftaran dan Pengumpulan : 5 Februari 2021 s.d 28 Februari 2021
    • Penilaian: 1 Maret 2021 s.d 14 Maret 2021
    • Pengumuman Pemenang: 18 Maret 2021

    TEKNIS PENGUMPULAN

    • Kirimkan hasil tulisan adik-adik disertai dengan:

    • Kartu pelajar atau surat keterangan dari sekolah yang menyatakan bahwa peserta duduk di kelas 4, 5 atau 6 di Sekolah Dasar
    • Data diri seperti: Nama lengkap, Alamat, Nomor HP/WhatsApp pribadi atau orang tua dan email saat pendaftaran Kirim ke email media@greeneration.org paling lambat tanggal 28 Februari 2021 Namai file dan subjek email dengan: Kompetisi Menulis Anak GF Unilever (Nama Peserta)

    • Kirim ke email mailto:media@greeneration.org paling lambat tanggal 28 Februari 2021
    • Namai file dan subjek email dengan: Kompetisi Menulis Anak GF Unilever (Nama Peserta)

    HADIAH DAN APRESIASI

    • Juara 1: 1 set lunch box, sertifikat juara 1, uang tunai sebesar 2,5 juta rupiah, cerita akan dipublikasikan di website Greeneration Foundation
    • Juara 2: 1 set lunch box, sertifikat juara 2, uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah
    • Juara 3: 1 set lunch box, sertifikat juara 3, uang tunai sebesar 1 juta rupiah

    SESI TANYA JAWAB

    9 Februari 2021, Pukul 17.00 di Live Instagram: @greenerationid Bersama Ka Wisya (Program Manager Edukasi)

    Jangan lupa untuk mendaftar dan tunjukan karya terbaikmu!

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest

    Citarum Repair Writing Competition 2021

    Citarum Repair Writing Competition 2021

    Apa generasi hijau merasa khawatir dengan banyaknya sampah plastik yang mencemari lautan sehingga membahayakan ekosistem di dalamnya? Yuk, saatnya eskpresikan kepedulianmu terhadap lingkungan dengan mengikuti Citarum Repair Writing Competition 2021.

    Kategori Kompetisi

    • Kategori 1: Kompetisi Menulis Cerita Bahasa Indonesia
    • Kategori 2: Kompetisi Menulis Cerita Bahasa Inggris (14-21 Tahun)

    Tema Kompetisi

    • Sungai dan laut tercemar sampah plastik
    • Aktivitas manusia mencemari sungai dan laut

    Ketentuan Tulisan

    • Pilih salah satu kategori menulis bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
    • Tulisan original hasil dari penulis yang terdafar. Jika ditemukan plagiarisme peserta akan secara langsung gugur dalam proses penilaian
    • Penulis dapat memilih salah satu dari dua topik yang sudah panita tentukan. Satu peserta hanya mengirimkan satu tulisan yang sudah final dan tidak dapat direvisi
    • Panjang konten tulisan berkisar antara 800 hingga 1000 kata termasuk judul
    • Hak cipta milik penulis dan Greeneration Foundation dapat mempublikasikan hasil tulisan pemenang juara 1 sampai 3 dengan mencantumkan nama penulis. Tulisan yang tidak juara juga memiliki kesempatan untuk dipublikasikan di masa depan degan insentif yang bisa didiskusikan kemudian
    • Hasil dari penilaian adalah keputusan panitia yang mempertimbangkan
    • Penilaian reviewer tidak bisa diganggu gugat

    Hadiah dan Apresiasi

    Juara 1:

    • Uang sebesar Rp 1.500.000
    • Souvenir Citarum Repair

    Juara 2:

  • Uang sebesar Rp 1.000.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Juara 3:

  • Uang sebesar Rp 500.000
  • Souvenir Citarum Repair
  • Teknis Pengumpulan

    • Kirimkan hasil tulisan disertai kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar) ke email info@greeneration.org
    • Subjek email: CR_Kompetisi Menulis_Bahasa Indonesia/Bahasa Inggris_(Nama Peserta)

    Artikel Terkait

    Spread the News

    Share to Social Media

    Share on twitter
    Share on facebook
    Share on linkedin
    Share on pinterest