Menuju Idulfitri, Begini Cara Kurangi Sampah Makanan di Hari Raya

Hari Raya semakin dekat! Di tahun kedua pandemi, kita telah menempuh dua Idulfitri dengan terhubung melalui internet dan sambungan telepon dengan keluarga di kampung halaman. Meski banyak keterbatasan di bulan penuh berkah ini, jangan sampai silaturahmi bersama keluarga dan kerabat terbatas juga ya, Generasi Hijau.

 

Setelah berpuasa satu bulan penuh, Hari Raya jadi waktu untuk merayakan kemenangan. Perayaan ini identik dengan berbagai hidangan khas Hari Raya. Opor, gulai, rendang, sambal goreng, biasanya mana dulu yang kamu masak?

 

Seringkali dalam perayaan Lebaran, kita menyajikan terlalu banyak hidangan hingga tanpa sadar banyak yang terbuang. Tahukah kamu, sampah makanan justru meningkat di bulan Ramadan dan Hari Raya? Untuk itu, kami mengajak Generasi Hijau untuk lebih menyadari lagi berapa banyak sampah makanan yang berpotensi dihasilkan dari makanan pada Idulfitri. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah sampah makanan saat Idulfitri.

Masak secukupnya

Jika di rumahmu ada lima orang, jangan memasak untuk porsi sepuluh orang. Ketahui berapa banyak tamu yang akan datang sehingga mencegah makanan terbuang. Rasulullah saw. bersabda: “Makanan porsi dua orang sebenarnya cukup untuk tiga, makanan tiga cukup untuk empat.” (HR. Bukhari no. 5392 dan Muslim no. 2059, dari Abu Hurairah).

 

We can share the abundance of Eid food to neighbors and others in need. (Source: Getty Images)

Bagikan ke tetangga dan yang membutuhkan

Semangat Ramadan masih akan terasa di Hari Raya. Ketika makanan sudah tersaji dan ternyata tidak dapat dihabiskan, bagikan kelebihannya pada tetangga di sekitar rumah. Jika memungkinkan, bagikan juga pada teman-teman di sekitar kita yang kurang beruntung.

Masak kembali sisa masakan

Maksudnya ialah kulit buah atau sayur yang kamu kira tidak bisa dimakan lagi. Kini sudah banyak lho resep di internet yang memanfaatkan kulit buah atau batang sayur, contohnya resep oseng kulit singkong yang bisa kamu lihat di sini!

Jangan lapar mata

Ketika banyak makanan di meja, seringkali kita kalap dan ingin mengambil semuanya. Ternyata porsinya terlalu banyak buat kita dan tidak sanggup dihabiskan. Untuk menghindari makanan terbuang karena ini, ambil porsi kecil-kecil saja. Kalau kurang, kamu bisa tambah lagi.

Composting can eliminate food waste from its source. (Source: Markus Spiske/Unsplash)

Kompos sisa masakanmu!

Ketika kita buang sampah, sampah itu tidak akan hilang; sejatinya hanya berpindah tempat. Dari rumahmu ke TPA, tidak menyelesaikan masalah. Karena itu, usaha paling tepat untuk mencegah penumpukan sampah makanan di TPA ialah dengan mengompos sendiri di rumah. Sisa kulit buah dan batang sayurmu dapat berubah menjadi nutrisi yang baik untuk tanaman di rumah. Kamu bisa menanam kembali sisa sayur dan buah melalui cara ini. Sisa sayur yang sudah jadi kompos itu akan berputar jadi makananmu kembali. Dengan begitu, kamu telah menerapkan konsumsi dan produksi berkelanjutan di skala rumah.

Esensi Hari Raya ialah merefleksikan diri kembali setelah satu bulan berpuasa di bulan yang baik. Jangan sampai volume sampah makanan menghambat kebahagiaan kita berkumpul bersama orang tersayang.

Ditulis oleh: Melisa Qonita Ramadhiani

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Berlangganan

* Diperlukan