Tag Archives: farming

Pertanian Organik, Alami, dan Permakultur: Apa Bedanya?

Pertanian Organik, Alami, dan Permakultur: Apa Bedanya?

Generasi Hijau pasti kini sering mendengar istilah ‘pertanian organik’. Sayur dan buah organik, bahan pangan organik, bahkan produk susu organik. Namun tahukah kamu, bahwa pertanian organik dan alami merupakan dua hal berbeda?

Jika kamu pernah ke hutan, kamu mungkin lihat ada murbei liar, jamur, ciplukan, atau tunas bambu liar yang biasa disebut rebung. Tumbuh-tumbuhan ini menghasilkan banyak buah tiap tahunnya, baik bagi mamalia liar di hutan, burung, serangga, atau manusia yang masih bergantung pada hutan. Mereka tumbuh subur di hutan, meski tidak ada yang memberi pupuk atau mengamankannya dari hama.

Alam yang merawat mereka. Itulah pertanian alami, sistem di mana hukum alam bergerak sendiri mengikuti praktik agrikultur. Alam menyesuaikan caranya masing-masing dengan keragaman hutan di wilayah tersebut, dan mendorong keanekaragaman hayati di lingkungannya. Tanaman produktif ini turut membentuk ekosistem dengan beragam spesies hewan, yang sama-sama berkembang dengan kecepatannya masing-masing.

Beri liar yang tumbuh di hutan. (Sumber: Andie Kolbeck/Unsplash)

Sementara pertanian organik diinisiasi manusia. Pertanian organik masih membutuhkan praktik agraria dasar seperti menyiapkan media tanam (bisa dengan tanah dalam pot atau perlu pembajakan lahan), pengolahan tanah, mencampurkan pupuk, dan menyiangi rumput liar. Pertanian alami tidak perlu campur tangan manusia. Meski begitu, keduanya mengedepankan penggunaan benih lokal/heirloom, serta tidak menggunakan pestisida kimia.

Kamu juga mungkin pernah dengar pertanian hidroponik dan akuaponik. Hidroponik ialah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Media tanamnya dapat berupa rockwool, spons, sabut, atau arang sekam. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Sementara akuaponik ialah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan pemeliharaan ikan atau akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Sisa ekskresi ikan dipecah menjadi nutrisi tanaman.

Pertanian organik juga sebetulnya berbeda dengan hidroponik. Pertanian organik lebih mengedepankan upaya pemanfaatan bahan-bahan organik di sekitar dan upaya menyuburkan tanah, sementara hidroponik dalam praktiknya tidak menggunakan tanah sama sekali. Hidroponik menggunakan nutrisi cair dan berbagai media tanam. Nutrisi yang digunakan pada umumnya adalah nutrisi kimia yang bernama AB Mix. Namun, pupuk organik cair juga memungkinkan bagi nutrisi hidroponik, meski jarang ditemui.

Serba-serbi Permakultur

Selain istilah pertanian seperti organik, hidroponik, dan akuaponik, pernahkah kamu dengar tentang permakultur? Permakultur berasal dari bahasa Inggris permaculture, yang merupakan gabungan dari permanent agriculture. Sesuai dengan namanya, permakultur berkaitan dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus, dan permanen. Maka dari itu, permakultur memegang erat prinsip keseimbangan dan berkelanjutan.

Permakultur adalah cabang ilmu desain dan teknik ekologis yang mengembangkan pengolahan lahan, arsitektur berkelanjutan, dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam. Permakultur memiliki konsep yang serupa dengan konsep pertanian terpadu dan pertanian organik, namun permakultur memberi penekanan pada desain, perencanaan pertanian dan integrasinya dengan implementasi berupa praktek pertanian.

Permakultur memahami dan mengadaptasi desain praktis dari tanah, air dan tanaman yang berkelanjutan bersama dengan sistem hukum dan ekonomi. Hal ini dapat meningkatkan diversifikasi pangan serta meningkatkan ketahanan lingkungan pada iklim yang berubah-ubah.

Pada praktiknya, permakultur sangat menerapkan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Untuk merehabilitasi tanah yang awalnya tidak produktif, sistem permakultur tidak menggali tanah, melainkan menyemai bibit dan menutupnya dengan tanah baru. Air untuk mengairi tumbuhan berasal dari air hujan yang ditampung. Pupuk tanaman berasal dari kompos rumah tangga atau kotoran ternak, namun tentu saja pengolahannya berbeda. Ekskresi dari pengolahan pupuk kandang akan menghasilkan gas metan yang juga ditampung, berguna untuk menyalakan kompor. Sistem pertanian permakultur memastikan bahwa tidak ada yang sia-sia, dan semua mendapat kesempatan hidup kedua.

Permakultur merupakan pertanian organik, namun pertanian organik belum tentu permakultur. Pertanian alami juga bukan permakultur, karena teknik permakultur butuh penanganan manusia dan perlu dimonitor sewaktu-waktu. Nah, kini Generasi Hijau sudah tahu bedanya, bukan?

Ditulis oleh: Melisa Qonita Ramadhiani

Referensi

Barabde, N. (n.d.). What is Natural Farming? How is it Different from Organic Farming? Retrieved from Ugaoo: https://www.ugaoo.com/knowledge-center/what-is-natural-farming-how-is-it-different-from-organic-farming/ Chelsea Green Publishing. (n.d.). How to Distinguish Permaculture from Natural Farming. Retrieved from Chelsea Green: https://www.chelseagreen.com/2015/distinguish-permaculture-natural-farming/ Onggodjojo, F. E. (2021, January 27). Mengenal Permakultur, Sistem Pertanian yang Berkelanjutan. Retrieved from Wanaswara: https://wanaswara.com/mengenal-permakultur-sistem-pertanian-yang-berkelanjutan/

Artikel Terkait

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest