[Press Release] Jambore Bebas Sampah 2017, Siapakah Tuan Rumah Selanjutnya?

[Untuk Didistribusikan Segera]
Press Release
Jambore Bebas Sampah 2017, Siapakah Tuan Rumah Selanjutnya?

     Indonesia #BebasSampah2020 merupakan wadah partisipatif yang memfasilitasi peran serta multi-pihak dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia. Inisiatif Indonesia #BebasSampah2020 terbentuk dari semangat kerelawanan para individu dan komunitas dari berbagai wilayah di Indonesia. Gerakan Indonesia #BebasSampah2020 dimulai dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati 21 Februari tahun 2015 dengan 20 Kabupaten/Kota dan 61 kolaborator yang bergerak. Pada tahun 2016 terdiri dari 155 Kabupaten/Kota dan 1.024 kolaborator. Sedangkan pada tahun 2017 meningkat tajam, yang terdiri dari 226 Kabupaten/Kota dan 9550 kolaborator.

 

     Jambore #BebasSampah2020 merupakan bagian dari usaha jangka panjang yang menjadi wadah berkumpulnya seluruh penggerak yang peduli terhadap persoalan sampah di Indonesia demi tercapainya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Jambore Nasional #BebasSampah2020 2017, merupakan pelaksanaan Jambore ke-2 setelah pelaksanaan Jambore Nasional pertama di Solo pada 2-4 September 2016 lalu yang dihadiri oleh 234 peserta dari 22 provinsi di Indonesia.

     Tujuan Jambore yakni sebagai forum komunikasi nasional untuk menjaga semangat dan mempererat tali silahturahmi antar kolaborator yang peduli terhadap isu persampahan dari seluruh Indonesia. Mendata dan mengaktifasi titik-titik penggiat di masing-masing wilayah agar memiliki pesan yang sama. Sebagai sarana pertukaran informasi, pengalaman dan pembelajaran dalam mengatur rencana aksi bersama untuk percepatan pengelolaan persampahan di Indonesia. Adanya keterlibatan aktif dalam menindaklanjuti, mewujudkan dan mengawal rumusan 13 isu persampahan dalam Jambore #BebasSampah2020 lalu dan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020. Serta mensosialisasikan penggunaan platform http://BebasSampah.ID dan http://bergerak.bebassampah.ID yang dapat diakses oleh publik.

 

     Semangat dan cita-cita Indonesia #BebasSampah2020 didasari tanpa adanya kepentingan Suku, Agama, Ras, Golongan dan Politik (SARAP) apapun. Begitu pula halnya dalam penentuan tuan rumah yang dilakukan melalui serangkaian proses secara objektif. Seluruh wilayah dapat mengajukan diri sebagai tuan rumah, terlepas dari persoalan dan tantangan terkait sampah yang dihadapi dari masing-masing yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.

 

     Terdapat beberapa Kota yang telah mengajukan diri pada tahap awal seleksi, para kandidat yang lolos melewati tahap seleksi akhir. Selain akses, transportasi, akomodasi, pengalaman, reputasi, lokasi, kesediaan berkolaborasi sebagai Local Commitee (LC), rencana anggaran biaya dan laporan, pendanaan, potensi dukungan kolaborator, dukungan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten, rencana rangkaian kegiatan serta kesediaan bersama mencari dukungan verifikasi berkas menjadi bahan penilaian tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Nasional.

     Untuk diingat bahwa pada HPSN 21 Februari 2016 para penggiat sampah yang berasal dari berbagai wilayah mendeklarasikan 3 poin penting, yakni pertama, mengurangi, memilah dan meletakkan sampah pada tempatnya. Kedua, mengelola sampah secara bertanggungjawab, ketiga, aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah.

 

     Jambore #BebasSampah2020 merupakan tindak lanjut dari hasil deklarasi yang disepakati 2016 lalu. Dalam pembahasan Jambore #BebasSampah2020 dihasilkan 13 isu utama yakni pendidikan, sampah bercecer di ruang tak semestinya (di laut, gunung, sungai, danau dan daerah wisata), strategi pengurangan sampah, pengurangan sampah organik, keberlanjutan, teknologi, gerakan di ruang publik, peraturan, kelembagaan, wilayah terluar, terdepan dan terpencil, penangangan sampah an-organik, pembiayaan dan Tempat Pemprosesan Akhir.

     Peserta Jambore Nasional #BebasSampah2020 tahun ini diharakan terdiri dari perwakilan dari 34 propinsi di Indonesia yang mewakili 5 aktor perubahan (masyarakat sipil, pemerintah, swasta, media dan tokoh masyarakat) dengan estimasi 1000 peserta dan relawan. Bentuk kegiatan utama jambore tahun ini diantaranya forum lintas pemangku kepentingan dan para pakar, diskusi roadmap percepatan menuju Indonesia #BebasSampah2020, persiapan HPSN 2018 serta rencana aksi tindak lanjut.

 

     Adapun rangkaian tambahan yakni berupa jelajah kearifan lokal, malam kebersamaan dan penganugerahan, pameran hijau, konferensi pers, kerja bakti dan bakti sosial, laporan HPSN 2017, peluncuran Green Pages 2017, serta pengajuan tuan rumah Jambore 2018. Kegiatan ini sangat menjunjung kesejajaran semua pihak dalam berkolaborasi dan berperan aktif sebagai sesama masyarakat di Indonesia serta dalam mengawal integritas, akuntabilitas dan pertanggungjawaban. Mari bersiap kita ikut berpartisipasi dan mendukung siapapun yang akan Tuan Rumah Jambore #BebasSampah sebagai upaya menjaga lingkungan demi generasi mendatang yang lebih baik.

Hashtag bersama untuk media sosial: #BebasSampah2020 #JamboreBIBS2017

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Support Organization

Support Specific Program

Berlangganan

* Diperlukan