Category Archives: Program Activities

Creative Idea Competition

Creative Idea Competition

CREATIVE IDEA COMPETITION

“Menjawab Tantangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Peningkatan Ekonomi Lokal dan Pengelolaan Sampah Bertanggung jawab“

Sebagai upaya untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia pada tahun 2021, Greeneration Foundation melalui program EcoRanger berkolaborasi bersama Mizuho Bank menggelar kompetisi gagasan program sosial atau wirausaha dengan tema “Menjawab Tantangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Sampah Bertanggung Jawab”.

Total apresiasi 7,5 juta rupiah menanti para pemikir kreatif. Ayo tunjukan karyamu dan jadilah pemenang!

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

#MAUSAMPAIKAPAN Sungai Citarum Kotor?

#MAUSAMPAIKAPAN Sungai Citarum Kotor?

Dari dulu Sungai Citarum itu dikenal sebagai sungai yang kotor. Bahkan warga yang tinggal di Jawa Barat juga mengenalnya sebagai sungai yang kotor.

Tapi bagaimana jika kita memposisikan diri menjadi Sungai Citarum?
Orang-orang tidak mengenal kita, tapi mereka langsung memberi gelar kita sebagai orang yang kotor?
Pasti rasanya tidak enak, bukan?

Nah mungkin seperti itulah yang terjadi dengan Sungai Citarum saat ini. Dikenal akan citra buruknya bukan manfaatnya.

Maka dari itu, agar kita tidak mengikuti orang-orang yang tahu Sungai Citarum hanya sebatas berita.

Mari kita simak bersama-sama Pandangan dari Berbagai Pemangku Kepentingan terhadap Sungai Citarum.
Ayo join! dan klik Linknya, agar kita lebih paham!

Mari berdiskusi!


Webinar Series ini diorganisir oleh @greenerationid dengan dukungan dari mitra kerja @waste4change dan @river_recycle.

Ajak teman-temanmu dan daftarkan diri kalian sekarang juga pada link yang ada di video.

Kami tunggu partisipasinya dan semangatnya untuk menjaga sungai kita. Daftarkan dirimu pada kedua Webinar tersebut melalui link ini

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Live Sharing Session EcoRanger X MallSampah

Live Sharing Session EcoRanger X MallSampah

If that doesn’t work (or you can’t find SiteOrigin Page Builder), I suspect you’re not using our Page Builder. Can you please send me a screenshot of the page builder? Please note that we’re currently unable to process attachments at this time so you’ll need to upload the screenshot to a third party image hosting site like Imgur or vgy.me.

Menurut data Economic Intelligence Unit tahun 2018 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia sebagai penghasil sampah makanan. Setidaknya setiap orang di Indonesia menghasilkan sampah makanan sebesar 300 kilogram setiap tahunnya. Ditambah lagi, kegiatan konsumsi produksi dan konsumsi manusia tidak bisa berhenti. Badan Pangan Dunia atau FAO sendiri menyatakan bahwa sampah makanan tidak bisa menjadi 0, melainkan dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu, isu food waste menjadi salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama.

Permasalahan food waste ini menjadi penting dibahas tidak hanya dari satu sudut pandang keilmuan saja. Salah satu disiplin ilmu yang melihat isu food waste adalah psikologi. Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Keberadaan psikologi dalam isu lingkungan lebih cenderung melihat faktor apa saja dari diri manusia yang berkontribusi dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya itu, psikologi juga berkontribusi memberikan alternatif solusi kepada manusia dalam menjaga keseimbangan alam melalui eksperimen lab dan sosial.

Pada diskusi 60 menit melalui instagram live yang dipandu oleh Firda (Communication Officer Mall Sampah) juga membahas solusi pencegahan dan penanganan sampah makanan. Dimas menuturkan bahwa ilmu psikologi juga mampu memberikan alternatif pencegahan sampah makanan. Misalnya, pemberian poster yang mengaktifkan norma sosial, manipulasi ukuran piring dalam kegiatan prasmanan, dan sebagainya. Sedangkan dalam upaya penanganan, praktik baik seperti mengompos dapat terus digaungkan sebagai sebuah kebiasaan. Semangat pencegahan dan penanganan food waste yang humanis ini juga menjadi salah satu agenda utama dalam program ecoranger di beberapa kota di Indonesia. Dari diskusi ini diharapkan program-program ecoranger dapat melibatkan disiplin ilmu psikologi dalam menanggulangi masalah-masalah lingkungan yang dihasilkan oleh manusia.

Referensi Artikel :

Economic Intelligence Unit. (2018). Food sustainability index. diakses dari https://foodsustainability.eiu.com/food-loss-and-waste/

Prasetyo, D. T. (2019). Faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang berperilaku food waste di pesta pernikahan?. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 6(02), 87-92.

Stöckli, S., Dorn, M., & Liechti, S. (2018). Normative prompts reduce consumer food waste in restaurants. Waste management, 77, 532-536

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Peringati #PESAN2020, Greeneration Foundation Luncurkan BEBASSAMPAH.ID (Portal Informasi dan Wadah Kolaborasi Persampahan Nasional)

Peringati #PESAN2020, Greeneration Foundation Luncurkan BEBASSAMPAH.ID (Portal Informasi dan Wadah Kolaborasi Persampahan Nasional)

KOTA CIMAHI, GREENERATION FOUNDATION – Peserta kegiatan Community & Media Gathering PESAN 2020 di Eks TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (21/02/20)

Tanggal 21 Januari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh tragedi meledaknya TPA Leuwigajah di Cimahi, Jawa Barat pada tanggal yang sama di tahun 2005. Tragedi ini telah menewaskan 143 warga, mengubur 71 rumah serta 2 kampung yaitu Kampung Cilimus dan Gunung Aki. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati kejadian tersebut, Greeneration Foundation berkolaborasi dengan NEMnov Foundation, Get Plastic ID dan masyarakat adat Kampung Cirendeu Leuwigajah untuk menginisiasi kegiatan Community & Media Gathering, yang merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan PESAN (Peduli Sampah Nasional) 2020.

Kegiatan ini dibuka oleh Vannesa Letizia sebagai Direktur Eksekutif Greeneration Foundation, lalu dilanjutkan oleh sesi diskusi mengenai gerakan dan advokasi tata kelola sampah bersama Ibu Tini Martini Tapran sebagai dewan relawan nasional Bergerak Indonesia Bebas Sampah (BIBS) dan Ibu Ria Ismaria sebagai koordinator Forum Bandung Juara Bebas Sampah. Dalam kegiatan ini, Greeneration Foundation juga berkesempatan untuk meluncurkan Bebas Sampah ID (BSID).

Andre Prasetyo, selaku program manager BSID, menjelaskan bahwa BSID merupakan suatu platform nasional yang bertujuan untuk menghubungkan dan menggerakan para pemangku kepentingan untuk berperan serta dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah. Hal ini dilakukan melalui pemetaan aset persampahan sebagai solusi pengelolaan persampahan dan pemetaan aktor-aktor peduli persampahan yang telah bergerak ke dalam Bergerak Indonesia Bebas Sampah (BIBS). Platform ini juga diharapkan dapat menjadi pusat informasi mengenai tata kelola sampah dan dapat mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di setiap daerah. Saat ini, platform BSID sudah bisa diakses melalui BebasSampah.ID dan dapat digunakan oleh masyarakat umum yang ingin turut berkontribusi dalam isu persampahan.

Setelah kegiatan peluncuran BSID, terdapat sesi diskusi tanya jawab bersama peserta. Kang Yana, selaku aktivis persampahan dan warga sekitar, berpendapat bahwa seharusnya terdapat monumen yang dibangun di Eks TPA Leuwigajah. Hal ini bertujuan untuk memperingati sejarah dan untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan korban jiwa.

Kegiatan ini dihadiri oleh 43 orang, 21 instansi, dan 5 orang perwakilan media. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jawa Barat sebagai Tuan Rumah Jambore IBBS 2020. Selain kegiatan Community & Media Gathering, PESAN 2020 juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan lokakarya pemanfaatan limbah minyak jelantah dari komunitas Perempuan Penyala.

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019

Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019

Sebanyak 268 Pegiat Persampahan dari 28 Provinsi di Indonesia hadir dalam Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 yang digelar pada 10-12 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali.

Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 atau di media sosial dikenal dengan tagar #JamboreIBBS2019 merupakan perhelatan tahun ke-4. Kegiatan ini sekaligus jadi momentum strategis berkumpulnya seluruh pegiat yang peduli terhadap persoalan persampahan di Indonesia demi terwujudnya kekuatan bersama untuk menciptakan berbagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sebelumnya, kegiatan berskala Nasional ini berhasil dilaksanakan di Solo, jawa Tengah, pada 2016 dan berhasil mendatangkan 234 peserta dari 22 Provinsi. Hasil dari pelaksanaan Jambore pertama tersebut ialah “13 Isu Persampahan” yang terdiri dari; pendidikan, sampah bercecer, strategi pengurangan sampah, organik, scale and sustainability, teknologi, gerakan dan kampanye, regulasi, kepemimpinan dan kelembagaan, wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, an-organik, pembiayaan, dan penanganan hilir.

Kemudian pada 2017 berhasil digelar di Aceh dengan jumlah 290 peserta dari 21 Provinsi. Perhelatan kedua ini menghasilkan rencana aksi dan rekomendasi untuk pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 di tiap provinsi. Dan pada 2018 berhasil digelar di Malang, Jawa Timur, serta berhasil menghadirkan 367 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menghasilkan identifikasi tantangan pendanaan/pembiayaan terkait 13 isu persampahan serta rekomendasi aksinya.

#JamboreIBBS2019 mengangkat tema utama “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Stakeholder untuk Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan di Indonesia”. Isu ini diangkat dan dijadikan tema khusus mengacu pada Pemerintah Indonesia yang telah menetapkan Gerakan 100-0-100 bidang Cipta Karya dengan target penyediaan 100% akses aman air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak pada tahun 2019 melalui RPJMN 2015-2019.

Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder juga menjadi hal yang penting menuju tercapainya target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 serta target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018.

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019

Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019

Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2019 merupakan sebuah rangkaian acara kepemudaan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Student Board S1 Universitas Prasetiya Mulya yang bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme generasi muda serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal Indonesia. Pada tahun ini, ICN kembali dengan mengusung tema NOESANTARA “Noesa Satu di antara Kita”. ICN memiliki 3 rangkaian acara besar, yaitu ICN Conference, Food Exhibition, dan ICN Festival.

Di tahun ini, ICN Food Exhibition & Festival akan diadakan di Mall Living World, Alam Sutera pada tanggal 11 – 14 April 2019. Selain mengundang tenant-tenant berkualitas yang akan menjajakan makanan dan minuman khas Indonesia, acara ini juga akan dimeriahkan oleh mukbang dari sejumlah food blogger, talk show, live music, live mural, orchestra, dan masih banyak lagi. ICN 2019 juga akan mengundang Eclat, Freecoustic, Elisa Jonathan, Chef Andre Oda, Sherly Xu, Oki Rengga, Andanu Prasetyo – CEO Kopi Tuku, dan public figure lainnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Ajak keluarga dan teman-temanmu, dan mari bersama-sama kita ramaikan festival bangsa ini! Kami tunggu kehadiran kalian di Living World, tanggal 11 – 14 April 2019!

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Event Report – Circular Economy Forum 2018

Event Report – Circular Economy Forum 2018

Halo Generasi Hijau!

Sejak tahun lalu, Forum Ekonomi Melingkar atau Circular Economy Forum telah diadakan di Indonesia, yang tergabung dalam Indo Waste Expo 2017. Tahun ini The 2nd Indonesia Circular Economy Forum berhasil dilaksanakan pada 28-30 Juni 2018 di Grand Convex Surabaya dengan menghadirkan berbagai narasumber, peserta dari berbagai daerah, hingga inovator-inovator se-Indonesia. Berikut adalah laporan kegiatan yang dapat Anda akses dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris:

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

EcoRanger: Hadirkan Pengelolaan Sampah di Kawasan Pariwisata

EcoRanger: Hadirkan Pengelolaan Sampah di Kawasan Pariwisata

Penandatanganan Piagam dan Nota Kesepahaman antara Greeneration Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk pelaksanaan Program EcoRanger di Desa Gili Indah (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan) selama 3 Tahun kedepan. Penandatangan Piagam dilakukan langsung oleh Direktur Eksekutif Greeneration Foundation sedangkan Penandatangan Nota Kesepahaman oleh Pendiri Greeneration Foundation bersama Bupati Lombok Utara di Kantor Bupati Lombok Utara pada Sabtu, 21 Juli 2018. EcoRanger di Gili Indah merupakan program yang diinisiasi oleh Greeneration Foundation bersama Yayasan Coca Cola Indonesia. Program ini merupakan salah satu solusi pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah di daerah pariwisata.

Selain di Gili Indah, Dua orang Tim Kami melakukan Sosialisasi dan Social Assessment untuk pelaksanaan Program EcoRanger di Pulau Pramuka – Kepulauan Seribu pada 18-20 Juli 2018. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah persampahan khususnya sampah plastik dan pengelolaan dilakukan masyarakat pesisir di Pulau Pramuka. Pada proses sosialisasi, kegiatan ini juga melibatkan 15 kader lingkungan terpilih Pulau Pramuka. Program EcoRanger di Pulau Pramuka akan dilaksanakan oleh Greeneration Foundation dan bekerjasama dengan Akzonobel hingga Oktober 2018.

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

150 Pegiat Media Sosial di Ambon Ikuti #SocMed4SocGood 2018

150 Pegiat Media Sosial di Ambon Ikuti #SocMed4SocGood 2018

Workshop Social Media for Social good atau #SocMed4SocGood berhasil digelar kembali di Kota Ambon pada 7 Juli 2018 lalu dengan mengundang 150 peserta yang merupakan pegiat media sosial di kota Ambon. Untuk kedua kalinya Ambon terpilih menjadi tuan rumah setelah sukses diadakan di tahun lalu. Dengan menghadirkan narasumber yang ahli dibidang nya #SocMed4SocGood Ambon sukses menggiring peserta yang hadir untuk lebih maksimal memanfaatkan media sosial secara postif .

Ambon merupakan kota ke 3 yang dikunjungi oleh tim #SocMed4SocGood di tahun ini, yang kemudian akan disusul dengan 2 kota lainnya yaitu Mataram dan Medan. Dalam pelaksanaannya Greeneration Foundation bekerjasama dengan Green Moluccas sebagai mitra lokal pelaksana. Lokakarya Social Media for Social Good atau #SocMed4SocGood ini merupakan sebagai bentuk kolaborasi Greeneration Foundation dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan mengangkat tema utama di 2018 “The Role of Millenials in Promoting Culture & Diversity Through Social Media”.

Gambar – Session 1 “Initiative of Good News From Indonesia”

Menurut Akhyari Hananto – Founder Good News From Indonesia yang juga akan menjadi narasumber dalam pelaksanaan #SocMed4SocGood di Banjarmasin pada 10 Februari 2018, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 127 juta orang, dengan jumlah 55% nya adalah kalangan anak muda dengan rentan usia 18-25 tahun, sedangkan total jumlah pengguna media sosial di indonesia mencapai 110 juta pengguna. Sebuah perusahaan riset dan analisis dari Inggris, TNS, menyebutkan bahwa Indonesia berada diperingkat ke-3 pengguna Instagram. Data lain menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pengguna tersbesar ke-3 Twitter, dan pengguna terbesar ke-4 media social Facebook.

Sementara di daerah-daerah dan pulau lain pengguna media sosial masih relatif rendah, padahal di beberapa daerah tersebut memiliki potensi keberagaman budaya yang sangat menarik untuk dipromosikan. Sehingga program ini hadir untuk mengajak dan memberikan wawasan kepada para masyarakat lokal, baik individu maupun komunitas dari berbagai sektor dan latar belakang untuk memanfaatkan kekuatan teknologi digital sehingga mampu berperan dalam promosi budaya maupun mengatasi permasalahan lokal atau nasional yang dihadapi.

Gambar – FGD

Kegiatan ini dibuat dengan interaktif dan dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama merupakan penyampaian materi tentang “Initiative of Good News From Indonesia” dan sesi kedua “How to Create Content” oleh Akhyari Hananto selaku Founder Good News From Indonesia yang masing-masing didalamnya terdapat grup diskusi. Setelah pemamparan dua sesi tersebut kegiatan dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion), peserta dibagi menjadi dua kelompok besar, kelompok Vlog dan kelompok Blog. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk membuat karya atau mempraktekan apa yang sudah didapatkan dari dua narasumber. Peserta juga diberikan kebebasan dalam menentukan ide serta isu yang diangkat dalam pembuatan karyanya.

Gambar – FGD
Gambar – FGD

Tahun lalu program lokakarya ini sudah mengaktifkan 1050 peserta #SocMed4SocGood 2017 di 7 kota, dengan menghadirkan lebih dari 12 narasumber gerakan sosial di Indonesia dan mencapai lebih dari 50 juta impresi di media sosial dengan tagar #SocMed4SocGood. Harapan kami dalam pelaksanaan lokakarya di 5 kota kedepan pada tahun ini semakin banyak peserta yang ikut dan aktif di gerakan sosial di Indonesia, di mulai dari media social dan terwujud di kehidupan nyata.

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

60 Delegasi dari 20 Provinsi Mengikuti Civil Society Forum 2019

60 Delegasi dari 20 Provinsi Mengikuti Civil Society Forum 2019

Bandung, 15 Maret 2019

60 delegasi terpilih yang mewakili 20 provinsi di Indonesia mengikuti Civil Society Forum yang dilaksanakan oleh Greeneration Foundation pada 7–10 Maret 2019 di Villa Natural Hill, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Civil Society Forum (CSF) merupakan partisipasi masyarakat sipil terpilih untuk mendorong perubahan dan menjadi pemimpin yang menginspirasi. Forum ini dikemas menjadi sesi yang strategis. Seluruh peserta bertemu, belajar, dan berdiskusi mengenai isu persampahan dari sudut pandang masyarakat sipil selaku pelaku akar rumput (grassroot community). Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai inisiatif akar rumput tersebut melalui Forum Masyarakat Sipil yang dilaksanakan selama 4 hari.

Civil Society Forum merupakan wadah komunitas yang bergerak dalam isu persampahan dari Aceh sampai Papua untuk saling berbagi dan saling menginspirasi demi mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya Indonesia Bebas Sampah”, ujar Vanessa Letizia selaku Direktur Eksekutif Greeneration Foundation.

Peserta terpilih adalah yang lolos seleksi dari 68 peserta. Sebelumnya, mereka melakukan seleksi pertama dengan total pendaftar sebanyak 126 orang. Seluruh peserta merupakan pegiat persampahan yang mewakili lembaganya masing-masing. Mereka sudah memiliki komitmen dan inisiatif solusi terhadap permasalahan sampah di daerah masing-masing.

Kami selaku pegiat lingkungan merasa sangat bangga karena kita di sini bisa belajar dan bertemu dengan pegiat lingkungan yang lain. jadi kita bisa berdiskusi tentang masalah2 yang ada di daerah masing2 dan mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan msalahnya. Harapannya, acara ini diadakan kembali sehingga kita bisa terus bersilaturahmi dan berdiskusi kembali terkait permasalahan sampah yang ada di Indonesia, agar Indonesia bisa mewujudkan Bebas Sampah 2025” ujar Dwi Sunarto, yang meruakan delegasi Sobat Bumi Surabaya, Jawa Timur.

Fokus CSF tahun ini yakni pengintegrasian inisiatif masyarakat terkait isu persampahan di berbagai daerah melalui berbagai metode dan aktivitas, seperti Grassroot Community Talk Show, Waste Issues Update dari beberapa Narasumber, Focus Group Discussion, Community Capacity Building yang meliputi Strategi Pembiayaan, Strategi Advokasi, dan Strategi Kampanye Digital, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya seperti outdoor activities dan malam kebudayaan yang menampilkan berbagai penampilan tradisi masing-masing delegasi yang menjadi peserta.

Kegiatan CSF juga dimaksudkan agar dapat mendukung aspirasi penegakkan hukum persampahan change.org/AspirasiBebasSampah. Selain itu, juga mendukung persiapan pengajuan Tuan Rumah Jambore Bebas Sampah Gerakan Indonesia Bebas Sampah (BIBS) serta untuk mengawal isu persampahan nasional.

Dari kegiatan ini kami berhasil merumuskan strategi agar wadah ini dapat terus digunakan dan berkelanjutan dengan membuat diskusi online yang dapat diikuti oleh para peserta CSF ataupun masyarakat sipil lainnya, selain itu juga mulai merumuskan konsep dan tujuan untuk Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah di tahun ini” tambah Vanessa dalam kesempatan lain.

Salah satu output yang dihasilkan setelah pelaksanaan Civil Society Forum 2019 ini diantaranya:

  1. Pembuatan surat Bersama oleh masing-masing delegasi yang ditujukan kepada Presiden RI, berisikan ajakan kepada Presiden untuk menegakkan Peraturan Persampahan di Indonesia
  2. Penetapan platform online yang digunakan oleh komunitas sebagai wadah diskusi mengenai berbagai hal terkait isu persampahan di Indonesia
  3. Rekomendasi untuk pelksanaan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Tahun 2019. Termasuk rekomendasi tema, output yang ingin dihasilkan, serta rekomendasi aktivitas yang akan dijalankan dalam Jambore di tahun ini.

Adapun beberapa dokumen hasil CSF 2019 dapat diakses pada link berikut:

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest