6 Alasan Kita Tidak Perlu Beli Baju Lebaran Baru

Beberapa dari kita terbiasa membeli baju baru saat Lebaran. Sudah berapa lebaran yang kamu lalui dengan baju baru? Apakah baju itu dipakai lagi, atau… kamu segera bosan?

 

Coba buka lemarimu. Lihat tumpukan bajumu dan pikirkan kembali: kapan terakhir kali kamu pakai baju itu? Mungkin sudah waktunya melepaskan beberapa potong kain.

 

Dua minggu menuju Idulfitri, di saat banyak orang sibuk membeli baju lebaran, ada baiknya kamu menggunakan kesempatan ini untuk mengaudit lemari. Pisahkan pakaian yang masih sering kamu pakai, dan sisihkan yang sudah lama mengendap di lemari. Jika ada yang rusak dan masih mau kamu perbaiki, segerakan agar kamu tidak lupa.

Abaya di tahun lalu dapat dipakai lagi di Hari Raya tahun ini. (Sumber: Pamela Joe McFarlane/iStockphoto)

 

Apa sih pentingnya kita menggunakan kembali baju lama? Mengapa tidak beli yang baru saja? Lebih praktis, tidak perlu beres-beres, dan mengikuti tren. Eits, Generasi Hijau, coba pikir ulang. Dilansir dari Go Green Drop, berikut enam alasan penting mengapa beli baju baru merupakan opsi terakhir.

Mengurangi angka limbah tekstil

Mendaur ulang bahan kain tidak semudah mendaur ulang plastik. Energi yang dibutuhkan lebih besar dan emisi yang dikeluarkan lebih banyak. Salah satu cara paling tepat untuk transisi dari mendaur ulang ke menggunakan kembali ialah dengan mengerti dampak yang dihasilkan sejak awal.

Mengurangi gas penyebab efek rumah kaca

Kain yang terbuat dari kapas harusnya dapat dikompos. Meski begitu, kebanyakan orang yang membuang kain akan membuatnya berakhir di TPA, di tempat yang kekurangan oksigen dan material organik untuk bantu memecahnya jadi kompos. Minimnya oksigen akan membuat limbah tekstil tersebut terurai melalui proses degradasi anaerob yang menghasilkan gas metana. Metana dapat terperangkap di atmosfer kita dan berbahaya bagi keseimbangan gas di lapisan ozon.

Mencegah sampah masuk TPA

Tahukah Generasi Hijau, TPA Bantar Gebang disinyalir akan penuh di tahun 2030. Jika kita menggunakan kembali pakaian kita atau memperbaiki yang rusak, kita mencegah limbah kain kita ke TPA. Dengan begitu, kita turut membantu mengurangi pasokan sampah baru di TPA. 

Mengurangi konsumerisme

Beberapa tahun belakangan, topik hidup minimalis mulai marak diperbincangkan. Orang mulai sadar bahwa mengurangi barang dan konsumsi justru membawa lebih banyak perasaan lega, senang dan puas. Termasuk juga dengan pakaian. Pasti kamu juga merasakan, banyak pakaian yang menumpuk di lemari malah rasanya penat. Ketika kita mengurangi pembelanjaan kita, selain rasanya hemat uang dan hemat tempat, kita membawa dampak personal bagi limbah kain secara keseluruhan.

 

Sunting lemari bajumu, lihat baju yang masih bagus dan cocok dipakai di lebaran tahun ini. (Sumber: ztj/Pinterest)

Hemat energi

Proses produksi fast fashion membutuhkan energi tinggi. Tiap potong pakaian yang kamu punya telah melalui proses manufaktur kompleks yang membutuhkan banyak listrik, air, dan sumber energi lainnya. Menggunakan kembali atau memperbaiki pakaianmu yang rusak dapat menghemat energi dengan mengeliminasi kemungkinan pembuatan produk dari awal. Sama seperti ketika kamu beli baju bekas atau thrifting, kamu berkontribusi mengurangi volume fast fashion.

Praktis

Alasan paling penting untuk menggunakan kembali pakaian lama kita ialah karena cara ini paling praktis dibanding yang lain. Membeli baju baru butuh usaha pergi ke toko, berjalan-jalan hingga dapat baju yang pas, belum lagi berdesakan dengan banyak orang di tengah pandemi seperti ini membuatmu jadi punya risiko tinggi. Ditambah lagi ketika puasa Ramadan, akan sangat mungkin kamu dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh.

 

Ketika Idulfitri datang, sudah menjadi tradisi di banyak negara untuk membeli baju baru. Mungkin memang menyenangkan untuk anak-anak punya baju baru di Hari Raya, namun diharapkan kita yang sudah dewasa sudah hidup lebih sadar lingkungan dan memilih untuk menggunakan pakaian lama. Selain menerapkan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan, menggunakan baju lama yang masih bagus berarti kita dapat menggunakan uang untuk kebutuhan lain. Idulfitri identik dengan berkah dan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, sehingga pakaian kita tidak jadi penentu kebahagiaan untuk merayakan lebaran.

 

Ditulis oleh Melisa Qonita Ramadhiani

Referensi

Mers, T. (2020, March 4). 7 Important Reasons to Recycle Your Clothes. Retrieved from Go Green Drop: https://www.gogreendrop.com/blog/7-important-reasons-to-recycle-your-clothes/

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Support Organization

Support Specific Program

Berlangganan

* Diperlukan