22 Maret lalu, Generasi Hijau beserta seluruh masyarakat dunia rayakan sebagai Hari Air Sedunia. Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa masih ada 2,2 miliar orang di bumi yang hidup tanpa akses ke air bersih. Tiap tahunnya berfokus pada topik berbeda namun tetap terpusat di air bersih – clean water, sanitasi – sanitation, dan higienitas – hygiene (WASH). Hari Air Sedunia ditujukan untuk mengadvokasikan sumber air bersih dan manajemen air berkelanjutan, yang berkelindan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6: air bersih dan sanitasi.

SDGs 6 dan 13 tentang mengatasi krisis iklim sangat berkaitan erat. Topik seputar krisis iklim kebanyakan berputar di dampak emisi karbon terhadap kondisi udara, namun yang sesungguhnya sangat dirasakan justru ialah akses ke air bersih. Dilansir dari WaterAid, krisis iklim yang menyebabkan naiknya suhu bumi berarti meningkatnya kemungkinan banjir besar, kekeringan dan pola cuaca yang tidak dapat diperkirakan di seluruh dunia. Hal ini mengacaukan ketersediaan air dan layanan sanitasi.