Apakah teman-teman pernah mendengar istilah konsumsi dan produksi yang berkelanjutan (SCP)? SCP adalah salah satu tujuan utama dari SDG (Sustainable development goals), yaitu produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab yang bertujuan untuk membuat pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan (SCP). Menurut UNEP (2011), SCP adalah “Pendekatan holistik untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh sistem konsumsi dan produksi selagi mengembangkan kualitas hidup bagi semua orang” (Akenji dkk., 2015). Salah satu komponen penting dalam SCP adalah isu terkait konsumsi berkelanjutan.

Konsumsi berkelanjutan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, memiliki 2 aspek penting, yaitu kebutuhan untuk memperhatikan konsumsi yang kurang dan sekaligus peningkatan kelas konsumen yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Gaya hidup dan pola konsumsi jutaan konsumen di negara berkembang kini sudah menyerupai dengan konsumen di negara-negara maju. Hal ini khususnya terjadi pada kalangan elit muda dan berpendidikan. Dalam mengikuti pola konsumen di negara berkembang, pola konsumsi dari konsumen transisi ini akan menyebabkan rumah dan apartemen yang lebih besar yang dilengkapi dengan peralatan baru, mode transportasi baru juga peningkatan kepemilikan kendaraan pribadi, peningkatan penerbangan, diet baru, dan berbagai barang dan gaya hidup baru lainnya.

Panduan dalam transisi menuju pola konsumsi berkelanjutan dapat dilakukan melalui penerapan kebijakan dan kerangka yang menguntungkan produk dan jasa yang ramah secara lingkungan dan sosial. Hal ini dapat dicapai melalui labelling, subsidi, dan kampanye informasi. Namun, studi terkait tren pola konsumsi berkelanjutan di masyarakat Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, Greeneration Foundation (GF) melakukan penelitian kecil terkait pola konsumsi masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Selanjutnya data ini diharapkan dapat digunakan oleh GF untuk melakukan edukasi dengan informasi yang lebih disukai, dibutuhkan, dan berdampak lebih besar kepada publik.