Tag Archives: sustainable city

Mengenal Lebih Jauh Kota Berkelanjutan

Mengenal Lebih Jauh Kota Berkelanjutan

 

31 Oktober 2020, PBB meluncurkan data persebaran populasi urban di seluruh dunia untuk memperingati Hari Kota. Penelitian ini dilakukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin. Hasilnya, penduduk kota di Asia kini mencapai 51.1%, meningkat drastis dibanding tahun 1950 di mana hanya 17.5% dari total populasi yang tinggal di kota. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan 56.2% populasi dunia kini tinggal di daerah perkotaan. 

Mengingat hampir seluruh bahan pangan dan sumber daya berasal dari pedesaan, temuan tadi menimbulkan pertanyaan, bagaimana sistem perkotaan dapat menghidupi tiap warganya dengan berkelanjutan? Hal tersebut mungkin dilakukan dengan menerapkan konsep kota berkelanjutan.

Apa Itu Kota Berkelanjutan?

Secara konseptual, kota berkelanjutan mengacu pada usaha berjalannya perekonomian dan kegiatan sosial dengan meminimalisasi dampak buruk bagi lingkungan. Jadi, generasi selanjutnya masih dapat tetap merasakan kota ramah lingkungan dengan kondisi yang sama. Inspirasi dan inovasi dalam membangun kota adalah meniru kerja alam, karena alam sendiri bersifat berkelanjutan.

 

Songdo, Korea Selatan. Tiap gedungnya sudah terkomputerisasi dan memiliki kontrol cuaca otomatis. (Sumber: Panya K/Shutterstock)

Menurut Koordinator Kemitraan Kota Hijau Nirwono Joga, kota berkelanjutan mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas penyediaan air bersih, pengolahan air limbah dan pengelolaan sampah ramah lingkungan, aksesibilitas dan mobilitas yang didukung transportasi berkelanjutan, pemanfaatan energi baru terbarukan, persyaratan bangunan gedung hijau, dan ruang terbuka hijau yang memadai.

Menurut BBC, berikut pilar utama kota berkelanjutan:

            1. Semua penduduk kota dapat layanan dan akses yang setara.

            2. Transportasi publik dinilai aman dan merupakan alternatif yang baik dari kendaraan pribadi.

            3. Aman bersepeda dan berjalan kaki.

            4. Warga dapat mengakses dan menikmati RTH..

            5. Penggunaan energi baru dan terbarukan lebih masif.

            7. Sampah dinilai sebagai sumber daya dan didaur ulang sedapat mungkin.

            8. Akses perumahan lebih terjangkau.

            9. Hubungan antarkomunitas lebih kuat dan warga saling bantu untuk mengentaskan kriminalitas.

            10. Fasilitas publik dapat diakses tiap kalangan.

            11. Penerapan produksi dan konsumsi berkelanjutan.

 

Konsep Kota Berkelanjutan di Berbagai Negara

Tahun 2019 pasca kemenangannya, Presiden Joko Widodo mencanangkan perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke dua kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara. Atas alasan konversi lahan dan penduduk pulau Jawa yang terlalu padat, Kalimantan dipilih sebagai rencana pembangunan ibukota baru.

 

Deputi II bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut Alu Dohong menyebutkan agar perpindahan ini menganut konsep “green and smart city”, seperti dilansir ANTARAKonsep ini mengombinasikan antara kota pemerintahan berbasis keberlanjutan dan teknologi serta memperhatikan efisiensi. Jadi, bukan berarti semua tanaman akan dibabat habis dan dibangun lahan baru. Namun sebagian tanaman dipertahankan dan dipelihara selagi menjalankan konsep kota berkelanjutan.

 

Menerapkan konsep kota berkelanjutan pasti akan jadi hal baru untuk Indonesia, tetapi bukan berarti tidak dapat dicapai. Untuk mewujudkannya, kita dapat mencontoh beberapa kota berikut. Berikut beberapa kota di dunia yang telah menerapkan prinsip kota berkelanjutan.

Kopenhagen, Denmark

Kopenhagen menargetkan untuk jadi ibukota pertama di dunia yang bebas emisi karbon pada tahun 2025. Kini, hasil upayanya mulai terlihat. Kurang dari 2% sampah di kota berakhir di TPA. Sebagian besar sisanya didaur ulang atau dikonversi menjadi energi di Copenhill (Amager Resource Center – Pusat Sumber Daya Amager). Copenhill ialah pembangkit listrik tenaga sampah yang sekaligus berperan sebagai fasilitas olah raga warga Kopenhagen. 

 

Copenhill, pembangkit listrik tenaga sampah di tengah kota Denmark. (Sumber: Visit Denmark)

 

 Bus sebagai transportasi publik seluruhnya sudah beralih ke tenaga listrik dari bahan bakar diesel. Jalanan didominasi oleh sepeda, bahkan anggota parlemen juga bersepeda ke kantor. Kalau kamu memilih jalur air, kamu bisa menyewa perahu listrik untuk menyusuri kanal. Kalau tertarik berenang di kanal, air di Kopenhagen bersih sekali untuk berenang.

 

Meski memiliki sistem tata kelola sampah yang sangat baik, gerakan minim sampah juga berkembang. Amass, restoran di Kopenhagen dinilai sebagai restoran paling ramah lingkungan di dunia. Bahan yang disajikan di Amass berasal dari kebun sendiri, bahkan membuat bir sendiri. Sisa dapur diolah menjadi makanan lagi atau dikompos.

Vancouver, Kanada

Alam dan perkotaan sudah jadi entitas yang menyatu di Vancouver. Dikelilingi Gunung Cypress, Grouse dan Seymour, Vancouver jadi daya tarik bagi pecinta alam. Kota ini juga menghasilkan emisi karbon paling minim dari semua kota di Amerika Utara.

 

Vancouver Convention Center – satu-satunya convention center di dunia yang mendapat sertifikasi platinum dalam aspek keberlanjutan. (Sumber: Vancouver Economic Comission)

50 persen warga di Vancouver berjalan kaki, bersepeda atau naik transportasi umum. Hal ini didukung oleh peningkatan jumlah pohon sebanyak 125.000 pohon sudah ditanam sejak 2010, dan masih akan terus bertambah. Vancouver menargetkan untuk sepenuhnya menghapus jejak karbon pada 2040.

Singapura

Dengan pendapatan perkapita paling tinggi di Asia, tidak salah jika titel kota paling maju di Asia disematkan pada Singapura. Negara-kota yang sedikit lebih besar dari Jakarta ini menerapkan konsep kota berkelanjutan dan berkomitmen untuk mereduksi konsumsi energinya hingga 35 persen pada 2030. 

 

Singapura mampu menjaga preservasi alam di tengah gedung betonnya. Karena lahan yang minim, apartemen dan rumah susun vertikal mengisi 80 persen dari total residential area. Tempat wisata yang berbasis ekologi juga menerapkan konsep taman vertikal, seperti Gardens by the Bay, Jewel Changi dan Marina One. 

Supertree, panel surya berbentuk pohon raksasa dengan beragam tumbuhan menjalar di Gardens by The Bay, Singapura. (Sumber: Patrick Bingham Hall/Grant Associates UK)

Minimnya sumber air tawar membuat Singapura memiliki water recycling system. Air saluran pembuangan disaring untuk membuang bakteri, virus dan partikel besar. Airnya akan disuling kembali dengan reverse osmosis, menyaring kontaminan dan substansi pembawa penyakit. Di akhir proses, air disterilisasi dengan sinar ultraviolet untuk memastikannya murni dan siap dikonsumsi.

Prinsip kota berkelanjutan secara sirkular akan menghasilkan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan pula. Greeneration Foundation sebagai lembaga yang mendukung produksi dan konsumsi berkelanjutan mengajak Generasi Hijau turut berperan dalam kolaborasi multipihak untuk dapat mewujudkan konsep kota berkelanjutan. Selain itu, kami juga mendukung perwujudan pola produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab melalui beberapa inisiatif kami, yaitu Bebas Sampah ID dan Indonesia Circular Economy Forum (ICEF).

Referensi

Alonso, T. (2020, February 10). Success story: the transformation of Singapore into a sustainable garden city. Retrieved from Tomorrow City: https://www.smartcitylab.com/blog/urban-environment/singapore-transformation-garden-city/

ArcGIS. (n.d.). Retrieved from How does Vancouver plan to become the most sustainable city worldwide?: https://www.arcgis.com/apps/Cascade/ index.html?appid= 9a8f6f4bdb2e4bdaa762ce805684ae37

Duerre, R. I. (2013, June 6). Singapore ‘toilet-to-tap’ concept. Retrieved from Deutsch Welle: https://www.dw.com/en/singapores-toilet-to-tap-concept/a-16904636

Gloede, K. (2015, May 18). The Greenest City in the World by 2020. Retrieved from Architect Magazine: https://www.architectmagazine.com/ technology/the-greenest-city-in-the-world-by-2020_c

Holland, O. (2021, February 2). Singapore is building a 42,000-home eco ‘smart’ city . Retrieved from CNN Style: https://edition.cnn.com/style/article/ singapore-tengah-eco-town/index.html

Holland, O. (2021, February 2). Singapore is building a 42,000-home eco ‘smart’ city . Retrieved from CNN Style: https://edition.cnn.com/style/article/ singapore-tengah-eco-town/index.html

Joga, N. (2019, November 6). Investor.id. Retrieved from Menggaungkan Konsep Ibukota Baru: https://investor.id/opinion/menggaungkan-kota-berkelanjutan

Koesno, D. A. (2019, Agustus 28). Tirto.id. Retrieved from Mengenal Konsep Green City Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur: https://tirto.id/mengenal-konsep-green-city-ibu-kota-baru-di-kalimantan-timur-eg9t

Mathieson, E. (2020, August 14). 10 of the most sustainable cities in the world. Retrieved from Condé Nast Traveller: https://www.cntraveller.com/gallery/ sustainable-cities

Visit Singapore. (n.d.). Leading the Way: Singapore’s Sustainable Future. Retrieved from Visit Singapore: https://www.visitsingapore.com/mice/en/ bulletin-board/leading-the-way-singapores-sustainable-future/overview/

Wilmott, J. (2020, February 6). Have you been to the world’s greenest city? . Retrieved from The Telegraph: https://www.telegraph.co.uk/travel/ discovering-hygge-in-copenhagen/worlds-greenest-city/

Artikel Terkait

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Support Organization

Support Specific Program

Berlangganan

* Diperlukan