Tag Archives: ekosistem pesisir

Ilustrasi Blue Carbon

Mengenal Apa itu Blue Carbon, Manfaat, dan Langkah untuk Menjaganya

Mengenal Apa itu Blue Carbon, Manfaat, dan Langkah untuk Menjaganya

Ilustrasi Blue Carbon
Ilustrasi Blue Carbon. (Sumber: icctf.or.id)

Selama ini, kita mengetahui bahwa hutan memiliki fungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Degradasi dan alih fungsi lahan hutan merupakan tindakan yang dapat mengemisi karbon ke atmosfer bumi dan menyebabkan gas rumah kaca (GRK) di atmosfer bumi menjadi semakin padat. Itulah sebabnya, kegiatan mitigasi perubahan iklim dititikberatkan pada upaya-upaya perbaikan wilayah hutan.

Namun, ada potensi emitan karbon yang tidak kalah besar dibanding wilayah hutan, yaitu ekosistem pesisir yang meliputi hutan mangrove, tumbuhan laut (seagrass) dan rawa-rawa merupakan hal penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Secara alamiah, ekosistem pesisir menyerap karbon dari atmosfer dan lautan lalu menyimpannya. Karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir dikenal sebagai blue carbon. Dilansir dari Tempo.co, blue carbon atau karbon biru itu sendiri merupakan karbon yang ditangkap dan disimpan di samudra dan ekosistem pesisir, termasuk karbon pantai yang tersimpan di lahan basah pasang surut, seperti hutan yang dipengaruhi pasang surut, bakau, rawa pasang surut dan padang lamun, di dalam tanah, biomassa hidup dan sumber karbon biomassa yang tidak hidup.

Seperti dengan namanya, karbon ini memiliki warna biru. Blue carbon dianggap penting karena secara ekosistemnya merupakan penyerap karbon yang efektif. Blue carbon ini dapat memainkan peran utama dalam memenuhi target nasional dan global tentang perubahan iklim.

Manfaat Blue Carbon

Ilustrasi Penerapan Blue Carbon
Ilustrasi Penerapan Blue Carbon. (Sumber: bluecarbonsociety.org)

Berdasarkan penelitian, ditemukan fakta bahwa ekosistem pesisir juga merupakan penyerap gas rumah kaca. Ekosistem pesisir diyakini mampu menyerap dan menyimpan karbon dengan seratus kali lebih banyak dan lebih permanen dibandingkan dengan hutan di daratan. Karbon yang diserap oleh ekosistem pesisir tidak kalah besar dibandingkan hutan.

Berbeda dengan ekosistem daratan yang cenderung tidak bertambah pada saat tertentu, ekosistem pesisir mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam sedimen secara terus-menerus dalam kurun waktu yang lama.

Sekitar 50-99 persen karbon yang diserap oleh ekosistem pantai disimpan dalam tanah di kedalaman 6 meter di bawah permukaan tanah. Karbon yang tersimpan ini dapat tersimpan sampai ribuan tahun. Karena potensi yang besar inilah ekosistem pesisir bisa berperan banyak sebagai solusi adaptasi dan mitigas dampak perubahan iklim.

Selain manfaat penyimpanan karbonnya, ekosistem blue carbon juga menyediakan lapangan kerja dan pendapatan bagi ekonomi lokal, meningkatkan kualitas air, mendukung perikanan yang sehat, dan memberikan perlindungan pesisir.

Mangrove bertindak sebagai penghalang alami dengan menstabilkan garis pantai dan mengurangi energi gelombang untuk mengurangi risiko banjir bagi masyarakat pesisir dari gelombang badai dan kenaikan permukaan laut. Padang lamun menjebak sedimen tersuspensi di akarnya yang meningkatkan redaman cahaya, meningkatkan kualitas air, dan mengurangi erosi. Lahan basah pesisir menyerap polutan (misalnya, logam berat, nutrisi, bahan tersuspensi) sehingga membantu menjaga kualitas air dan mencegah eutrofikasi.

Langkah-langkah untuk Menjaga Ekosistem Blue Carbon

Ilustrasi Ekosistem Blue Carbon
Ilustrasi Ekosistem Blue Carbon. (Sumber: ndcpartnership.org)

1. Adapun sejumlah langkah yang bisa kita lakukan dalam menjaga ekosistem blue carbon ini, di antaranya adalah:

 

2. Mengurangi pemakaian limbah cair

 

3. Tidak sembarang memancing hewan laut

 

4. Menjaga kelestarian habitat laut

 

5. Membuang sampah pada tempatnya

 

6. Mengurangi penggunaan plastik

 

7. Menjaga aset pesisir saat berwisata

 

8. Melakukan penanaman mangrove

 

9. Menjaga dan merawat pesisir serta lautan

Manfaat yang bisa diperoleh apabila kita menjaga ekosistem blue carbon adalah dapat menanggulangi perubahan iklim, dijadikan sebagai habitat dari keanekaragaman biota laut seperti udang, ikan, kepiting, dan lain sebagainya.

Dengan kita menjaga mangrove, akarnya dapat menyaring air dari kotoran dan polutan supaya menghasilkan air yang sehat untuk vegetasi di sekitarnya. Mangrove juga mampu sebagai stabilitator garis pantai karena dapat mencegah erosi oleh ombak sekaligus sebagai pengikat lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Menjaga mangrove pun menjadi bagian dari langkah penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan yang akan berdampak dalam jangka panjang untuk kita dan generasi penerus kita.

Ditulis oleh: Yohanna Christiani

Referensi

https://www.thebluecarboninitiative.org/about-blue-carbon diakses pada tanggal 20 September 2021.

https://www.mongabay.co.id/2017/09/11/besarnya-potensi-karbon-biru-dari-pesisir-indonesia-tetapi-belum-ada-roadmap-blue-carbon-kenapa/ diakses pada tanggal 20 September 2021.

https://tekno.tempo.co/read/1108480/apa-itu-blue-carbon-ini-penjelasannya/full&view=ok diakses pada tanggal 20 September 2021.

https://maritim.go.id/indonesia-masukkan-blue-carbon-sebagai-andalan-dalam-skenario/ diakses pada tanggal 20 September 2021.

https://reefresilience.org/id/blue-carbon/blue-carbon-introduction/blue-carbon-benefits/ diakses pada tanggal 20 September 2021.

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest